~setiap pertemuan pasti ada perpisahan dan setiap perpisahan pasti akan ada pertemuan kembali~🍫
Malam ini malam tahun baru seorang gadis turun dari pesawat ia mengamati kota tersebut, kota dimana dirinya dilahirkan
Kota dimana dirinya bertemu dengan sahabat baiknya,kota yang sangat ia rindukan Tokyo
Karna orang tuanya masih ada urusan di Indonesia jadi dirinya memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Jepang
*Flashback on*
7 Tahun yang lalu
"Nii Chan ayo pulang"gadis kecil itu memegang erat tangan anak lelaki yang disebut nii Chan nya
"Iyaa bentar haru ambil tas dulu" gadis kecil itu tak mau melepaskan pegangan tangannya ia malah menggenggam semakin erat
Akhirnya haru pun mengambil tasnya bersama gadis kecil tersebut
"Haru Nii Chan,via mau es krim"haru menggelengkan kepalanya
"Nanti saja viaa kita pulang dulu nanti kamu dimarahin om Tante Karna beli es krim" gadis tersebut menyerutkan bibirnya ia sebal karna nga di beliin es krim
"Via mau es krim haru Nii channn..." Rengek via akhirnya haru pun membelikan es krim dengan sisa uang jajannya
"Nih cepet dihabisin jangan sampai om Tante tau kalo via makan es krim" via mengangguk
Setelah itu via kembali kerumahnya bersama dengan haru, ia melihat ada orang tuanya di sana,ia gembira bisa bertemu dengan mamanya itu
"Mama!!" Via langsung mendekap erat tubuh wanita itu ia sangat gembira dengan kedatangan mamanya
Haru udah pulang ke rumahnya karna via keliatan kangen banget sama mamanya
"Via... ikut mama pulang Yaa nak,mama mau ke tempat yang sangat jauh,jadi via harus ikut" via yang mendengarnya langsung mundur beberapa langkah
"Via nga mau pulang mama,via maunya di sini" dirinya merengek
"Tapi via, mama sama papa ada urusan di Indonesia dan itu nga cuma sebentar jadi via harus ikut" via semakin merengek kala itu ia tau dirinya akan terpisah dengan sahabatnya haru
"Pokoknya via nga mau pergi" ia berlari menuju rumah sahabatnya itu ia menangis sejadi-jadinya di hadapan sang sahabat
"Via kamu kenapa?jangan menangis haru disini" haru menepuk-nepuk punggung via
Via berhenti menangis tapi masih senggukan, pipi,hidung,mukanya merah karna menangis
"Via nga mau pindah haru,via maunya disini sama haru" haru menghapus sisa air mata yang masih tersisa di pipi via
Haru saat itu lebih tua 1 tahun dari via,walau begitu haru sangat menyayangi via selama ini mereka selalu bersama sama sampai akhirnya via diajak orang tuanya untuk ke Indonesia
"Via" via menoleh ke arah haru
"Via harus nurut apa kata mama via ya" ucap haru lembut
"Tapi via nga mau pisah sama haru,via nga punya teman selain haru" via menangis lagi kali ini lebih kencang
"Viaa... Via kita nga akan selamanya pisah kok, suatu saat kita pasti juga bertemu jadi tenang saja,sudah jangan menangis lagi,kalo via masih menangis nanti haru pergi loh" ucapan haru membuat via langsung berhenti menangis,ia berusaha menghapus air matanya
Via tidak terlalu paham apa yang dimaksud haru Karna dirinya masih terlalu kecil untuk menelaah semua kalimat yang haru lontarkan
"Ayo bermain dulu"ajak haru via mengangguk sambil tersenyum bahagia
Mereka berdua bermain bersama hingga mama via datang menghampiri keduanya
"Haru, via pamit dulu Yaa" mama via menarik lengan gadis kecil itu meninggalkan haru yang akhirnya terisak disana sendirian
*Flashback off*
Haru.. gue kangen banget sama lo,gue berharap bisa ketemu lo lagi... gumam via
Via naik taksi setelah turun dari bandara ia melihat pemandangan kota kelahirannya itu
Bagi via tempat ini masih sama seperti dulu saat ia masih kecil tapi sekarang di Tokyo sangat ramai.
