Tik tik tik tik
Betapa menyebalkan nya hujan hari ini yang menyebabkanku harus terlambat pulang dan berkencan dengan kasurku, sangat menyebalkan. Hanya ditinggal mengambil uang di ATM saja padahal, kenapa awan hitam langsung cepatnya berkumpul dan menahanku disini,
Tuhan maafkan aku, bukannya aku tidak bersyukur dengan hadirnya hujan tapi tolonglah, tidak ada seseorang yang bisa menjemputku bahkan menawari tumpangan dengan romantisnya tidak adaaaa ...
Mau tak mau, aku harus mengeluarkan payung yang selalu kubawa, definisi sedia payung sebelum hujan, dan aku pun berjalan di trotoar pinggir jalan raya untuk mencegat angkot. Masih setia dengan dumalan ku, sepertinya alam semesta sedang marah padaku juga, hingga membawaku pada kesialan-kesialan beruntun.
Sraaashhh!!!
"KYAAAAA bajukuuuuuu hiks hiksss!"
Dengan kurang ajarnya sebuah mobil lewat dengan kecepatan penuh dan mencipratkan genangan air ke arahku, tidakkah pengemudi itu melihat bahwa ada gadis cantik yang sialnya Jomlo tengah berdiri dipinggir jalan hanya dengan alas payung yang belum tentu menghindarinya dari air, seperti kejadian barusan yang menimpanya contohnya.
Betapa malangnya nasib mu Willow ... Aku bahkan baru mencuci seragamku kemariiiinnn dan sisanya masih kujemur yang ku tidak yakin sudah kering mengingat sudah dari pagi juga matahari tak menampakkan sinar teriknya, hanya ada gumpalan awan yang ternyata sekarang menjadi puncak turunnya hujan deras.
Belum cukup kesialan seorang Willow hari ini, saat hendak mengambil tisu di tasnya untuk mengelap wajahnya yang terkena cipratan tadi, tiba-tiba ada sosok hitam cepat dengan sekali tarikan merampas tas Willow dan berlari kencang menyusuri trotoar, Willow menatap gamang orang itu.
Dan perlahan air matanya jatuh menyatu dengan derasnya hujan, payungnya sudah tergeletak ditrotoar karena tangannya tak bisa lagi menggenggam erat.
Willow ambruk dan menangis sekencang-kencangnya, uang bulanan yang dikirim orang tuanya dari kampung ... lenyap begitu saja.
"Hiks hiksss Tuhaaaann maafkan Willow jika dosa Willow memang banyak tapi jangan uji Willow dengan cobaan seperti iniii hiksss hikssss Tuhan tau tidak jika Willow sudah menenggak SPP berbulan-bulan?!!! Hikss hikssss, Ya Tuhaaaann, Hiks hikss,"
Tamat sudah riwayat Willow, kini ia tak peduli lagi dengan bajunya yang sudah kotor, tak peduli lagi dengan apapun dalam dirinya karena sekarang rasanya dia ingin mati saja.
KENAPA??!!! Kenapa hidupnya seperti ini, apa salahnyaaa??!!
Dia hanya anak rantau yang mencoba mengadu nasib lewat pendidikan di Kota. Dia anak biasa yang menjadi harapan besar bagi kedua orangtuanya agar hidupnya kelak bisa menjadi lebih baik lagi jika Willow bisa menjadi orang sukses.
Sekarang tak ada harapan lagi,
Disekolah ia selalu di bully sebagai anak kampung oleh siswa-siswi di sekolahnya yang notabene sekolah Elite. Tak ada yang mau berteman dengannya meskipun dia menjadi siswi dengan predikat murid terpintar. Sekolahnya menganut sistem kasta, tentu saja tak ada yang mau dengan Willow meskipun Willow memiliki otak cerdas.
Dia sudah terancam di DO oleh sekolah karena SPP nya yang enam bulan berturut-turut belum terbayarkan, mau bagaimana lagi, orangtuanya belum bisa membayar,
Willow susah payah masuk disekolah ini, dulu ayahnya petani sukses yang bisa membiayai pendidikannya saat itu, tapi karena suatu insiden wabah hama yang saat itu gencar-gencarnya, membuat orangtuanya jatuh sejatuh-jatuhnya dalam kebangkrutan, Willow yang saat itu masih di Kota dan bersekolah, hanya bisa menangis sedih mendengar kabar buruk itu.
Hingga akhirnya ia berusaha bangkit, mau bagaimanapun juga ia harus tetap melanjutkan pendidikannya, benar-benar berubah drastis, kini ia hanya tinggal di kos-kosan kecil yang lebih murah, uangnya benar-benar ia pakai untuk kebutuhannya yang paling prioritas. Terjadi banyak perubahan, dan Willow sedang berusaha keras menjalaninya.
