Di sebuah desa yang terletak di Sumatera Utara tepatnya Nias Selatan, hidup lah seorang anak gadis yang cantik dan pintar bernama Pricillia Agatha. Dia salah satu anak gadis tercantik diantara anak gadis seumurannya.
Suatu hari di sebuah acara pernikahan di desa itu, ia bertemu seorang anak laki-laki yang cukup membuat hati nya bergetar, sekujur tubuhnya menjadi kaku bagaikan ikan yang sudah lama di freezer.
Anak laki-laki itu ternyata merasakan hal yang sama. Dia jatuh hati pada anak gadis yang dia temui di acara itu.
"Jo anak gadis yang pake baju putih, itu siapa namanya? " tanya anak cowok itu ke temannya.
"ohh itu, itu namanya Pricillia dia sepupu aku. kenapa emang? " Tanya Jo balik.
"dia cantik pengen kenalan hahahaha" kata anak cowok itu.
"bisa ga kamu kenalin aku ke dia tapi jangan sekarang, aku malu soalnya haha. " sambung anak cowok itu.
"bisa lah" Jo memberi dia lampu hijau.
~~~~
Beberapa menit kemudian tatapan mereka saling beradu Pricillia yang gugup itu langsung mengalihkan pandangan nya.
"gin, anak cowok yang dekat sound system itu siapa? " tanya priscillia ke Gina teman dekatnya.
"Mmm yang itu, kayaknya sih ponakan Bang Korin dari medan. " jawab Gina. bang Korin Pengantin Laki-laki yang menikah hari itu.
"oohh jadi dia dari medan" gumam Pricillia.
~~~~
Hari itu berlalu begitu cepat. Anak cowok itu terus bertanya tentang Pricillia pada Jo.
"Jo dia kelas berapa? " tanya anak cowok itu
"Kelas V, nanti sore dia pasti ada di sini sih soalnya dia ikut kegiatan nari di gereja, dan biasanya mereka latihan di depan rumah nenek mu." Jelas Jo.
"oh ya,, aku ga sabar menanti nya. "
"aku mau ke rumah kak Pricillia, kamu mau ikut ga? " tanya Jo, sambil berdiri.
"ga ah aku malu, tolong sampaikan salam ku ya" Pinta anak Cowok itu.
"Oke " jawab Jo. langsung berlenggang meninggalkan anak cowok itu.
Sesampainya di rumah Pricillia.
"kak Liaaaa" manggil Jo setengah berteriak.
"iya Jo, kenapa? jangan teriak-teriak kayak gitu lah" jawab Pricillia menegur Jo yang datang langsung berteriak.
"kakak harus tahu sih ini, kaka tahu ga ponakan bang Korin yang dari medan itu? " tanya Jo bersemangat.
"tahu, kenapa? "
"dia suka sama kaka, dia dari kemarin nanya-nanya kaka terus, aahhhh" kata Jo semakin semangat.
"oh ya,,? nama siapa? " tanya priscillia ga percaya.
"Nama nya Ferdinan Wau"
"Oke aku juga suka sama dia,, dia kelas berapa? "
"kelas 6, tapi dia ga lama di sini, minggu depan dia balik ke medan lagi. "
"yah kok cepat banget" kata Pricillia sedih.
Begitu lah mereka mengembangkan perasaan satu sama lain, walau mereka masih SD tp ternyata mereka sudah mengerti cinta cintaan. Kalau kata orang mah Cinta monyet hahaha.
setelah beberapa hari tiba di mana Ferdin akan kembali ke medan. Rasa sedih itu muncul diantara mereka, apalagi mereka ga sempat ngobrol atau sacamnya.
meski demikian Ferdin pun inisiatif mengirim surat pada Pricillia. Ya saat itu belum ada HP seperti zaman sekarang.
'hy Pricillia, aku Ferdin wau. Aku minta maaf ga bisa kenalan langsung sama mu, aku pengen banget langsung kenalan sama mu, tapi aku cukup malu. apalagi kamu bareng Teman-teman mu terus. Walaupun demikian aku tetap senang bisa tahu nama mu.
oh iya hari ini aku akan balik ke medan. Aku sengaja nulis surat ini ke kamu biar kamu tahu kalau aku suka sama kamu. Tolong tunggu aku dan jaga kesehatan mu. bye bye '
dari : Ferdin wau
untuk : Pricillia Agatha
Pricillia yang mendapatin surat itu senang dan tak selang beberapa lama hatinya begitu sedih. Dia masih ingin terus menerus ketemu sama cowok yang membuat hatinya itu berdebar.
******
2 tahun kemudian. Ferdinan kembali lagi ke desa itu dan bertemu kembali sama Pricillia. Namun tidak ada yang berubah Ferdin tetap menjadi cowok pemalu dan tidak berani menemui Pricillia padahal saat itu mereka uda sama-sama SMP.
