Steve membuka matanya. Hal pertama yang ia rasakan adalah rasa sakit yang amat sangat dikepalanya, dan sekarang pun ia berada ditempat yang dirinya sendiri tidak tahu sedang berada dimana sekarang.
Steve :”ugh....dimana aku?”
Warga 1 :”hey!! Apa yang baru saja kau
perbuat?!”
Steve :”hah? A-apa maksud kalian?”
Warga2 :”itu sapi milikku!! Dia sudah
mencuri dan membunuhnya!!”
Steve melihat kebawah kakinya dan menemukan bangkai sapi yang sudah dikelilingi oleh banyak darah.
Steve :”tunggu dulu!! Apa ini?!”
Warga3 :”tangkap pencuri itu!!”
Steve :”hey!!”
Disinilah dirinya sekarang, berlari sekuat tenaga tanpa tujuan agar dapat lolos dari kejaran warga yang mengamuk dibelakang sana. Dirinya bahkan baru bangun dan tak tahu apa apa, tapi malah dituduh sebagai pencuri. Dan hal terburuknya adalah, dia buron sekarang 😊.
Saat berlari cukup jauh, dirinya sampai pada sebuah kastil megah, namun juga tampak menakutkan dalam satu waktu. Tapi sepertinya keberuntungan sedang tidak berpihak dengannyaa sekarang, karna para warga yang tadi mengejarnya sekarang berada tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang. Jika dia tetap berdiri dan tak melakukan apa apa, dirinya bisa saja tertangkap. Dengan terpaksa dirinya memasuki pekarangan kastil itu.
Steve :”hah...hah...disini
seharusnya cukup aman bukan”
Jina :”siapa kau?”
Steve :”akhh!!”
Brukk
Jina :”pingsan? Hmm sepertinya aku
membuatnya terkejut...”
DIDALAM KASTIL
Steve :”ughh...kepalaku”
Nenek :”kau sudah bangun anak”
Steve :”eh...s-siapa?”
Kakek :”kami orang yang tinggal
dikastil ini, dan Jina
menemukanmu
Pingsan diluar,
jdi dia membawamu masuk”
Jina :”hai”
Steve :’cantik sekali’ (berbicara
dalam hati)
ya tentu cantik. Yang Steve ingat, gadis itu adalah gadis yang tadi mengejutkannya diluar. Gadis cantik dengan rambut hitam legam, mata yang tidak terlalu besar, namun tidak kecil juga dengan warna hazel yang tampak indah. Tubuh kecil dengan tinggi kisaran 155-160(?) mungkin, Kulit putih dan dirinya terlihat sangat cocok dengan gaun coklat itu. Tampak sempurna.
Ada juga 1 orang yang cukup aneh dibelakang sana. Seorang pria, dengan tubuh besar, kekar, dan ekor- tunggu apa itu ekor? Manusia? Punya ekor!?!
Tampak menyadari arah pandanganku, seorang pria paruh baya diruangan itu menjelaskan sesuatu padaku.
Kakek :”dia Grog, seorang werewolf,
dia keluarga kami”
Steve :”o-ouwhh begitu..”
Apa katanya tadi? Werewolf? Apa yang seperti itu masih ada? Apa...aku bukan di duniaku sebenarnya? Tempat apa ini, masa lalu? Tahun berapa sekarang? Banyak pertanyaan dikepala steve sekarang. Namun saat asyik melamun, lamunan itu di putus oleh ucapan seorang anak laki laki ber usia mungkin 16 tahun? Dia tidak yakin.
Juan :”hai kak, ini ganti bajumu”
Steve :”ganti baju?”
Nenek :”ya ganti baju, lihatlah
bajumu, nampak seperti baju
gelandangan, kamar ini akan
menjadi kamarmu
Jadi
berganti pakaian lah dan
kami semua akan keluar”
Steve :”baiklah, terima kasih
nyonya”
Nenek :”eyy panggil nenek saja tidak
apa apa”
Steve :”baiklah, nyo- maksudku
nenek”
Semua pun keluar kecuali Steve yang memang diberikan akses untuk menggunakan kamar itu. Saat selesai mengganti pakaiannya, Steve mendengar keributan dibawah, jadi dirinya mengintip di jendela kamarnya untuk melihat apa yang terjadi. Betapa terkejutnya dia saat melihat warga warga yang tadi mengejarnya berada di halaman depan kastil dan berteriak meminta agar Steve keluar untuk menyerahkan diri. Dan yang paling mengejutkan adalah mereka trerus memanggil dirinya dengan sebutan monster.
