Merlin dan Nico pergi ke kerajaan otto untuk membaca dua buku sihir yang tersimpan di pohon kebijaksaan, yaitu sebuah pohon yang didalamnya tersimpan banyak buku sihir, karya sastra dan lainnya. Ibukota kerajaan otto berada di kota kufara sebuah kota yang maju dan satu-satunya kota didunia yang tidak pernah diserang bangsa aznos karena kota tersebut dilindungi oleh tembok kota yang berjumlah tiga lapis yang berbentuk lingkaran sempurna dan memiliki tinggi 24 meter, mengelilingi kota tersebut. Tidak hanya itu kota ini juga dilindungi parit dan tembok pertahanan disekelilingnya.
Mereka mendarat di salah satu pelabuhan.
"Ayo kita masuk.", kata Merlin mengajak Nico
"Woah, kota yang sangat indah.",ucap Nico memuji arsitektur kota.
Kemudian Nico melihat sebuah pohon yang menjulang tinggi di tengah kota.
"Pohon apa itu kakak?", tanya Nico sambil berjalan ke pohon itu
"Itulah yang kusebut sebagai rumah ilmu, karena disana banyak karya sastra, buku sihir dan lain-lain
"Apa kamu pegal untuk berjalan?", tanya Merlin
"Bagaimana kalau kita kesana dengan menaiki unta yang disana ?", tanya Merlin sambil menunjuk di salah satu orang yang menyewakan unta miliknya.
"Baiklah kakak.", jawab Nico
Kemudian mereka berdua naik unta ke pohon kebijaksaan.
Setelah beberapa saat, mereka sampai di depan pohon kebijaksaan.
"Baik ayo masuk.", kata Merlin
Kemudian mereka berdua masuk.
Mereka berdua membaca buku sihir, kemudian Augustus berjalan dan duduk didepan Merlin dan Nico.
"Kalian siapa ?, saya kok baru melihat kalian.", tanya Augustus
"Apa anda memanggil saya ?", tanya balik Merlin
"Iya.", jawab Augustus
"Oh saya Merlin, dari kerajaan wiz.", jawab Merlin
"Kalian kenapa jauh-jauh kesini ?", tanya Augustus
"Kami mendengar disini banyak buku sastra dan sihir.", jawab Merlin
"Oh iya apa dia adikmu ?", tanya Augustus
"Iya mengapa ?", tanya balik Merlin
"Tidak, aku hanya merindukan adikku yang mungkin meninggal belasan tahun lalu.", jawab Augustus
"Benarkah, kenapa ?", tanya Nico
"Kebakaran.", jawab Augustus
Merlin dan Nico berjalan kesamping Augustus lalu merangkulnya.
"Ya semoga adikmu masih hidup, dan kalian berdua saling bertemu.", kata Merlin sambil merangkul Augustus dengan hangat.
"Semoga.", kata Augustus.
Beberapa jam kemudian
Setelahnya mereka membaca di kota kufara , mereka pulang dengan menggunakan kapal.
(Latar berada di setelah chapter 23 dan sebelum chapter 24)