pagi ini, aku terbangun dari tidurku lalu membuka semua jendela dan menghirup udara segar yang ada di desaku, aku berjalan keluar rumah sembari mengelilingi desa dan berjemur di matahari pagi yang lumayan terik.
Hari ini desa ku mengadakan sayembara untuk memilih seseorang yang akan direlakan untuk di nikahkan dengan pangeran monster, dan ternyata, aku yang di pilih untuk menikah dengan monster itu. Aku tidak bisa melawan, maka ku relakan diri ku untuk dinikahkan dengan monster itu. Sembari menunggu di jemput untuk menemui pangeran, aku di ajak jalan mengelilingi desa oleh ketiga sahabat ku, mereka adalah syifa, zicha, dan naya. Kami berempat bisa disebut kembang desa karena memiliki kecantikan yang membuat penduduk desa takjub, selain krna kecantikan, kami juga masih tergolong muda, usia kami berempat 20 tahun, ya, kita lahir di tahun yang sama namun bulan dan tanggal yang berbeda. Selesai berkeliling, kami bertiga duduk di sebuah kursi kayu panjang lalu saling menangis, karena aku tidak akan kembali lagi ke desa ini.
Keesokan harinya aku di jemput oleh pengawal pangeran menggunakan kapal besar yang berlapis berlian, dengan berat hati aku naik ke kapal itu dan masuk ke dalam ruangan khusus yang telah di hias dengan indah, aku bisa melihat keluar dari jendela, penduduk desa sedang melambaikan tangan tanda mengucapkan selamat tinggal. Kapal mulai menjauh dah menghilang memasuki laut hilang, ya, tempat monster tersebut dinamakan laut hilang karena tempatnya yang sangat jauh dan tidak ada 1 orang pun yang berhasil datang ke tempat nya tanpa izin. ketika kapal sudah memasuki laut hilang, cuaca mulai berubah, petir dan guntur menyertai perjalanan mereka, ombak laut yang sangat besar membuat kapal terombang ambing, namun hanya sekejap mereka mengalami kejadian itu, karena dalam sekejap juga mereka sampai di istana.
Sampai di istana aku di sambut oleh pangeran dan seorang ratu beserta dayang dayangnya, aku di sambut dengan baik oleh mereka, lalu aku di bawa ke kamar untuk beberes. setelah beberes, salah satu dayang mendatangi ku lalu berkata "permisi nyonya, tuan dan ratu sudah menunggu anda di ruang makan" katanya, "baiklah aku segera kesana, kau duluan saja" sahut ku, "tetapi saya diminta untuk mendampingi anda ke ruang makan" "baiklah tunggu sebentar ya". setelah itu kami berdua menuju ruang makan, aku duduk di bangku meja makan dan langsung dipersilahkan menyantap makanan yang telah di sediakan, tak lama setelah menyantap makanan tersebut, ratu mulai berbicara kepada ku "asa, kamu di sini hanya untuk menampung anak ku di kandungan mu, setelah itu kamu akan kami asingkan, apa kamu sudah bersedia? meskipun tidak bersedia kamu tetap harus mau, karena itu memang konsekuensinya datang ke sini" "ya ratu, aku sudah siap" jawab ku penuh keraguan. Sampai pada malam hari aku mengetahui suatu hal, yaitu wajah asli monster yang ternyata sangat tampan, dia berkata bahwa dirinya akan berubah hanya pada saat malam hari.
Hari demi hari ku lalui, meskipun di sini aku hidup enak, tetap saja aku merindukan teman² dan keluarga ku. Pada saat aku sedang berjalan mengelilingi istana, di satu sisi aku mendengar percakapan pangeran monster dan ratu, di percakapan mereka itu terdengar "jangan sampai dia tau bahwa anak yang dia kandung adalah anak kita" kata ratu "aku tidak yakin, aku.." jawab monster terputus, setelah mendengar percakapan itu aku pun meninggalkan mereka dan lari ke kamar sambil menangis, "jangan bilang kau sudah mencintainya?" lanjut ratu "kalau iya kenapa? apa ada masalah?" jawab pangeran tak ada takutnya "kurang ajar, kau tidak boleh menyukai perempuan itu, kau hanya milikku!" murka sang ratu "aku di sini hanya terpaksa, engkau yang memaksa ku lalu mengutuk ku menjadi seperti ini, setelah anak itu lahir, aku akan pergi bersama asa dan anakku dari sini" tegas pangeran monster lalu pergi meninggalkan ratu.
