Laki-laki itu diam dengan tatapan kosong. Sudah dari tadi ia melamun dan tiba-tiba handphone pemuda itu berdering, dering handphone itu hanya alarm yang memberitahu jam 12.00 siang.
Lalu laki-laki itu mematikan alarmnya. Dan laki-laki itu berkata "ah, kapan hujan ini berhenti?". Lalu pemuda itu pun keluar dari kamarnya dan pergi ke dapur. Pemuda itu memasak makan siangnya yaitu nasi goreng. Setelah itu ia menaruhnya dipiring dan pergi menuju meja makan dan memakan nasi gorengnya.
Setelah makan ia membersihkan piringnya dan pergi kembali untuk melaksanakan sholat Dzuhur. Selesai pemuda itu sholat ia membersihkan rumahnya hingga pukul 01.00 siang. Ia merebahkan tubuhnya dikasur lalu ia pun tertidur.
Nama pemuda itu ia Samudra Akrasana atau biasa dipanggil Samudra atau Aksa. Orang tuanya ialah Aditya Pratama dan Arabella Putri, orang tuanya bercerai ketika ia menginjak usia 10 tahun. Ia tinggal bersama kakek neneknya. Ia memiliki kakak dan adik yang bernama Ayyara Putri dan Livviana Pratama. Jarak usia Samudra dengan kakaknya hanyak 2 tahun dan adiknya 1 tahun. Kakaknya tinggal bersama ibunya dan adiknya bersama ayahnya
Ketika ia menginjak umur 15 tahun kakeknya meninggal, setelah kakeknya meninggal 5 bulan kemudian neneknya menyusul kakeknya. Kini Samudra tinggal sendiri.
Di hari kematian neneknya, setelah penguburan neneknya itu samudra bertujuan untuk mengakhiri hidupnya. Samudra berniat untuk melompat ke sungai tapi dihentikan oleh dua anak kembar. Samudra ditarik oleh kedua anak itu.
"Sam, lu kenapa?" Kata salah satunya.
"Gua gpp, lu berdua kenapa bisa disini?" Jawab dan tanya samudra.
"Gua ama Aciel pengen ketemu lu" jawab Aarav.
"Gua turut berdukacita atas kepergian nenek lu Sam" Ucap Aciel.
"Lu niat ga berniat memberniat untuk bunuh dirikan Sam?" Tanya Aarav.
"Lu jangan bunuh diri dong kasihan nenek lu yang diatas ga tenang ngeliat lu, kalo lu butuh tempat cerita lu bisa cerita ke gua atau Aarav, ada yang lain juga kok yang mau dengerin cerita lu!" Oceh Aciel.
"Ya Aciel, gua ga bakal bunuh diri kok tenang" jawab Samudra sambil senyum.
"Gitu dong senyum, jangan sedih-sedih lu jelek kalo sedih" ucap Aarav.
Samudra memiliki gang yang bernama crystal gang. Di crystal gang ada Aciel dan Aarav juga dan yang lain.
Kini umur samudra menginjak 17 tahun. Samudra menjadi laki-laki yang humoris dan penyayang.
"Woy Sam" sapa Yudha.
Yudha ada salah satu anggota gang crystal juga.
"Kenapa yud?" Tanya samudra.
"Lu dah ngerjain tugas pak agus?" Kata yudha.
"Udah" jawab Samudra.
"Gua liat dong, gua belum ngerjain, boleh ya sam" mohon Yudha.
Samudra mengambil buku ditasnya. "Nih, kebiasaan lu ga ngerjain" oceh samudra sambil memberikan buku tugasnya.
"Thanks samudra"
"Urwel"
Keesokan harinya samudra tidak masuk sekolah, teman-temannya bingung karna samudra tidak mengabari yang lain jika tidak masuk, ia pun tidak mengabari guru. 1 Minggu telah berlalu tidak ada kabar dari samudra, guru-guru susah menanyakan ke orang tua samudra tapi orang tuanya pun tidak tau, ya gimana mau tau orang tuanya aja ga satu atap sama samudra.
