Alkisah, ada seorang ibu dan anaknya yang tinggal di dekat hutan . Mereka sangat miskin sehingga mereka tinggal di pondok yang kecil dan jelek , Mereke juga menggunakan pakaian usang . Karena mereka miskin mereka tidak bisa membeli baju dan tinggal seperti orang orang lain di desanya .
Ibunya hanya bekerja sebagai pencuci piring di desanya , penghasilan yang di dapat dari ibunya sebagai pencuci piring saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan anaknya sehari hari. Ibunya memilih untuk melakukan pekerjaan sampingan sebagai penjual kerupuk dan pengasuh anak di desanya , ibu memiliki anak yang masih kecil .
Anaknya ingin sekali bersekolah seperti anak pada umumnya, tetapi karena mereka miskin dan tidak memiliki uang untuk membayar biaya sekolah anaknya . Akan tetapi , sang ibu terus berusaha keras untuk mencari uang agar anaknya bisa bersekolah seperti anak pada umumnya . Meskipun dia harus bekerja dari pagi sampai malam , dia tidak pernah menyerah untuk mencari uang agar dapat menyekolahkan anaknya itu . Karena itu ibunya memilih untuk melakukan pekerjaan tambahan dengan menjual ikan asin di desanya , dia di desanya dikenal sebagai wanita tangguh dan pekerja keras .
Di desa itu anaknya juga ikut membantu ibunya berjualan kerupuk dan ikan asin setiap harinya . Pada saat , berjualan di pinggir sungai anaknya melihat anak anak yang lain sedang asik bermain sepeda, anaknya yang melihat itupun juga ingin bermain sepeda seperti anak anak itu ,dia meminta kepada ibunya agar dibelikan sepeda seperti anak anak di depan nya "ibu aku juga ingin bermain sepeda seperti mereka " ujar sang anak , ibunya tau bahwa anaknya ingin sama seperti orang lain tetapi karena mereka miskin dan tidak memiliki uang yang cukup mereka tidak bisa melakukan apapun itu seperti membeli barang-barang, seperti orang orang di desanya .
Pada saat , itu ibu melihat raut wajah anaknya yang begitu ingin bermain sepeda seperti anak-anak itu , terlihat dengan jelas sekali hati dan pikiran ibunya sangat bingung bagaimana caranya agar bisa mendapatkan uang lebih dan bisa membeli sepeda untuk anaknya itu . Saat dirumah ibunya terus berpikir bagaimana cara agar bisa membeli sepeda untuk anaknya itu , setelah beberapa jam terdiam merenung dia terpikirkan untuk menambah pekerjaan sampingan. Dia mencari pekerjaan sampingan yang di dekat desanya sebagai tukang kebun di rumah tetangga nya itu , penghasilan yang di dapat sebagai tukang kebun itu cukup banyak dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup nya dan anaknya , tidak lupa juga ibunya menyisihkan sedikit uang dari hasil bekerja nya .
Pada saat , mereka berjualan seperti biasanya anaknya melihat ada beberapa anak sedang bermain , dia yang melihat juga ingin ikut bermain bersama dengan anak anak itu , akan tetapi dia sadar bahwa itu tidak lah mungkin karena anak anak itu tidak akan mungkin mau menerima dia dan bermain dengan nya karena pakaian dia yang jelek dan kotor , anak anak itu pasti akan merasa tidak suka dengan kehadirannya . Ibunya yang melihat raut wajah anaknya itu langsung merasa sedih karena dia tidak bisa memberikan yang terbaik pada anaknya itu , malam hari nya ibu tidak bisa tidur karena dia masih terpikirkan bagaimana jika dia membelikan baju untuk anaknya. Uang tabungan dia juga masih belum cukup untuk membeli sepeda dan baju baru untuk anaknya itu .
Sang ibu tidak menyerah untuk semua hal itu . Pagi nya dia bekerja seperti biasanya bahkan saat bekerja dia lebih bersemangat dari biasanya, sang ibu terus akan berusaha untuk mencari uang agar bisa memenuhi kebutuhan mereka .