Inilah yang dinamakan kerasnya hidup. Dan Willow mencoba bertahan.
Tapi sekarang tidak lagi, Willow sudah putuskan, dia sudah mencapai puncaknya.
Tak apa, dengan ini, orangtuanya tak perlu memikirkan biaya hidupnya lagi, dengan ini, tak ada lagi pikiran yang menekan orangtuanya bahwa masih ada dia yang harus diberi makan.
Dipinggir jembatan Willow menatap kosong.
"Ayah, ibu, maafin Willow, tapi mau bagaimana lagi, Willow udah mengecewakan kalian, uang kalian yang buat biaya SPP Willow udah lenyap, dan Willow bakal dikeluarkan dari sekolah, Willow emang anak gak berguna Ayah, Ibu, kalian sudah susah-susah mencari uangnya, tapi maaf, uangnya udah hilang Ayah, Ibu, maafin Willow yaaa, Willow pastikan setelah ini kalian tidak perlu berkerja keras cari uang lagi untuk kebutuhan Willow, Willow janji,"
Dan dengan ringannya ia melompat sambil menutup mata, sedikit tersenyum karena ternyata cukup menyenangkan juga, dia seolah terbang, ia merasakan tekanan udara yang ia terobos, sementara bumi menariknya terus untuk menuju kebawah, seolah memberikan pelukan selamat datang itu akhirnya ia akan jatuh ke tanah.
Sreg!!!
Greb!!!
Tidak mungkin!!!
Willow masih setia menutup matanya saat ia merasakan telapak tangan halus menyentuh kelopak matanya yang masih tertutup, dan Willow sudah tidak sadarkan diri.
👼👼👼👼👼👼👼👼
Willow membuka matanya perlahan, akhirnya ia bertemu surga.
Cih! Ternyata bukan surga, ternyata hanya kamar bernuansa putih semua.
Tuhan, ternyata Engkau masih baik sekali membiarkan ku hidup dan menjadi beban orangtua, bathin Willow sambil tersenyum lebar bak malaikat ... maut.
"Ahh, anda sudah sadar, biar saya periksa dulu," ucap Dokter dengan ramahnya, seketika aku ingin di rumah sakit saja dari pada harus kesekolah, rumah sakit lebih menyenangkan.
"Dok, kenapa saya bisa berada disini?"
"Ahh, tadi ada seorang nenek-nenek yang membawa mu kesini, ngomong-ngomong kamu bisa pulang hari ini, luka mu tidak parah, hanya benturan kecil, dan luka lecet ditangan dan dahi, bisa disembuhkan dengan obat merah,"
Aku melotot.
TOLONG DI ULANGI!!! DAN AKAN KU GARIS BAWAHI, BAHWA, LUKA MU TIDAK PARAH, HANYA BENTURAN KECIL DAN LUKA LECET DITANGAN DAN DAHI!!!
Aku sudah memperkirakan presentasi hidup ku lewat jembatan yang ku jadikan sarana bunuh diri demi Tuhan tidak mungkin jembatan dengan ketinggian lebih dari lima meter hanya memberikan luka ringan semacam ini!!! ASTAGA!!! Setidaknya patah tulang parah dan gagar otak deh!!! Bukan luka lecet macam ku jatuh dari sepeda!!!
Willow tersenyum lebar, ternyata memang lukanya separah itu yaaa, sekarang dia bisa berhalusinasi dengan lancar. Dokter itu meninggalkan ku dengan imajinasi ku yang sudah lancar. Sekarang tidak ada lagi logika yang akan masuk dalam otakku, aahhh bahagianyaaa, itu artinya aku tidak harus merasakan pahitnya hidup di dunia.
Grep!
Aku tidak sadar jika tadi ada seseorang yang masuk dalam kamar inapku dan langsung memelukku.
Dalam pelukan hangat dan nyaman, sungguh nyamaaann Ya Tuhaaaann ...
"Syukurlah Willow kamu nggak papa, aku sangat mengkhawatirkanmu!!!" Ucap seorang laki-laki dengan suara seraknya.
Tunggu!!!
Laki-laki!!!???
Segera aku menarik diri melepaskan pelukan itu, dan sekarang lihatlah, sosok laki-laki berdiri dengan gagahnya menatapku cemas namun sorot matanya sangat lembut dan penuh cahaya.
"WHO ARE YOUUUU?!!!!"
