Malam ini sangat lah mencekam, suara burung gagak berbunyi di atas rumah, angin yang sangat kencang membuat pohon bergoyang
Aku tidak tau tanda apa kah ini, tapi yang jelasnya ini sangat menganggu.
Kulihat ibu ku sedang melakuan dupa dan dupa itu di sebar di setiap ruangan.
" Bu, untuk apa dupa itu" Kata ku mengokori ibu
Ibu hanya diam dan tak memberi tahu ku
" Malam ini kamu dan adik tidur di kamar ibu"
" Tidak mau bu, sempit" Kata ku sambil protes ke ibu
" Kamu harus tidur di kamar ibu. TITIK!!" Kata ibu sambil menahan emosi
Aku tidak membantah lagi perkataan ibu, tapi jujur aku sangat takut melihat ibu emosi.
Tiba tiba ku dengar suara dari tante di luar.
" Tutup semua pintu mu, jangan kasih keluar ada batitong dan nanti ada yang mau menurunkan ilmu parakangnya jadi hati hati, untuk mu rara hati hati kalau ada apa apa lapor ke ibu mu, om mu nanti akan tinggal di rumah ibu mu untuk jaga jaga." Kata tante dengan raut yang sangat cemas
Keluarga kami memang bisa tau kalau ada yang lagi pakai ilmu atau lagi menurunkan ilmu.
Badan ku bergetar mendengar perkataan tante ku.
Aku sangat takut mendengar nya. Aku mengusap perut ku yang buncit ya Tuhan semoga aku dan anak ku tidak di incar oleh dia.
Malam semakin larut suara gagak tidak berhenti bunyi angin juga semakin kencang di dalam rumah terasa hawa yang panas.
" Rara sudah waktunya tidur, ingat kalau ada apa apa goyang kan tangan mu" Kata ibu khawatir
Aku takut mendengar perkataan ibu
Aku masuk ke kamar ibu, aku mencoba untuk tidur tetapi mata ini enggan untuk tertup
Aku mendengar suara orang lagi berjalan di atas rumah, dan aku juga mencium bau anyir.
Ya Tuhan apa dia akan datang ke rumah, seandainya ada nenek di sini pasti dia tidak akan mendekat.
Aku melihat dengan sekejap bola api melintad di ventilasi jendela
Aku mencoba lagi untuk menutup mata
Dan
Tiba tiba
seseorang sedang meraba perut ku, aku mencoba membuka mata dan benar saja.
" PARAKANG!! " Suara tiba tiba tidak bisa di keluarkan
Aku mencoba mengeluarkan suara tidak bisa, aku juga mencoba menggerakkan badan tidak bisa juga.
" Tuhan, bantu aku. Aku tidak mau calon bayi ku kenapa kenapa"
" Ku liat PARAKANG sudah ke bawah perut ku, aku terus berdoa sambil mengis dan berharap ada bantuan datang"
Dan akhirnya bantuan datang.
Aku tau om ku pasti merasa kan sesuatu berbahaya.
Om ku di berikan kelebihan dengan memiliki insting yang sangat kuat akan hal hal bau mistis.
Om/paman ku tiba tiba mengetuk pintu dengan keras hingga membuat ibu ku terbangun.
Ibu terbangun dan melihat parakang di depan matanya
"PARAKANG" Ucap ibu berteriak dan membuka pintu hinga om/paman ku berhamburan masuk ke kamar
" Salah masuk rumah kamu, kamu tidak tahu keluarga kami siapa? Aku bahkan tau dari tadi kamu lagi mengintai keponakan ku" Sambil membawa obor dan mendekati PARAKANG itu
Ku liat PARAKANG itu terbang ke luar.
"Sekali lagi ku liat itu parakang di rumah, kabis dia" Kata om ku dangan emosi
Aku kaget melihat ini semua.
Om ku memberikan ku minuman yang sudah dia berikan mantra.
" Minum ini, dan tidur lagi dia tidak akan menganggu mu"
Keesokan paginya kampung ku di gemparkan dengan sosok ibu ibu dan anak nya tiba tiba meninggal dan badannya berubah menjadi biru.
NB:
"Batitong menurut kami itu seseorang ingin mendapatkan ilmu yang lebih tinggi tetapi tubuh dia tidak bisa menerima atau dia salah mengucapkan mantra dan batitong itu suka mengambil nyawa seseorang yang sedang sakit atau saat dia melintas dan seseorang melihat nya"