Via berjalan menuju rumah yang dulu ia tinggali rumah itu milik om Tante via tapi mereka telah pindah ke daerah lain.
Via membuka pintu rumah itu "woahh masih sama" ia mengedarkan pandangannya ke segala arah semuanya masih tersusun seperti dulu
Via kemudian berjalan keluar ia menuju rumah sahabatnya lamanya haru
~di depan rumah haru~
Tok...Tok...Tok... "Paman,bibi,haru!!"
Nihil tak ada orang sama sekali
"Permisi apakah anda tau dimana keluarga watanabe?" Via bertanya kepada orang yang lewat di depan rumah itu
"Oh keluarga mereka ya... Mereka telah pindah 5 tahun lalu" ucap orang tersebut
"Kalo boleh tau alasannya apa ya pak?"
"Saya tidak begitu yakin, sepertinya karna pasangan suami istri itu bertengkar hebat" via terkejut mendengar perkataan bapak itu
"Lalu dimanakah anak mereka? Dan dimana mereka sekarang?"
"Tuan Watanabe mungkin ke luar negeri,anak dan istrinya entah dimana saya juga tidak mengetahuinya" bapak-bapak itupun pergi
Via merasa sesak bagaimana bisa keluarga haru hancur padahal dulu baik-baik saja,ia memikirkan bagaimana kondisi haru kala itu, dua tahun setelah aku pindah kira kira usia haru 8 tahun saat itu.
Nia kembali ke rumah peninggalan om Tantenya ia merebahkan tubuhnya ke sembarang tempat
Kemana perginya haru?apakah dia baik-baik saja? apakah dia masih mengingatku? apakah dia justru melupakanku dan dekat dengan gadis lain?
Aku menepis semua pikiran buruk tentang semua yang berkaitan dengan haru
"Hufttt... Sepertinya aku harus membereskan seisi rumah ini sendirian" via mulai dari menyapu ruang tamu lalu kamar-kamar dan membersihkan debu-debu yang masih tersisa disana
"Sepertinya ini akan jadi hari yang cukup melelahkan" gumamnya
Via membuka ponselnya ia mencari lagu yang cocok untuknya "treasure-beautifull" via bernyanyi sambil membereskan barang-barang yang ia bawa
"Dare Yori moo too ku Nando demo we'll fly" via mengikuti alunan lagu tersebut hingga dirinya tak sadar ada sesosok laki-laki berdiri di dekat pintu
"Ekhmmm" deheman laki-laki tersebut berhasil membuat via terperanjat tak percaya,bukankah dirinya sendiri sejak tadi, siapakah lelaki itu?
Via segera mematikan lagu di ponsel miliknya,lalu ia mendekat ke arah lelaki tersebut
"Maaf ada perlu apa ya?" Via menatap lekat wajah lelaki itu,dia tampak familier untuknya
"Lah lu siapa kok lu ada di rumah ini" cowok itu melihat via dengan tatapan yang agak gimana gitu
"Owh gue keponakan om dan tante kanemoto,nama gue takata via,lu haru?" lelaki itupun kanget saat via memberitau identitasnya
Via menatap lelaki itu itu memang haru tak banyak yang berubah darinya kecuali tinggi badannya
"Lu via? Lu beneran via sahabat kecil gue?" Ucapnya tak percaya
"Iya haru gue via sahabat lo dulu" via pun disambut dengan pelukan hangat dari sang sahabat yang sangat ia rindukan
"Jangan pergi lagi gue nga sanggup kehilangan lo untuk yang kedua kalinya" ucapannya membuat jantung via berdetak lebih cepat dari biasanya
"Iyaa via nga akan kemana-mana via janji" haru menarik via kedalam pelukannya lagi kali ini dia tidak akan membiarkan via pergi darinya
"Udah haru via nga bisa napas nih" haru melepaskan pelukannya ia masih tak percaya bisa bertemu lagi dengan sahabatnya itu.
