Malam yang dingin berhembus angin di susul hujan. Terlihat seorang anak laki-laki membawa air aqua besar, dan membawa buku tulis badannya yang kecil dengan memakai sakral hitam yang kebesaran dan membawa sabuk berwarna pink. Anak itu bernama Yakub seorang pendekar kecil yang dijuluki siswa Jambon.
Iya duduk di ujung lapangan sambil menunggu teman-temannya yang lain dan pelatihnya setelah beberapa menit menunggu datanglah teman-temannya yang lain. Salah satunya adalah hafis, kemudian hafis pun menegur dan berkata,
"Eh, Kub. Dari tadi kah kamu di sini?". Tanya hapis sambil senyum.
"Iya... lama sekali kalian datang. Pasang lampunya yaaa?! Aku udah siapkan tikarnya". Ucap Yakub sambil menyuruh teman-nya memasang lampu.
"Iya Kub... Aman aja". Ucap temennya yang lain.
Setelah memasang lampu, kemudian datanglah pelatihnya, dengan memakai sakral hitam dan membawa kain putih yang disebut mori. Lalu menegur mereka untuk cepat berbaris untuk berdo'a.
"Eh dek.. baris berdo'a!". Ucap mas pelatih.
"Iya mass!!". Ucap Yakub dan yang lain.
Selesai berdo'a, mereka berbaris seperti biasanya. Kemudian mas pelatih, melatih seperti biasanya begitu pula dengan para siswa.
Setelah 2 jam latihan, mereka pun berkumpul lalu beristirahat. Dan biasanya duduk lurus menghadap pelatih, setelah itu mereka berdo'a, minum jamu pahitan, manisan, dan air putih. Beberapa menit setelah istirahat minum, pelatih pun bertanya kepaa para siswa,
"Dekk..!!siapa kemaren yang nggak bawa jamu?! ". Ucap pelatih
"Yakub mass!". Serentak mereka berucap menunjuk Yakub.
"Kenapa nggak bawa jamu kub?!". Sentak pelatih.
"Lupa mass.. hehehe". Jawab Yakub sambil tertawa kecil.
"Ketawa kamu kub?!". Sentak pelatih.
"Nggak mas..". Jawab Yakub tunduk sambil menggelengkan kepala.
"Berdiri semua!! Bariss! Rentangkan tangan!". Ucap pelatih dengan nada tinggi.
Seketika itupun semua menjadi hening dan hanya ada suara pelatih yang sedang marah ke siswanya termasuk Yakub.
"Persiapan kuda-kuda...". Ucap pelatih dengan nada tinggi.
"Tarek napas tarek!! Lepass.. tarek napas tarek!! Tahan! Jlebb..". Ucap pelatih mengintruksi sambil menendang perut siswa termasuk Yakub.
Mereka terlihat kesakitan dan lemas setelah mendapat hukuman dri mas pelatih.
"Mau di ulangin lagi gak?!". Sentak pelatih bertanya kepada mereka terutama Yakub.
"Nggak mass...". Jawab mereka.
"Awas kalian ulangin lagi.. tunggu ajaa". Celetuk mas pelatih
"Yaudah duduk sana!! Minum, istirahat dulu terus sambung". Ucap pelatih sedikit menurunkan nada bicaranya.
"Iya.. mass". Ucap mereka
Selesai mereka kembali duduk dan minum, pelatih pun berkata kepada mereka terutama Yakub.
"Ini resiko kalian kalo ga bawa jamu atau bahkan buat kesalahan lain". Ucap pelatih.
"Kamu Kub. Denger nggakk!!". Sentak pelatih.
"Iya mass". Ucap Yakub pelan.
"Kalo kamu yang salah atau salah satu dari kalian yang buat kesalahan, yang cihukum semua!! Karna sakit satu sakit semua, senang satu senang semua!! NGERTII!!". Ucap pelatih menasehati dengan tegas.
"Iya.. mass". Ucap mereka.
Seusai mereka beristirahat,dilanjutkan dengan sambung. Selesai sambung mereka berdo'a pulang dan salaman kepada pelatihnya. Dan pelatihnya berkata ke mereka,
"Maaf ya dekk... Mas tadi gak bermaksud menyiksa, tapi masnya hanya memberi peringatan saja ke kalian". Ucap mas pelatih.
"Iya.. mass gapapa". Ucap mereka sambil bersih-bersih sebagian.
Setelah itu mereka pulang dan tertawa riang seperti sebelumnya, tanpa mempermasalahkan kejadian yang telah terjadi tadi.
Nama : Aliffatus Insanuh Sholikah
Kelas : XI A (Sebelas A)
Tugas : Bhs. Indonesia (Bu Nining♡♡)