Teman-temannya samudra mendatangi rumahnya tapi kosong. Keesokan harinya sekolah diberi kabar bahwa samudra telah tiada oleh orang tua samudra. Orang tua samudra mengetahui kabar tersebut dari dokter hilmi yang menangani samudra.
Chat dokter hilmi dan ayah atau ibunya samudra.
"Permisi apakah ini dengan ayah atau ibunya ananda samudra?"
"Ya, ini dengan siapa?"
"Maaf, pak/bu saya dokter hilmi ingin memberitahukan bahwa ananda samudra telah tiada tadi pagi pukul 05.00 pagi"
"Ini bukan prankkan pak, jangan bercanda tentang nyawa dong pak"
"Maaf, pak/bu ini bukan bercandaan saya yang menangani langsung ananda samudra"
"Ga mungkin pak samudra ga mungkin"
"Ananda samudra terkena kanker otak stadium akhir pak/bu"
"Dirumah sakit mana pak samudra?"
"Ada dirumah sakit mentari pak/bu"
Dipemakan samudra. Banyak temen-temennya yang datang termasuk anggota gang crystal. Orang tua samudra yang menyesal tidak mengurus samudra selama ini hanya bisa menangis. Teman-temannya semua menangis melihat samudra dimakamkan.
"Sam, kenapa lu ga bilang ke kita kalo lu sakit?" Ucap Dimas.
"Lu ga anggap kita temen Sam?" Kata Alvan.
"Kenapa lu ninggalin kita?" Ucap mahen.
"Gang crystal tanpa lu bakal jadi apa Sam?" Kata Haikal.
"Lu selama ini kenapa ga pernah cerita Sam, kan gua dh pernah bilang ke lu untuk cerita kalo ada masalah jangan lu pendem, ini lu sakit juga ga lu ceritain ke kita Sam" oceh Aciel.
"Sam, sekarang lu dah ga ngerasa sakit lagi ya, sekarang lu dah ga sakit-sakitan lagi, gua cuman bisa ikhlasin kepergian lu Sam" ucap Aarav.
"Selamat tinggal samudra akrasana, kita akan selalu mengenangmu" ucap semua teman-teman samudra.
"Dek, sekarang udah ga ngerasa sakit ya, maafin kakak ya, jadi kakak ga becus, gabisa ngejagain adeknya sendiri, maaf ya samudra, selamat jalan samudra akrasan" ucap Ayyara.
"Hai bang, maafin ana bang, ana jadi adek ga bisa ngejagain abang, abang terus yang selalu ngejagain ana, tapi sekarang ana udah ga ada yang ngejagain ana kaya abang lagi karna abang udah pergi, ana pengen dijagain abang kaya kemaren-kemaren, ana kangen abang tapi ana harus ikhlasin abang biar abang tenang disana sekarang abang udah ga ngerasa sakit lagi, byee abang, selamat jalan abang samudra akrasananya ana" ucap ana.
"Bang, maafin bunda yang ga ngejagain kamu, maafin bunda sama ayah yang udah pisah dan ninggalin kamu bang, sekarang abang udah ga ngerasa sakit ya, bunda kangen abang, kangen senyuman abang, maaf abang bunda nyesel kalo waktu bisa diputar bunda ga bakal ninggalin Abang, selamat jalan anak bunda, samudra akrasana" ucap Arabella.
"Bang Sam, maafin ayah yang ngerawat kamu, maafin ayah sama bunda yang ninggalin kamu karna keegoisan ayah sama bunda, abang ga berniatan bangun emang enak tiduran diatas tanah, ayo bangun bang kita main bareng, abang pengen main apa ayo main bareng ayah, ayah kangen abang, abang ga mau ya, disana abang udah ga ngerasa sakit lagi, maafin ayah dan selamat jalan samudra akrasana, anak gantengnya ayah" ucap Aditya.
[Maaf ceritanya ga jelas🙏🙏🙏]