"Maafin gue Vi,oh ya nantikan ada festival tahun baru mari kita pergi bersama" via mengangguk menatap lelaki yang kini jauh lebih tinggi darinya
"Baiklah, haru kenapa lo sekarang tingi banget,dah kek genter" haru yang mendengarnya langsung mengacak-acak ujung kepala gadis itu
"Via,via lu kga pernah berubah ya"pipi via sekarang terasa memanas mungkin pipinya sekarang telah merona,via pun mengalihkan pandangannya ke dalam rumah
"Via, via harus nyelesain ini haru,banyak yang harus via lakuin" via tanpa pikir panjang langsung mengambil sapu
Haru mendekati via "sini gue bantu" haru mengambil sapu yang dibawa via, haru menyapu tempat yang masih kotor
~beberapa puluh menit kemudian ~
"Akhirnya selesai jugaa" haru merebahkan dirinya disofa sebelah via
"Via" via menoleh ke arah haru, haru mndekatkan wajahnya ke wajah via semakin dekat semakin dekat...
"Liat nih muka Lo ada kotorannya" haru membersihkan kotoran yang menempel di wajah via ia tertawa melihat tingkah via yang malu-malu
"Apaan si lo ru" via mendorong lembut pundak haru Karna baginya itu terlalu dekat
"Gue cuma bersihin kotoran, nga ngapa-ngapain" haru beranjak meninggalkan sofa tersebut namun di tarik oleh via
"Apaan hm?" Via menggeleng
"Gue cuma mau beli air bentar" via mengangguk melepaskan tangannya dari baju haru
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Arghhhh akhirnya gue ketemu sama haru,gue kangen banget sama dia tapi waktu dia meluk gue kenapa jantung gue berdebar kencang" batin via
"Jangan jangan gue suka sama haru?"
"Nga nga gue sama haru cuma temen, harusnya gue bersyukur dia masih nginget gue"
"Arghhhh Haruuuuu"
Via tampak bingung dengan dirinya sendiri,dia tak mengerti apakah ia benar-benar cinta kepada haru ataukah hanya perasaan sayang terhadap sahabat
Haru datang membawa dua botol Coca-cola dan beberapa cemilan
"Nih" via menerima cola tersebut lalu meminumnya
"Haru sekarang lu tinggal dimana?gue tadi ke rumah lama Lo tapi rumah Lo sepi" haru tersedak mendengar penuturan via
"Owhh gue tinggal nga jauh dari sini, tapi bisa dibilang cukup jauh sih" via bingung dengan ucapan haru
"Hah gimana sih ru yang jelas dong" via mendengus kesal
"Dah la nga penting gue tinggal dimana, Sono mandi bau asem tau" via melirik haru yang menutupi hidungnya, apakah dirinya sebau itu?
"Yaudah gue mandi dulu, lo tunggu disini jangan kemana-mana" haru tersenyum simpul dan menggedikkan bahu
Via berjalan menuju kamarnya,ia mandi
~30 menit kemudian~
"Ru maaf gue lama soalnya...." Via menatap sofa itu tak ada haru di sana
"Haru... Haru..." Via menatap sekelilingnya tak ada haru dimana ia berada sekarang
"Ngapain lo, rindu Yaa?" Haru berdiri menyenderkan dirinya di pintu dengan tangan dilipat di depan dada
"Lo habis dari mana?" Via kaget padahal tadi haru tidak ada di sana
"Gue tadi pulang mandi" haru segera mendekati tubuh via
"Hmm... Lu dah perfect..." Tanpa pikir panjang haru menarik tangan via padahal via sama sekali belum memakai makeup
"Tapi..."
"Nga usah tapi-tapian gue gak Nerima penolakan." Haru menekan kata nya.