Orang-orang disekitar mereka terus menerus membantu mereka tapi situasi dan keadaan itu selalu tidak bisa mereka manfaat kan sebagaimana mestinya.
pernah Suatu hari mereka bertemu ga sengaja di salah satu rumah yang ada di desa itu. Mata mereka bertemu teduh, ada rindu diantara rindu diantara keduanya. Tapi hal itu bukan hal mudah untuk mereka ungkapkan bahkan saat orang-orang di sekitar mereka memberi ruang untuk mereka sekedar ngobrol. Malam itu berlalu begitu saja tanpa kata terucap satupun.
Aneh tapi itulah perasaan keduanya, mereka sama-sama suka tapi tidak punya keberanian untuk menyampaikan rasa itu secara langsung.
Waktu berlalu begitu cepat. Ferdin dan keluarga nya pun balik ke medan lagi dan tak tahu kapan akan ke desa. Tapi hari itu Ferdin menitipkan satu nomor ponsel ke tante nya untuk di berikan ke Pricillia. Dan nomor itu adalah nomor mama nya.
~~~~~
Pertama kali komunikasi.
Hari itu Ferdin menelfon tante nya dari ponsel mama nya, dan meminta izin supaya bisa ngobrol sama Pricillia. Dan tantenya pun mengiyakan dan memberi ponsel itu ke Pricillia.
"hy, apa kabar? tanya Ferdin.
" aku baik, kamu gimana? jawab Pricillia.
"aku juga baik. aku uda kelas 2 SMP loh" kata Ferdin memberi tahu Pricillia.
"hahaha iya aku tahu, dan aku uda kelas 1 SMP. " jawab Pricillia.
"Tunggu aku ya, aku pasti balik lagi ke nias" pinta Ferdin.
"iya, aku berharap ketika kamu balik ke sini,kamu bisa memberanikan diri untuk menyapa dan mengobrol dengan ku. " kata Pricillia
" iya aku janji, Tunggu aku ya. " jawab Ferdin
"oh iya uda dulu ya,, kapan2 lagi kita telponan nya, hp nya mau di pake mama ku soalnya" kata Ferdin
"oh Oke, see you"
Telponan berakhir. Obrolan itu sangat membuat Pricillia senang setelah sekian lama kenal sama Ferdin dan itu adalah pertama mereka komunikasi.
*****
Beberapa Tahun berlalu Pricillia yang dulu duduk di bangku kelas 1 SMP itu kini berada di bangku kelas 3 SMA. Dan ternyata sampai detik itu dia masih setia menunggu Ferdin. Walau sesekali dia dekat sama cowok-cowok di sekolah nya tapi hati nya tetap berat untuk pacaran jika itu bukan Ferdin. Banyak hubungan yang gagal karna Pricillia tidak bener-bener memberi hati nya pada hubungan-hubungan itu.
~~~~~
Oktober 2016 kabar duka datang dari keluarga Ferdinan di desa. Kakeknya meninggal dunia sehingga membuat mereka sekeluarga kembali ke desa. Ferdin saat itu sangat terpukul atas kepergian kakeknya dan di sisi lain ada hati yang begitu gembira kembali di desa, dia bisa bertemu sama Pricillia setelah kurang lebih 5 tahun tak jumpa.
Setelah beberapa hari di desa. Ferdin main ke tempat tante nya yang di mana tantenya itu sangat dekat dengan Pricillia. Hari itu Pricillia sedang berada di rumah tante nya Ferdin. Di situlah mereka ketemu dan ya terjadi lagi mereka menjadi bisu begitu aja setelah bertemu di ruangan yang sama. mulut mereka seolah-olah di sumpel sehingga mereka tidak bisa berkata-kata tapi tatapan mereka seolah-olah mengatakan "Hai aku kangen, aku masih menunggu mu di sini" dan yang lainnya berkata "Hai terimakasih sudah menunggu ku, aku merindukan mu, aku ingin menghabiskan waktu ku bersamamu. "
"kalian ngobrol lah jangan diam-diaman kayak gitu" goda tante Fernis. Tantenya Ferdin.
"hahaha iya kak" jawab Pricillia kaku.
Kejadian hari itu ternyata tidak membawa hasil yang memuaskan hubungan diantara mereka ternyata masih kaku. Ferdin pun kembali ke medan lagi dan ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kali ini Ferdin tidak meninggalkan apa-apa untuk Pricillia.
****
Beberapa bulan kemudian Desember 2016. Ferdin kembali ke nias dan kali ini dia kembali sendiri tidak bersama keluarganya.
