Nama-ku sonia aku ingin menceritakan betapa indahnya kebersamaan.Dulu... Waktu SMP aku selalu bertengkar dengan teman sekelasku,dia adalah Yulia.Setiap kali aku bertemu dengan-nya dia selalu menatapku dengan tatapan sinis bahkan sampai mengeluarkan ucapan yang tak pantas di dengar dari mulutnya,aku sendiri heran dengan sikap-nya seperti...dia seolah-olah menganggap-ku saingan.Padahal waktu kecil aku dan Yulia selalu bersama,bagaikan keluarga.Namun,itu semua hanya tinggal kenangan.
Akan tetapi,setelah aku mengenal alya pertengkaran antara aku dan Yulia kini mulai mereda,"Bagaimana bisa?"Lagi dan lagi aku heran,mengapa aku bisa sekolah di SMA yang sama dengan-nya(yulia) bahkan satu kelas.Padahal waktu perpisahan smp aku berharap aku tidak akan melihat muka-nya lagi karena aku sudah muak dengan sikap-nya,ternyata malah sebalik-nya,"apakah itu semua hanya kebetulan? Atau itu adalah sebuah takdir? ".
"tau gak si?,dia tuh orang-nya pengen menang sendiri,jadi gausah ditemenin.mending kamu temenan sama aku aja"kata yulia menghasut alya,"Aku si mau aja temenan sama kamu,tapi kamu juga harus temenan sama Sonia"ucap alya,"kenapa harus dia?"tanya yulia," Terus?,kenapa kamu nanya kayak gitu?,kita semua kan teman"jawab alya.
Setiap hari alya selalu berusaha mempersatukan aku dan yulia meskipun sulit tapi yang namanya usaha tidak akan menghianati hasil begitu pun usaha alya berhasil membuat aku dan yulia kembali seperti dulu."Sonia maafin aku ya,ternyata selama ini aku yang egois,aku selalu memandang-mu sebagai saingan-ku,sampai akhirnya aku sadar bahwa kamu adalah teman-ku bukan saingan-ku,,tolong maafin kesalahan aku selama ini ya"ucap yulia,"aku maafin kok,maafin aku juga"ucap sonia,"Nah gitu dong,mulai sekarang kita adalah teman"alya.
Kini hari-hariku terasa indah,pertemanan yang begitu hangat bagaikan mentari di pagi hari."pokoknya waktu perpisahan kita harus foto bertiga"kata alya,"harus dong"lanjut yulia,"semoga kita semua panjang umur"kata sonia,"Aaminnn"ucap alya dan yulia.
"Pulang jalan kaki aja yok biar seru"kata yulia,"yuk!"jawab alya dan sonia dengan girang."alya ayok pulang"ajak ayah alya,"alya mau pulang sama temen-temen aja"Jawab alya,"kita jadi gak enak,mending kamu pulang sama ayah kamu aja,kasian lho pulang kerja langsung jemput kamu"sonia,"iya,lain kali kita pulang bareng"yulia,"tapi kan,aku juga gak enak sama kalian"kata alya,"gapapa kok,iya kan yul?"tanya sonia,"iya,kamu duluan aja"jawab yulia,"yaudah,kalo gitu aku duluan ya"ucap alya.
Keesokan harinya....
"Alya kemana ya,kok gak ada?"tanya sonia,"iya gak kayak biasa-nya,dia kan paling rajin sekolah"jawab yulia,"biasa-nya juga jam segini udah ada di kelas"kata sonia.
"Assalamu'alaikum"salam bu guru
" Walaikumsalam"jawab siswa-siswi
"Oh ya...Maaf sekolah kita telat memberi informasi atas kejadian kemarin sore,karena memang keadaannya sedang mendesak jadi pihak keluarga belum sempat menghubungi kepala sekolah dan juga guru-guru disekolah"ucap bu guru.
"Maaf bu,memang-nya kenapa ya?"tanya sonia,"kita semua kehilangan teman kita,turut berduka cita atas kepergian alya ayunanda,semoga beliau diterima disisi allah swt dan surga untuknya"jawab ibu guru,"lho bu,kenapa bisa meninggal?"tanya yulia,"jadi,waktu pulang sekolah alya sama ayah-nya kecelakaan,Rem motor ayah alya blong sehingga mereka jatuh ke jurang dan jasad-nya ditemukan pada pukul 08.00 malam"jawab ibu guru,"innalillahi wainnailaihi roji'un"ucap semua siswa/siswi,"padahal kemarin masih main sama kita"kata sonia,"itu lah takdir,kita semua tidak tahu kapan kita meninggal,bisa jadi hari ini,besok atau kapan pun itu,intinya kita semua harus siap untuk menerima takdir yang allah berikan,kita kirim-kan do'a saja kepada teman kita alya"ucap Ibu guru.
3 bulan kemudian...
Setelah kepergian alya aku dan yulia merasa kehilangan seseorang yang berharga,Namun kita bisa melewati semua itu dengan saling menguatkan satu sama lain,dan sampai saat ini aku dan yulia masih bersama berkat-nya.
"Cisss"yulia
"Aku gak nyangka yul,kita bisa bersama seperti ini,dari dulu aku pengen banget di acara perpisahan,kita foto bersama"kata sonia,"sama kok,aku juga gak nyangka nia,tapi liat sekarang,kita bisa foto bersama,canda dan tawa,sedih dan senang,tanpa kita sadari kita sudah melewati itu semua,takdir mempertemukan kita dengan alya aku beruntung bisa mengenalnya,berkat dia...kita berdua seperti layak-nya keluarga"yulia.
"TERIMAKASIH ALYA"ucap yulia dan sonia