🍫🍫🍫
Haru dan via berhenti disebuah pasar malam disana sangat ramai maklum lah hari ini malam tahun baru. Haru Semakin mengencang pegangannya takut via hilang.
"Haru kita mau ngapain sih" haru tersenyum simpul sembari mengedipkan sebelah matanya
"Lo tunggu gue disini jangan kemana-mana,inget jangan kemana-mana" via menganggu mengerti, haru pergi entah kemana Karna terlalu banyak orang disini
Tiba-tiba ada yang menarik lengan via, tapi orang itu bukanlah haru,via mau berteriak tapi sudah terlambat ada orang yang membekapnya dengan kain
"To.. Tolo...." Via belum sempat menyelesaikan ucapannya matanya sudah buram semuanya sudah gelap
***
Haru datang dengan membawa beberapa kembang api, tapi di tepi sungai itu tidak ada via, haru melihat kesekelilingnya disini sangat ramai bagaimana dirinya bisa menemukan via di keramaian ini.
"via lo dimana" haru terombang-ambing di kerumunan orang-orang
Dimana via,kenapa bisa sampai seperti ini haru menyesal telah meninggalkan via sendiri di tepi sungai
Drtttt...drttt... Ponsel haru bergetar dibukalah ponselnya terdapat nomor tak dikenal disana
+62 xxx
"Kalo lu mau cewe lu selamat di Dateng ke gedung xx sendiri jangan bawa satu orangpun kecuali diri lu sendiri" ucap seseorang dari sebrang telepon
"Siapa Lo..." Belum selesai mengatakannya teleponnya sudah terputus
Tut...Tut....
+62 xxx
+
62xxx
Lokasi terkini
📌
Inget sendirian awas lu
Haru
Awas lu kalo berani macam macam sama cewek gue
+63xxx
Liat aja siapa yang bisa megang janji
Haru mendengus kesal, padahal via nga ada sangkut pautnya dengan masalah yang sedang dia alami saat ini
***
"Lo siapa?apa mau lo, lepasin gue" via berusaha melepaskan ikatan di tangannya
"Lo nga pertu tau gue siapa, gue cuma mau balas dendam ke Ruto dia telah membuat Adek gue kecelakaan" mata via terbelalak
Ruto? HARUTO... Ada apa ini,apa yang sebenarnya terjadi gue benar-benar tak mengerti...
"Siapa Ruto gue gak kenal,cepat lepasin gue"via berusaha melepaskan ikatannya namun nihil ikatannya terlalu kuat
"HAHAHAHAHA... Gue nga percaya, lo ga kenal Ruto? Gue liat lo tadi boncengan sama dia,lu bilang nga kenal? HAHAHAHAHAHA" via bergedik ngeri melihat tatapan lelaki tersebut
Raut wajahnya mengatakan dia tersiksa, marah, sedih campur aduk menjadi satu, via benar-benar tidak mengerti apa yang sedang terjadi di sini
Bughh..... Arghhhh.. Satu tinjuan terkena ke rahang lelaki tersebut ia pun kesakitan
"Viaaa lo ngapapa kan?" Seseorang yang meninju lelaki tersebut adalah haru
"Haru... Tolongin gue,gue nga tau apa-apa ru"via berusaha melepaskan ikatannya, haru menghajar habis-habisan lelaki tersebut
"Maksud lo apaan doy, ngapain lu nyulik via?" Haru menarik kerah baju lelaki tersebut
"Hhhh... Karena gue mau balas dendam" ucap lelaki tersebut lalu menghantam perut haru dengan keras
Bughhhh.... Haru terpental ia berusaha bangun dan menyerang lelaki tersebut
"Gue nga ada sangkut paut nya sama kecelakaan Adek lo" jelas haru tapi lelaki tersebut tak menghiraukan ucapannya
Lelaki tersebut mendekat ke arah via dengan membawa balok kayu, dia tersenyum miris menatap haru yang masih terkapar di tanah
Bughh... Balok kayu itu berhasil mengenai belakang kepala via, gadis itu merintih kesakitan, kepalanya mengeluarkan begitu banyak darah
"HAHAHAHA GUE PUAS,GUE PUAS" lelaki itu tertawa melihat keadaan via dan haru yang sekarat
"Angkat tangan,kami dari pihak kepolisian" lelaki tersebut tersentak kaget namun dirinya tetap bahagia karna sudah melukai orang yang begitu penting bagi musuhnya itu.
