Pukul Jam 07.00 berdering di jam kesayangan Evangline bertepatan dengan masuknya kantor perusahaan. Nona CEO cantik pun turun dari mobilnya dan masuk ke Perusahaan Adiwijaya Anugerah, perusahaan terkenal yang dia capai sampai bercabang di seluruh negara. Asal mula perusahaan tersebut memang punya Ayah tercinta Adiwijaya , namun sang ayah tutup usia dan perusahaan kolaps. Eva pun mengambil alih agar tidak bangkrut terlalu jauh saham perusahaan nya.
Semua karyawan berbaris untuk menyambut Sang Nona..
" Selamat pagi Bu Eva"... seluruh karyawan mengucapkan.
" Ya selamat pagi semuanya".
Tiba-tiba seorang pria muda yang tidak jauh dari umur Nona CEO pun berbaris mengantri, dan terlihat lah oleh sang nona bahwa pria tersebut terlambat menyambut dirinya.
" Ada apaa ini !?, heh kamu !!".
Eva pun menunjuk pria muda dengan setelan kemeja warna navy.
"Iya Bu ada apa??. Sahut Xavier
"Kamu itu tau kan kesalahan kamu apa!!".
" Iya Bu saya tahu kesalahan saya, saya terlambat masuk kantor Bu".
" Bagus, Pinter kamu, Nama kamu siapa??, wahh kamu punya salah lagi sepertinya name tag kamu mana!!".
"Waduh celaka... haduh name tag ku ketinggalan di rumah". batin Xavier
"Saya XavierThomas Bu, kalau untuk name tag saya.. ketinggalan Bu".
" Oke tidak apa-apa, kamu sekarang ikut saya ke ruangan!! ".
Xavier pun bergegas cepat mengikuti Eva dari belakang melewati lorong yang amat panjang hingga sampai di ruangan Nona CEO.
" Saya punya berkas yang belum di kerjakan, tolong kamu cepat kerjakan dan saya tunggu kamu serahkan berkasnya sebelum makan siang. Apa kamu mengerti!!".
"Baik Bu saya Mengerti". Sahut Xavier
Xavier mengebut berlarian di lorong kantor yang sangat amat jauh dari ruangannya, akhirnya Xavier pun sampai di ruangan nya dan langsung mengerjakan berkas berkas yang di kasih oleh Nona CEO. Dengan kekuatan penuh dan amunisi yang banyak tersimpan, akhirnya Xavier bisa menyelesaikan tugas dari Nona CEO dengan tepat waktu.
"Akhirnya selesai juga tugas dari Bu galak kerempeng itu, aku telat hari ini aja di kasih tugas yang harus di selesaikan 1 bulan yang akan datang". batin Xavier
Xavier bergegas cepat ke ruangan Eva.
Sesampainya di ruangan Eva, Xavier sangat amat kaget karena ada seorang Pria dengan postur tubuh atletis yang menodong pistol ke arah kepala Nona CEO tersebut.Xavier mencari cara agar menyelamatkan sang nona.Akhir nya ketemu sebuah pistol di laci, dan ternyata pistol tersebut milik sang nona.Tanpa berfikir panjang Xavier menarik pelatuk tersebut ke arah pria tersebut, naas peluru melenceng terkena tangan pria tersebut. Pria itu memalingkan badan nya ke arah Xavier dan Xavier terkejut.
" Pak Aditya!!!(terheran dan tidak berkedip)".
"Apa yang Bapak lakukan terhadap Ibu Eva, Ibu Eva sangat baik terhadap Pak Adit beliau selalu menuruti ucapan Anda, Ibu Eva adalah tunangan yang sangat sempurna buat Pak Adit".
"Diam kau jangan ikut campur urusan Saya dan Eva,saya begini karna dia!!".Sahut Aditya yang sedari tadi mengacungkan pistol ke arah Eva.
"Kamu itu buta atau di guna-guna oleh perempuan itu, selama ini saya selalu setia sama kamu tapi kamu selalu saja menyakiti hati saya, dan sekarang saya dapat laporan kalau si Pelac*r kamu itu hamil, bagaimana rasa nya di khianati oleh tunangan sendiri bahkan sekarang sudah mempersiapkan untuk acara pernikahan, Memang dasar kau B*ji*ngan".Ujar Eva
"Jaga Ucapanmu itu Evangline!!, Chalondra adalah Ibu dari anak-anak saya. Jika kamu terus mengusik kehidupan Saya dan Chalondra, saya tidak akan main-main untuk menghancurkan martabat kamu. Saya kesini ingin membatalkan pertunangan denganmu Eva".Ujar Aditya
" Baiklah kalau itu maumu saya akan turuti Pak Aditya yang terhormat,sekali-kali bawalah calonmu makan bersama saya dan kamu. Saya ingin melihat kecantikan Pelac*** itu yang memikat mata Pak Aditya".Sahut Eva sambil cengengesan dengan bangga.
"Dasar wanita bebal tidak mendengar apa yang saya bicarakan".Aditya menarik pelatuk tersebut lalu menodongkan ke kepala Eva, sedang kan tangan kiri nya merogoh sesuatu di dalam saku celana nya.
" Lihat ini Eva,saya akan mebombadirkan perusahaan yang telah ayahmu bangun bertahun-tahun dengan tenaganya".Sahut Aditya dengan bangga mengeluarkan remot bom waktu yang menjadi kartu As untuk rencana selanjutnya.
Aditya pun meng aktifkan remot bom yang telah di pasang di semua sudut kantor dan perusahaan Adiwijaya Anugerah pun telah hancur lebur..
Eva & Xavier pun melintas waktu dan akhirnyaa.....
Bersambung...
Tunggu lanjutan nya ya teman-teman.