Saat terus menatap ke arah warga, tiba tiba saja gorden jendela yang tadi ia singkap ditutup paksa. Dan saat dilihat ternyata pelakunya adalah Jina.
Jina :”jangan dilihat, dan jangan perdulikan mereka”
Steve :”tapi kenapa mereka
memanggilku monst-“
Jina :”tak usah dengarkan, kau
mengerti. Ikut aku dan akan
kuperlihat
Kan kepadamu
sesuatu yang menarik”
Steve :”kemana?”
Jina :”ikut saja, ayo”
Steve pun menurut dan mengikuti Jina kemanapun Jina pergi, mulai dari membawanya ke ruang senjata untuk memenggal kepala boneka teddy bear menggunakan Guillotine yang tersedia di ruangan itu, lalu bermain panah dengan menggunakan Juan sebagai target, dan banyak hal seru lainnya (menurut jina). Tetapi semua itu membuat dirinya cukup terhibur dan mulai nyaman berada dikastil itu.
Saat ini dirinya sedang bersih bersih, dan apa kalian tahu apa yang menjengkelkan? Grog, bukannya membuang sampah debu yang berada di serok, dirinya malah membuang debu debu itu dilantai kastil dan membuat Steve mau tak mau harus membersihkan ulang bagian kotor kastil, lagi akibat ulah Grog .
Steve keluar untuk membuang semua sampah, dan juga membuang bangkai katak yang tadi dia temukan di sungai dalam hutan, namun masih merupakan kawasan kastil. Saat sedang mebuang sampah, dirinya bingung dengan asap yang muncul dari arah kastil. Perasaanny memburuk, dan Steve yang sadar segera berlari menuju kastil, namun terlambat kastil ternyata telah dilahap oleh api. Diluar kastil dirinya juga melihat penghuni kastil serta beberapa warga yang terus saja melemparkan obor ke arah kastil.
Steve :”astaga!! Apa yang
terjadi??!!”
Keadaan penghuni kastil sangat berantakan. Nenek, kakek, Grog, dan Juan, mereka semua terluka parah. Grog sedang ditenangkan oleh kakek, dapat kuliat mata grog yang memerah akibat marah. Entah penglihatanku atau tubuh grog menjadi lebih besar dan kekar dari sebelumnya, giginya juga mulai menajam. Nenek tampak sedang dipangku oleh Juan, juan juga tidak baik baik saja. Beberapa luka tampak, dan pakaiannya robek dibeberapa bagian
Juan :”para warga sialan itu telah
melakukan hal gila karena
ucapan
Bodoh Freddy!!”
Steve : “Freddy?..Freddy itu?!!”
Steven ingat sekarang, Freddy adalah pria pirang dengan tampang wajah khas
Seorang Antagonis, juga merupakan orang yang membocorkan keberadaan
Steven dikastil. Steven tahu itu karena Jina lah yang memberi tahunya. Freddy
Memang merupakan seorang biang masalah ditempat itu. Pria yang menyukai
Masalah dan membenci ketenangan. Dapat steven liat keberadaannya diantara
Para warga.
Nenek :”u-ughh, Jina....Jina masih
didalam, selamat
ugh...selamatkan Dia
steve!!”
Steve :”apa!! Jina didalam?!”
Tanpa menunggu apapun lagi, Steve berlari kedalam kastil dan terus mencari keberadaan Jina. Dan sampailah dia dilorong menuju dapur, dimana dilihatnya tubuh Jina terbaring tak berdaya disana. Dengan segera Steve meraih tubuh Jina dan menggendongnya berusaha untuk keluar.
Steve :”Jina!! Jina...bertahanlah
okey, aku akan membawamu
keluar”
Jina :”uhuk, steve...sesak sekali
disini, uhukk”
Steve :”bertahanlah, aku akan-...”