"Saudara doyoung anda kami tangkap Karna penculikan dan perencanaan pembunuhan" ucap salah seorang polisi
***
Haru berjalan mendekat ke arah via,kini via sudah tak sadarkan diri haru dibantu polisi memanggilkan ambulance
~di rumah sakit~
"Dokter tolong kepalanya terpukul balok kayu,ia mengeluarkan begitu banyak darah" ucap salah seorang disana
"Segera bawa ke ruang operasi" ucap dokter
"Laksanakan" merekapun membawa via menuju ruang operasi.
Sedangkan haru mukanya lebam lebam dan badannya lecet-lecet, lalu dibawa ke IGD untuk pengobatan.
"Saya baik-baik saja" haru meminta suster tersebut untuk melepaskan infusnya
"Anda kurang sehat,anda harus istirahat dulu di sini,kalau anda tidak mau di infus ya sudah" suster tersebut meninggalkan haru yang masih duduk di sana.
***
"Dok detak jantung pasien melemah" dokter yang mendengarnya sedikit panik
"Siapkan alat pacu jantung" mereka pun menjawab
" Baik"
Dokter memberi aba-aba
"Satu ... Dua... Tiga...."
Bughhhh tubuh kecil via terangkat
"Bagaimana sust?"
"Masih belum dok"
"Satu... Duaa... Tiga..."
Sekali lagi tubuh via terkena setruman alat itu
Tit...tit...tit...tit...
"Sudah lebih baik"
"Syukurlah operasi ini berjalan dengan lancar"
***
Dokter keluar dari ruang operasi, haru mendekati dokter tersebut
"Bagaimana kondisi teman saya dok?" Dokter tersenyum padanya
"Syukurlah kondi teman anda sudah keluar dari kondisi kritis,namun ia masih harus banyak istirahat" haru mengangguk
"Terimakasih dok"dokter itupun mengangguk
"Sama sama"
Dokter itu pergi meninggalkan haru yang masih berdiri di depan ruang operasi
Suster membawa via menuju kamar rawat,haru mengikutinya.
"Sust saya mau njenguk teman saya apakah boleh"suster itu tersenyum melihat ketampanan haruto
"Silahkan saja,tapi jangan terlalu lama" haru masuk melihat gadis itu terlelap dalam tidurnya, wajahnya begitu damai membuat haru merasa semakin bersalah
Haru mendekatkan wajahnya ke wajah via
Cupp... Satu kecupan mendarat di kepala gadis itu, haru memegang tangan gadis itu, dirinya meneteskan air mata.
"Via maafin gue, gara-gara gue lu jadi kaya gini" haru berusaha menahan air matanya agar tak jatuh
***
Aku merasakan ada tetesan air di tanganku, aku merasa pusing,aku mengejap-ngejapkan matanya
Putih.... Warna yang dilihat oleh via, ia mendengar suara orang yang menagis
"H_ha..haru" ucap gadis itu kini dia telah sadar
Haru berdiri menatap wajah gadis itu tampak pucat
"Gimana kondisi lo sekarang?mana yang sakit?" Haru tampak sangat cemas
"G gue udah baikan" haru merasa bersalah, ini semua karna doyoung salah paham.
"Haru ... Apa maksud lelaki itu? Kenapa namamu berubah menjadi Ruto?" Haru tak bisa menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan gadis di depannya itu.
Haru memeluk erat tubuh gadis itu dan berbisik
"Gomenne via" lalu ia pun pergi meninggalkan ruangan tersebut