diambil dari kisah nyataku dan kehidupan hidupku, dulu aku adalah seorang gadis desa yang dijuluki dengan kembang desa, para pemuda dikampungku tertarik padaku yang cantik jelita, tetapi aku tidak menyukai Meraka semua. Dan aku lebih memilih dijodohkan dengan pilihan orang tuaku antara kedua orang tuaku dan kedua orang tua dia adalah satu pertemanan waktu sd,dan aku beranggapan kalau perjodohan adalah salah satu yang terbaik bagiku karena yang menilai bukan diriku tapi orang tuaku, dan aku yakin bahwasanya perjodohan ini membuat keluarga kecilku akan bahagia suatu saat nanti, lanjut cerita aku dipertemukan oleh kedua orang tuaku dengan calon suamiku, setelah aku melihatnya dia seakan baik dan tidak kasar terhadapku sedikit demi sedikit aku tertarik padanya. Setelah pertemuan antara orang tuaku,aku, dan dia, aku menyetujui atas perjodohan itu dan setiba dalam seminggu dia datang menemuiku bersama kedua orang tuanya, setelah pertemuan itu sebulanya kami langsung menuju kejenjang pernikahan dengan kesederhanaan, seminggu dari pernikahan kami antara aku dan dia, dia izin kepadaku untuk mencari pekerjaan ke luar negeri atau TKI, dan aku mengizinkannya untuk pergi bekerja ke luar negeri, setalah kesepakatan antar aku dan dia, maka dia Minggu kedua dipernikahan kami dia berangkat keluar negeri untuk bekerja,dan dia ditempatkan di Arab Saudi sebagai pelayan restoran. Setelah satu bulan dia bekerja di Arab Saudi Alhamdulillah dia menafkahiku walaupun ada badai yang sangat menerpa dari perkataan dia yang menyakiti hatiku, aku hanya butuh nafkah walapun aku tak diberikan nafkah batin. Singkat cerita setelah lama dia bekerja dia Arab Saudi akhirnya dia pulang ke Indonesia. dengan hatiku yang senang aku sambut dia dengan kehangatan sehangat mungkin, setelah seminggu dari dia tinggal di Indonesia dia berubah dengan ucapan yang sangat kasar dan main fisik terhadap ku.