"Me? Your Boyfriend Willow, jangan begitu! Cukup aku mendengarmu jatuh dari jembatan tapi tolong jangan bilang bahwa kamu amnesia karena itu akan menyakiti hatiku setelah kenangan yang pernah kita lalui bersama dengan bahagia kamu melupakannya begitu saja jangan Willow jangaann,"
Willow melotot dan menatap kaget,
Boyfriend?!!?
Dia bilang Boyfriend??!! Dan segala kenangan apaaa Willow tidak tau, dan memang sepertinya Willow sudah berhalusinasi ... Melihat cowok tampan nan gagah perkasa, mengaku bahwa dirinya kekasih Willow, sungguh halu yang indah.
"Tadi dokter bilang nenek-nenek yang mengantar ku kesini,"
"Yah, dia sudah kuantar pulang, kasihan dia sudah tua, sekarang aku akan menjagamu,"
"Anda salah ruangan tuan, karena saya ingin berkata jujur bahwa saya tidak punya hummphhhh,"
DIA!!!!! WTF!!!! My first kiss was gone ...
"Kamu adalah Willow Anastasia, bersekolah di Cahaya Kencana Senior High School, orang tuamu adalah petani yang sempat merugi karena insiden hama, dan kamu bersekolah di kota, bertempat tinggal di sebuah Kosan Putri jalan Kenanga nomor lima puluh tiga, oh, makanan favorit mu adalah Sate ayam, bagaimana, dan aku adalah kekasihmu yang sudah menjalin hubungan dengan Willow Anastasia sejak kelas sepuluh dan puji Tuhan hubungan kita berjalan lancar hingga kita menjadi murid akhir tahun ini,"
Willow menatap tercengang, lalu memejamkan mata.
"Tolong, bangunkan aku kalau aku sudah di surga,"
"Shut up!!! Babe, kamu harus pulang, aku tau insiden ini membuat bathinmu terguncang, tenang saja, aku akan selalu disisimu,"
Dan diaaaa!!! Si Pemuda tampan yang mengaku sebagai pacar ku sejak kelas sepuluh yang bahkan aku tak mengetahui NAMANYA SIAPA??!!! Mengelus kepalaku lembut dan mengecup pelipis ku, dengan penuh perhatian menuntunku untuk keluar dari rumah sakit dan pulang.
Hikksss dan aku mencoba mengikuti takdir kali ini.
👼👼👼👼👼👼👼👼👼
Kata dia, aku suka memanggilnya Al, aku tidak tau kenapa.
Tapi sungguh aku nyaman bersamanya, dia pemuda yang sangat baik, dan hanya dalam hitungan detik aku kembali menemukan alasanku untuk melanjutkan hidup, kini ku memiliki alasan untuk tersenyum, dan setidaknya merasakan kebahagiaan hidup di dunia.
Aku jatuh cinta pada Al, aku menyayanginya!!!
Dia seolah menjadi hidup matiku dan aku tak peduli, hari-hari ku kuhabiskan bersamanya, bahkan ia membantu segala kebutuhanku, semua masalah lu hilang karena Al, karena Al dan aku mencintainyaaa sangat mencintainya.
Kini, dipinggir jalan trotoar, sehabis dari taman kota, aku dan dirinya berkencan, tangan kami bertaut sangat pas dan seolah ada lem disana, aku selalu suka saat aku menatapnya, aku selalu suka dan kembali dibuat jatuh cinta saat dia tersenyum kearah ku.
Aku tersenyum bahagia.
Al ... I want to live with you forever ...
Sesaat aku berhenti dan menatap bapak-bapak yang duduk ditrotoar sedang mengemis, kasihan ... tangannya sudah hilang semua, menyisakan lengan atas yang menggantung dikedua sisi tubuhnya, aku pun mengeluarkan dompet untuk memberikannya beberapa lembar uang.
Saat aku tersenyum menatap sang bapak-bapak sambil menyerahkan lembar uangku, bapak-bapak itu mendongak lalu terkejut, menatap ketakutan padaku dan langsung berlari dengan kakinya yang syukurlah masih bisa berjalan.
"Ehh, kenapa?" Heranku, Al kemudian menatap ku lembut, dan mengusap puncuk kepalaku sayang.
"Ayo menyebrang, kita pulang,"
Aku dan Al pun melanjutkan perjalanan, kami menyebrang untuk kemudian pulang menaiki bus kota yang haltenya terletak diseberang.
Sungguh! Pesona Al memang sehebat itu, hingga mataku tak henti-hentinya terus menatapnya, aku menatap Al seolah duniaku berpusat pada Al saja. Mataku tak bisa teralihkan, dia balas menatapku dan tersenyum semakin membuatku tak ingin berpaling barang sejenak saja.