Pricillia yang tengah di sibukkan dengan berbagai tugas sekolah itu, sering sekali tidak keluar ke mana-mana bahkan ke rumah Tante Fernis. Dia banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah untuk mengerjakan PR nya dari sekolah. Dia juga ga tahu kalau saat ini Ferdin pulang ke desa.
tok
tok
tok
Pricillia berjalan membuka pintu.
"eehh kakak,, masuk kak"
"ga usah pric kaka kesini mau ngundang kamu ke rumah, uda lama kita ga makan-makan di rumah ku" kata Kak Fernis. Tante Ferdin.
"haha iya kak,, akhir-akhir ini lagi banyak tugas sekolah" kata Pricillia kesel mengingat tugas sekolah nya yang masih menumpuk.
"nanti aku kesana deh kak, aku mau nyelesain satu tugas lagi. Oke " sambung Pricillia.
"oh Oke dek, kaka tunggu ya. kaka pergi dulu " kata Kak Fernis sembari berjalan meninggal kan Pricillia yang masih mematung di depan pintu rumahnya.
1 jam kemudian. Pricillia beranjak dari meja belajar nya dan siap-siap ke rumah kak Fernis. Sampai di sana dia kaget setengah mampus. Dia terkejut melihat Ferdin membuka pintu untuk nya.
"eehhh kamu" kata Pricillia gugup, jantung nya deg deg gan rasa nya mau copot tuh jantung.
Ferdin pun tak kalah kaget dari Pricillia. Sampai dia tidak bisa berkata-kata dan hanya mematung depan pintu.
"kalian ga masuk? mau berdiri di situ saja? " tanya kak Fernis memecahkan lamunan Ferdin yang dari tadi mematung.
"silahkan masuk" kata Ferdin singkat.
"kak kok tiba-tiba ada ferdin? " tanya Pricillia.
"emang kamu ga tahu? dia balik dari kemarin malah.. kebanyakan di rumah sih" kata kak Fernis
"aku ga tahu kak, jadi kaka ke rumah tadi biar aku bisa ketemu Ferdin gitu?
" iya dong,, uda ayo makan" ajak kak Fernis.
di sela-sela makan kak Fernis tiba-tiba berdiri dan meniggalkan mereka berdua.
beberapa menit kemudian.
"gimana kabar mu? " tanya Ferdin memcahkan suasana canggung itu.
"aku baik, kamu gimana?
" aku juga baik. kamu makin cantik ya" puji Ferdin sembari senyum-senyum.
"haha biasa aja" jawab Pricillia
"oh iya kamu natalan nya di sini? " sambung Pricillia
"iya, kasian nenek Natal sendiri tahun ini. jadi aku ke sini deh sekalian ketemu kamu. hahahaha. "
mereka pun saling tertawa.
Waktu yang berlalu begitu cepat. Hari itu Ferdin balik ke medan dan tak lupa menitipkan nomor nya ke Pricillia kali ini nomor itu bener-bener miliknya.
*******
Akhir Cerita
Hubungan mereka semakin intens, hampir tiap malam mereka telponan dan berbagi cerita. canda tawa pun menghiasi obrolan mereka. Kedekatan itu membawa mereka naik satu level. perasaan yang sudah bertahun-tahun itu kini mendapatkan titik terang.
"Pric mau kah kamu jadi pacar aku? perasaan aku ke kamu ini sudah lama banget dari kita masih bocah sampai kita sebesar ini. dan perasaan aku ke kamu ga pernah berubah walau sudah bertahun-tahun. " ungkapa perasaan yang mendalam dari Ferdin itu semakin membuat hati Pricillia tak karuan.
"aku mau jadi pacar mu, perasaan aku ke kamu juga sudah lama dan aku menunggu mu sesuai permintaan mu lembaran surat yang kamu tulis kan untuk ku. " jawab Pricillia sambil menangis.
Penantian panjang itu akhirnya memiliki titik terang yang baik. Mereka sama-sama jatuh cinta pada pandangan pertama dan untuk pertama kalinya bagi Pricillia berpacaran dan orang itu adalah Cinta Pertamanya semasa dia kecil.
Kebahagiaan diantara mereka terus menerus bertumbuh besar. Hingga pada suatu hari Ferdin tiba-tiba menjadi dingin dan tak ada kabar. Setiap kali Pricillia menghubungi nya dia selalu sibuk dan tak memiliki waktu untuk Pricillia sama seperti sebelumnya. Dia benar-benar berubah.
Dan begitulah hubungan itu berakhir tanpa kepastian. Hubungan itu berakhir tanpa jejak. kalau kata orang-orang hubungannya Renggang. Tidak ada kata putus diantara mereka hanya saja mereka tidak lagi komunikasi hingga pada akhirnya mereka kehilangan kontak.
End