Pangeran memasuki kamar dan melihat asa di pinggir kasur sedang menangis, dan ia menghampiri ku "ada apa? apakah ada yang salah?" tanya nya heran sembari menatap mata ku "kau jahat, aku sudah tau semuanya, ketika anak ini lahir aku akan membawanya, kau dan perempuan itu tidak boleh menyentuh anak ini!" jelas ku *sepertinya ada kesalah pahaman disini* batin pangeran, "asa sayang, sepertinya engkau sudah mendengar percakapan ku dengan ratu ya? tapi sepertinya kau tidak mendengar percakapan itu sampai akhir" kata pangeran "cukup, aku sudah muak dengan semuanya, aku di sini karna terpaksa! kalian memaksa ku!" bentakku lalu lari keluar kamar. Belum sempat lari terlalu jauh aku merasa perut ku sangat sakit, pangeran yang mengejar ku panik melihat keadaan ku, ia segera membawa ku ke kamar dan segera memanggil ahli yang akan membantu ku melahirkan, namun ternyata aku keguguran, aku sangat sedih mendengar berita ini.
tiga hari aku tidak keluar kamar, pangeran sangat sedih melihat keadaan ku, hari ke empat aku mencoba keluar kamar dan melihat ada sahabat ku di pohon sedang bersembunyi sambil membawa gerobak untukku, karena mereka tau aku tidak terlalu bisa berjalan karena kejadian tersebut. karena aku masih marah kepada pangeran, aku meninggalkannya tanpa memberitahunya, sahabat ku meyakinkan ku apakah aku yakin tidak ingin memberi taunya, dan aku tetap kekeuh dengan keyakinan ku.
Saat di tengah jalan, sahabat ku memutarkan kembali ketinting yang dibawanya, ya, mereka membawa sebuah kapal kecil dan gerobak yang mereka bawa untuk membawa ku ke ketinting tersebut. Mereka memutar ketinting tersebut kembali ke arah istana, aku yang tidak terimapun membantah "apaan sih kalian? kalian mau lihat aku mati di sana?! apa kalian tega!?" "maaf sa, sepertinya kamu harus tau sebenernya" jawab salah satu sahabat ku. Saat sampai di istana aku di suruh mencari pangeran, aku mendapatkan pangeran sedang bersama ratu sedang bertengkar hebat, "APA APAAN KAU!! MENGAPA KAU LEBIH MENCINTAINYA DARI PADA KU!?" kata ratu "karena dia yang mengandung anakku, bukan kau, kau hanya memandang wajah ku, kau obsesi dengan ku, cukup sampai sini saja hubungan kita, aku ingin melanjutkan hubungan ku dengan asa itupun jika dia mau" jelas pangeran "aku mau.. maaf.. maaf selama ini aku tidak ingin mendengarkan penjelasan mu" kata ku mengejutkannya, ketika ia melihat ku ia langsung lari dan membentangkan tangannya lalu memelukku sembari berkata "ayo kita mulai kehidupan baru, dengan normal dan menjadi manusia seutuhnya" aku pun mengangguk dan langsung pergi kembali ke desa dengan pangeran dan sahabat ku, kami menjadi pasangan yang sangat membuat orang iri, selain karena keromantisan kami, wajah kami juga membuat orang² sangat terpesona kepada kami. Sementara ratu? dia hilang lenyap entah kemana, semanjak saat itu, tidak ada kabar lagi tentang laut hilang..