Bodohnya, saat itu kami sedang menyebrang, dan mobil tak memiliki kesempatan untuk mengerem.
Kecelakaan benar-benar tak bisa dihindarkan!!! Sangat tidak bisa!!!
Yang kudengar hanya bunyi klakson yang memekakkan telinga, dan Al yang langsung mendekap ku penuh perlindungan.
TIIINNN TIIINNN
CIIIITTTSSSS
BRAK!!!
Aku membuka mata, dan kulihat sekelilingku Padang rumput, aku berusaha menyamakan cahaya yang masuk dalam netraku, mataku langsung berair dan aku menangis tersedu-sedu sembari memeluk kedua lututku.
Al berada disisi ku dan mengusap punggungku dengan lembut, menenangkan ku, tapi itu membuat tangis ku makin menjadi.
"Siapa kamu Allll hiks hiksss hiksss!!??😭😭😭" Aku berucap disela tangisku, aku sempat berfikir bahwa memang ada yang tidak beres, tapi aku terlalu terlena pada Al hingga melupakan suatu fakta.
"I love you dear,"
Al kembali mengecupku, aku masih menangis disana.
Al mengusap kedua pipi ku yang sudah basah oleh aliran sungai yang ku bentuk sendiri. Mataku perlahan menatap netranya dalam, kulihat cahaya yang berpendar terang namun tidak menyilaukan.
Dan aku seolah melihat kilas balik memori, menjadi seorang penonton.
Aku dapat melihat diriku yang menangis ambruk ditrotoar setelah insiden pencurian tas sekolahku, lalu aku melihat pencuri itu yang terus berlari hingga sampai pada sebuah gang buntu.
Kulihat ada Al yang menghadap pada pencuri itu dengan muka ganasnya, mendekat perlahan pada pencuri itu yang menatap Al ketakutan, pencuri itu gemetar dan berjalan mundur. Melihat Al saja pencuri itu sudah mati kutu.
Al membuka slayer hitam yang menutupi wajah pencuri itu bak masker, Damn it!!!! Itu bapak-bapak yang menjadi pengemis tadi,
Tash!
Tash!
Aku melotot, sangat cepat bahkan tidak ada satu detik kulihat tangan bapak-bapak itu sudah terpotong, Al dengan pelan mengambil tasku,
"Ini balasan karena kau sudah mencuri barang orang lain, semoga kau jera," dan Al pergi meninggalkan bapak-bapak itu dengan luka di tangannya.
Kejadian berganti dengan diriku yang sudah berada dipinggir jembatan, dengan tangisan ku yang masih saja bertahan, aku melangkah dengan ringannya menjatuhkan diri, dan disitu ada Al, ikut terjun seolah ingin menjemput ku juga, dan tak kusangka sebuah sayap lebar membentang dipunggung kekarnya, Al langsung memeluk dan menutup mataku lembut, hingga akhirnya kilasan memori itu berakhir.
Aku menatap kosong wajah tampan Al yang saat ini masih berhadapan denganku, tangannya masih mengusap pipiku.
"I love you," ucap Al sekali lagi.
Aku kembali menangis,
"Al, apakah kau akan pergi? Hiks hiksss,"
Al tersenyum dan memelukku,
"Tidak,"
"Al ... I love you ... hiks hikss,"
Aku mengurai pelukan kami, dan menatap Al penuh kesedihan, takut jika pemuda itu benar-benar ilusi yang sudah kubuat sendiri.
Perlahan pendar cahaya menyelimuti tubuh Al, sayapnya perlahan membentang, Al tersenyum lembut dan tulus padaku, wajah tampannya kembali mendekat kewajahku dan sekali lagi kumerasakan sentuhan lembut dibibirku yang benar-benar terasa nyata.
Dan kutahu dia bukan ilusi hanya saja dia bukan manusia.
👼👼👼👼👼👼👼👼👼👼
"Al ... kenapa namamu hanya dua huruf?"
Al tersenyum lebar padaku,
"Bukan dua huruf saja sayang,"
"Hah?!"
Al mendekap ku erat.
"Itu adalah dua kata,"
Aku mendongak menatap Al penuh tanya.
"Apa itu?"
"Angel Love,"
👼👼👼👼👼👼👼👼👼👼
OKEEE SEKIAN CERPEN DARI KUUU TERIMAKASIH UDAH SEMPATIN BACA LOVE YOU ALL
AAALLLL
ALLL
AL 😆😆👼👼👼😆😆❤️❤️❤️