singkat cerita , waktu itu umurku Q 5 sampai 6 tahun . Aku tinggal dengan kedua orang tua Q dan saudara2 Q . Aku anak bungsu dari keluarga Q
kejadiannya pada malam Jum'at , waktu itu aku mau pergi bermain di rumah teman coro Q , Iya aku termasuk sedikit tomboy yang lebih suka main dengan cowo
pada waktu itu waktu sudah menjukan pukul 19.30 hampir jam 20.00 , aku ijin mau mau pergi ke rumah temanku Q , ibu Q melarang karena sudah larut malam untuk s'umuran aku masih keluyuran.Tapi aku tidak mendengarkan ibu , aku bilang " masih sore bu aku masih pengen main . aku pun pergi sambil memakai kopya ayah Q , aku suka pinjem kopya ayah untuk main2 di taruh di atas kepala
akhirnya aku sampai di rumah teman Q , dan sampai situ aku sedikit kecewa , Iya tenable Q sudah tidur , ibunya bila ade sudah tidur ,
Ade adalah nama teman Q , dia bilang , "eh ca ade udah tidur , besok saja mainnya , atau caca mau main sendiri di sini , Tante temenin ". ucap ibunya temen Q
Iya kali aku bermain sendiri , dan cuma di temenin saja sama ibunya , jadi aku pamit pulang saja , walaupun aku sedikit takut sebenarnya.
ibunya teman Q bertanya apa aku berani apa tidak pulang sendiri , atau mau di antar , dan aku jawab "Berani ". sok2an jawab berani padahal mah takut
Aku pun pulang sendiri sambil loncat2 biar tidak terlalu takut , dan cepat sampai.
belum juga sampai , aku berhenti di depan rumah teman Q , yang dejat banget rumah Q , aku di kejutkan dengan seorang sosok yang du2k di atas beca , jiwa penasaranku menggebu rasanya sky penasaran siapa sosok yang pakai baju putih du2k di beca .
aku pun mulai mendekati dan terus mendekati sampai dimana dia pun nengok ke arah Q sambil tersenyum, dan seketika aku menjerit sekeras2nya karena dia adalah nenek teman Q yang meninggal 2 hari yang lalu.
aku pun berlari begitu cepat , jantungku rasanya sudah mau copot karena gemetar , dan yang bikin aku tamba takut , pintu rumah Q sudah ibu kunci.
aku terus mengetok pintu dan minta ibu Aku tolong bukain.
bu ibu bu ibu , bu buka pintunya bi, tok tok tok
setelah beberapa saat ibu pun langsung membuka pintu , aku pun langsung masuk dan minta ibu suruh kunci pintunya.
aku berlari ke kamar dan langsung masuk ke dalam selimut , dengan badan yang begitu gemetar.
ibu berkata ," ibu kan sudah bilang , jangan keluar ini sudah malam , kamu tetap ngeyel keluar , tuh jadinya malah ketemu setan kan . dia tidak membentak cuma ngasi tahu dengan nada pelan
aku yang tidak mau bicara hanya diam , aku cukup trauma dengan kejadian itu , dan sekarang aku paling takut jika tempat gelap , jika mati lampu aku yang paling heboh Karena nunggu kapan kampuny datang
*********************************
(untuk catatan : jadilah anak yang penurut , jangan jadi seperti caca , jadi kualat kan ketemu setan )
By by , semoga suka , maaf ceritanya tidak bagus 🙂🙂🙂🙂🙂🙂