Krekkk
Krekkk
Saat mendongak keatas, dapat Steve lihat bahwa kayu penuh api diatasnya jatuh dan akan segaraa menimpa mereka. Dengan segara ia memeluk Jina dan menjadikan tubuhnya sebagai penyangga agar kayu berapi itu tak langsung mengenai tubuh Jina.
Brukkk
Brakk
Brakkk
Namun semua itu justru mengenai dirinya terlebih dahulu.
KEADAAN DILUAR
(AUTHOR POV)
Freddy :”kalian sudah menyembunyikan
monster berbahaya di
Dalam kastil kalian, maka
kalian akan segara mendapat
Hukuman!!”
Warga1 :”BENAR!!!”
Warga2 :”BENAR!!, KARENA KALIAN
KEHIDUPAN DI DESA MENJADI
SIAL!!”
Juan :”nenek, apa yang harus kita
lakukan?”
Warga3 :”HEY!! LIHAT ITU!!”
Freddy :”huh?”
Dipintu kastil, muncul Steve yang menggendong tubuh lemah Jina dengan langkah yang sedikit terseok.
Steve :”nek,aku...
mem..bawa...jina...
sela...mat”
Brukkk
Nenek :”Steve!! Jina!!!”
Juan :”kak Jina!! kak Steve!!”
Kakek :”anak Steve!!”
Grog :”GRAAAAAAAGHHHH!!!”
AAAAAAAKKKKKHHH!!!
TOLONG!!!
AAAAAAAAAAAAAA!!!
Grog yang kehilangan kendali akhirnya membantai seluruh warga desa nahkan Freddy si pelaku utama. Nenek pun sudah tak dapat menahan Grog dari amarahnya. Suara teriakan saling bersahut sahutan. Darah dimana mana, potongan tubuh yang terpisah akibat ulah Grog pun berserakan dimana mana.
Namun sekarang mereka lebih mementingkan kondisi kedua keluarga mereka, Steve dan Jina. Jina yang telah sadar kemudian langsung menarik kepala Steve.
Jina :”S-Steve....ku mohon
bertahanlah”
Steve :”Jina....kau tidak...apa
apa...kan...”
Jina :”ya aku baik baik saja
sekarang, kau juga pasti
akan baik baik
Saja oke”
Steve :”ma-maaf ughh, aku tidak
bisa....mena- hah hah...
menahannya
Lagi, ini
sakitt...”
Jina :”kumohonn....”
Steve :"aku..berterima kasih pada
kalian....dan jina...aku
menyukai
Mu..”
Perlahan lahan, tubuh Steve terbakar dan terbang mengikuti angin. Semua yang melihat hanya bisa menangis melihat itu.
Saat menutup mata, yang terkahir Steve lihat adalah Jina. Dan saat ia membuka mata sekarang, Jina ada dihadapannya, namun dalam kehidupan dan nama yang berbeda. Sekarang yang menangis memeluknya adalah Wina. Ingatannya saat kehidupannya yang sebelumnya malah terputar saat dirinya berada diambang kematian. Sekarang dirinya berada dimasa depan, masa lalu buruk itu biarlah berlalu, jangan diingat.
Dirinya sudah lolos dari hal paling menakutkan diseluruh hidupnya yaitu kematian. Cukup sekali dirinya meninggalkan Jina, sekarang dia akan bertahan dan menjaga Jina, atau kita panggil saja Wina untuk kehidupan yang sekarang.
END
Buat yang gk paham, cerita yang tdi itu cerita tentang kehidupan sebelumnya si steve. Dikehidupan sebelumnya, si steve jatuh cinta sama Jina. Dikehidupannya yang sekarang Jina sudah reinkarnasi jadi Wina. Sebelum steve kembali ngingat masa lalunya, dia kecelakaan sampai sampai bikin dia sekarat dan hampir meninggal, makanya pas dia bangun di masa sekarang, si wina (reinkarnasi si Jina) dh meluk dia sambil nngis. Mereka berdua reinkarnasi si Steve dan Jina dimasa lalu lah. Kalau dimasa lalu itu Steve & Jina, di masa sekarang jadi Steven & Wina. Ahh gk taulah, saya dh pusing mikir alurnya. Yang penting cerpenku dh jadi mwehehhe 😊