Suatu hari, ada wabah yang menyebar dengan cepat di desa nya . Bahkan banyak korban yang sudah terinfeksi oleh wabah itu , Dokter di desa itu juga mengatakan bahwa " agar wabah ini tidak terus menyebar ke seluruh desa ini dan tidak memakan korban jiwa lagi , lebih baik untuk seluruh warga yang ada di desa untuk melakukan tes setiap 3 hari sekali dan melakukan vaksin agar dapat mencegah wabah ini menyebar ke tubuh ". Orang orang terus membicarakan tentang wabah yang dengan cepat menyebar hampir ke seluruh desa ini , ibu yang mendengar akan hal itu dia terus berhati-hati agar tidak terinfeksi oleh wabah itu . Ibunya juga ingin mengikuti vaksin dan tes tetapi dia tidak memiliki biaya untuk itu .
Pada saat duduk di dekat sungai ibu mendengar orang orang itu mengatakan bahwa "aku melihat ada anak anak yang sedang bermain , dan ada salah satu anak itu yang sudah terinfeksi oleh wabah " ujar orang orang desa . Ibu yang mendengar hal itu terkejut dan langsung terpikir kan oleh anaknya karena anak nya tadi juga ikut bermain bersama dengan anak anak itu , karena khawatir dengan hal itu ibu langsung pulang kerumah untuk memeriksa anaknya karena takut akan terjadi sesuatu pada anaknya , saat di perjalanan pulang ibu memiliki perasaan yang tidak-tidak pada anaknya itu dia benar benar takut akan hal itu , jadi dia langsung berjalan sambil terburu-buru.
Setelah sampai di rumah dia langsung membuka pintu rumahnya dan terkejut karena melihat anaknya yang sudah berbaring di lantai dengan merintih kesakitan dan tubuh nya yang lemas tak berdaya . Sang ibu panik dan sangat khawatir, ibunya tanpa berpikir panjang langsung membawa anaknya ke dokter sesampai nya di dokter , dokter itu mengatakan bahwa anaknya telah terinfeksi oleh wabah tersebut , dokter juga mengatakan bahwa "anaknya terinfeksi wabah akan tetapi tidak begitu parah jadi masih bisa sembuh " . Dokter juga mengatakan bahwa " lebih baik anak ini di rawat di rumah sakit dan melakukan vaksin agar dia bisa cepat kembali normal " , akan tetapi biaya di rumah sakit itu cukup mahal , dan sang ibu tidak mampu untuk membayar dokter itu . Jadi nya memilih untuk merawat anaknya sendiri .
Setelah kembali kerumahnya ibu sangat bingung dan dia merasa sedih dengan keadaan anaknya yang sekarang , anaknya terus merintih kesakitan , ibunya yang mendengar suara anaknya yang merintih kesakitan itu terus berjuang mencari cara agar bisa menyembuhkan anaknya .
Ibunya pun memilih untuk keluar rumah dan mencari obat untuk anaknya itu. Pada saat di jalan dia mendengar orang-orang di desa mengatakan bahwa ada obat herbal yang bisa menyembuhkan wabah yang sedang menyebar di desanya . Ibu yang mendengar hal itu langsung menuju ke orang orang itu dan bertanya tentang obat herbal itu , orang orang mengatakan bahwa " obat herbal itu berada di dalam hutan ", setelah mengetahui hal tersebut ibunya langsung bergegas mencari obat herbal itu ke dalam hutan .
Setelah menuju ke dalam hutan ibu mendapatkan beberapa akar herbal , setelah mendapatkan akar herbal itu ibu langsung kembali ke rumah dan membuat obat itu untuk anaknya yang terinfeksi wabah itu.
Beberapa bulan pun berlalu, anaknya yang sakit sakitan kini kondisinya mulai pulih dengan seiring berjalannya waktu dan kini kondisinya sekarang sudah sembuh dari penyakitnya itu.
Akan tetapi , sayang nya sang ibu malah ikut terinfeksi penyakit wabah itu setelah anaknya sembuh. Anak nya merawat ibunya yang sakit itu , namun tubuh ibunya begitu lemas dan kurang tidur , tubuhnya tidak mampu menahan penyakit itu dan pada akhirnya ibunya meninggal karena tidak kuat menahan .
Setelah beberapa hari setelah ibunya meninggal anaknya menangis dan menyadari bahwa ibunya telah memberikan cinta sejatinya sampai akhir hayat ibunya .