Hari ini dia datang lagi padaku. Haechan, dia datang dalam keadaan mabuk, menangis dihadapan ku. Aku membawanya masuk kedalam, membuat kan secangkir kopi. "Apa dia menyakiti mu lagi? " tanyaku padanannya. Dia hanya tersenyum. Dia memang begitu, terlalu cinta pada istrinya. Aku menyuruhnya menenangkan diri. Dia ahirnya dapat tenang dan mengatakan, "Terimakasih Jeuni, kau orang yang baik. " aku tersenyum mendengar nya.
Sedikit musik mampu menghangatkan suasana. Kami bernostalgia sebentar. "Ingatkah kau saat SMA? " tanyaku saat itu. Saat masa itu pertama kali akrab dimasa kami berdua terlambat bersama. Kami di hukum di depan para murid, diminta berdiri berjam jam dan menyanyikan lagu kebangsaan di tengah lapangan dengan matahari yang terik.
Kami sering di jodoh jodohkan oleh teman sekelas kami. Setiap hari membuat aku malu setiap bertemu dengan pria itu. Dia selalu tersenyum ke semua orang membuat ku menaruh hati padanya. Setiap malam ku menunggu pagi hanya untuk melihat nya. Hari hari ku menunggu nya untuk menganggu ku, malam ku merindu. Di penuhi rada bahagia saat mengingat semua.
Kami dekat kembali, hampir seperti kakak dan adik. Aku selalu memandang nya dari samping saat mengerjakan soal, dia selalu membantu ku. Hingga pada malam ulang tahun ku.
Aku terus memutar lagu yang sama membuat mereka bosan. Sebenarnya lagu itu ku putarkan untuk nya, dimana lagu itu mengutarakan perasaan ku padanya. Aku melihat dia sangat imut dari samping, aku ingin mengungkapkan perasaan tapi..
Saat dia mabuk seorang wanita yang seumuran dengan ku datang menjemput nya. Aku sempat kebingungan, "Kekasih ku. " kenal nya padaku. Aku menyerah dan hanya bisa mengatakan, "Jaga dia untuk ku, buat dia bahagia. "
Namun Hyuna tidak baik untuk Haechan. Dia selalu membuat nya sakit hati, aku yang menghibur nya. Walau hanya sebagai teman.
"Jeuni-ya, kau orang baik! " puji Haechan yang mampu membuat ku tersenyum.