Bel istirahat pun berbunyi, semua siswa di kelas ku akhirnya berkeluaran kecuali aku dan seorang lelaki bertubuh besar yang memiliki rambut kriting dan Juga berkulit sedikit hitam dia adalah Tono. Tono merupakan teman dekat ku yang sangat baik dan sopan, Tetapi berbeda dengan aku yang sangat tidak sopan dan sangat suka berkata kasar terlebih lagi keras kepala.
Dengan keadaan kelas yang hening Aku berjalan mendekati Tono dengan niat untuk mengajak ngobrol. Aku bertanya kepada Tono tentang rumah kosong yang ada di dekat rumah Tono. Rumah tersebut merupakan bekas seorang pengusaha jaman dulu yang kini telah bangkrut sehingga orang tersebut pindah ke kota lain yang membuat rumah tersebut di kosongin dan juga tidak terawat. Aku pun mengajak Tono untuk melihat keadaan rumah tersebut, "eh ton, gimana kalau kita kerumah kosong itu yok!" Ucap ku. Lalu Tono pun menerima tawaranku,"hmm... boleh deh" jawab tono. Akhirnya kami janjian bertemu di rumah Tono setelah pulang sekolah.
sesampainya di rumah aku pun langsung mengganti pakaianku lalu berangkat menuju rumah Tono menggunakan sepeda, diperjalanan aku singgah ke sebuah warung untuk membeli minuman dan juga permen. Diperjalanan menuju rumah Tono aku mendengar suara bising dari motor-motor orang yang lewat, "ih berisik banget sih geber geber, buat apaan coba begitu" ucapku. Singkat cerita aku sampai ke rumah Tono dan akhirnya berangkat barengan bersama Tono ke rumah tersebut.
Sesampainya di rumah tersebut aku melihat rumah tersebut sangat kumuh dan juga rumput - rumput di sepanjang halaman rumah tersebut sangat panjang. Tono memberitahukan kepadaku untuk tidak usah masuk ke dalam rumah tersebut karena kita tidak tahu apa yang ada di dalam nya,"kita lihat-lihat di bagian luar saja ya ga usah masuk ke dalam" ucap Tono. Tetapi aku menghiraukan omongan Tono dan tetep kekeh mengajak Tono masuk ke dalam rumah tersebut, "Aelah ngapain takut sih kan ini rumah kosong doang ga ada apa-apa" ucap ku. Kami memasuki rumah tersebut sambil memakan permen yang aku beli tadi di perjalanan ke rumah Tono dan aku langsung membuka permen tersebut lalu membuang sampah permennya sembarangan di dalam rumah tersebut.
Saat berada di dalam aku tidak sengaja kesandung sebuah batu sehingga aku terjatuh yang membuat aku pun keceplosan berkata kasar. Tono pun menegur ku untuk tidak berkata kasar di tempat ini karna tempat ini dikatakan orang-orang sekitar sering ada penunggunya, setelah mendengarkan perkataan Tono aku sedikit ketakutan.
Di tengah -tengah perjalanan aku mendengar suara aneh dari sebuah ruangan lalu aku pun berjalan menuju ruangan tersebut dan pada saat memasuki ruangan tersebut tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang menutupi mataku, Awalnya aku mengira bahwa itu adalah Tono tetapi pada saat tangan tersebut di buka aku tiba-tiba berada di sebuah hutan yang sangat gelap dan Juga hawa dari tempat tersebut sangatlah menyeramkan karena aku mendengar suara burung hantu. Disaat aku masih kaget dengan apa yang telah terjadi tiba-tiba muncul sesosok hitam yang bergerak dengan sangat cepat dihadapan ku.
Aku pun ketakutan dan berusaha mencari -cari Tono, Tetapi tidak membuahkan hasil aku pun menangis ketakutan karena tidak ada seorang pun yang ada di sana. aku mulai bersandar di sebuah pohon dan menyesali perbuatan ku tadi yang membuang sampah sembarangan dan juga berkata kasar.
Setelah aku menyadari perbuatanku tadi akupun mulai berjalan lagi untuk mencari jalan keluar dari hutan tersebut. Lalu beberapa saat kemudian aku melihat sebuah cahaya putih yang sangat terang aku pun berjalan mendekat menuju kearah cahaya tersebut dan sesampai nya menujunya cahaya tersebut tiba-tiba aku pun terbangun dari tempat tidur ku. Aku langsung mengecek handphone untuk membuka WhatsApp dan ternyata Tono sudah mengechat ku dari tiga jam yang lalu karena aku tidak datang kerumahnya untuk melihat ruang kosong tersebut. Jadi aku sangat kaget dan juga bersyukur karena kejadian tadi hanyalah sebuah mimpi.
Dari mimpi tersebut akhirnya aku sadar bahwa aku harus merubah perilaku ku agar tidak berkata kasar lagi dan juga berperilaku sopan di manapun aku berada.