kondisi rumah sudah seperti kapal pecah dan suasana di rumah kacau layaknya neraka, orang orang di rumah seperti api yang membara pikiran mereka di penuhi oleh kebencian dan kemarahan.Namun,itu semua disebabkan bukanlah kesengajaan pasalnya salah satu saudara dan anak perempuan mereka pergi meninggalkan mereka untuk selamanya, mereka tak kuasa menahan tangisan. Kekecewaan, penyesalan, kebencian, keputus asaan semua tercampur di dalam diri keluarga tersebut
"INI PASTI MIMPII!! GA MUNGKIN DIA PERGI DENGAN CARA YANG SEPERTI ITUU!" Ucap darren
"Yura anak yang ga mungkin melakukan hal seperti itu" Ucap arsen
"Bener, ini ga masuk akal" Ucap kasa
Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa mereka seperti tidak menerima kematian sang adik? Ternyata sang adik meninggal dunia dengan kasus bunuh diri di gudang sekolah, semua murid sekolah sangat terpukul dengan kepergian siswa teladan dan baik hati itu, namun hal itu tidak di Terima oleh sang kakak pasalnya yura anak yang ceria dan tidak pernah membuat masalah kepada siapapun itu sebabnya sangat tidak di Terima oleh sang kakak (darren, arsen dan kasa)
Semenjak kejadian itu ke3 saudara itu memutuskan untuk pindah sekolah ke sekolah adiknya, mereka ingin mencari tau mengapa adiknya bisa meninggal dan ingin mencari bukti bahwa adiknya pergi bukan karna bunuh diri untungnya murid di sekolah dan staf² di sekolah tidak mengetahui bahwa mereka adalah suadara² yura
"Halo semuanya perkenalkan nama saya darren aksara"
"Halo semuanya perkenalkan nama saya arsen wiraya maj-" Arsen berhenti melanjutkan namanya krna semalam mereka bertiga sepakat untuk tidak menyebutkan nama terakhir mereka krna nama tersebut adalah marga mereka ber4
"Halo semuanya perkenalkan nama saya kasa" Kasa berhenti memperkenalkan diri setelah melihat salah satu kursi kosong paling belakang kiri dekat jendela yang menurut kasa itu adalah kursi yura
"Kasa?? Ayo lanjutkan" Ucap guru sambil melihat kasa
"A-ah iya Pak, saya kasa arjuna saya harap kita bisa berteman baik"
"Baik kasa, silahkan duduk di kursi kosong disana" Sambil menunjukkan kursi kosong yang jauh dari kursi yura
"Pak saya bisa duduk di kursi yang paling belakang dekat jendela itu pak?"
"Tapi kursi itu tempat mendiang salah satu murid di kelas ini apa kamu tidak keberatan?"
"Tidak pak" Jawab kasa dengan semangat
"Oke silahkan"
Kasa berjalan menuju kursi tersebut, kasa kemudian menarik kursi dan duduk spontan mata kasa tertuju dengan isi laci tersebut dan bener saja dugaan kasa terdapat banyak kertas di dalam situ, kasa kemudian kembali memperhatikan kedepan dan berusaha untuk tidak menarik perhatian siswa lain