PENJAGA SUDUT KELAS
Malam itu, sekolah sedang sepi. Hanya ada beberapa orang yang masih ada di sana, yaitu para penjaga sekolah dan beberapa siswa yang sedang mengikuti acara bermalam di sekolah.
Salah satu siswa yang mengikuti acara bermalam itu adalah seorang anak laki-laki bernama Dimas. Dimas adalah anak yang penakut, tapi dia juga penasaran dengan cerita-cerita horor yang beredar di sekolahnya.
Salah satu cerita horor yang paling terkenal di sekolah Dimas adalah cerita tentang penjaga sudut kelas. Konon, penjaga sudut kelasnya adalah seorang ular berkepala manusia yang menjaga kelas dari siswa-siswa yang nakal.
Dimas tidak percaya pada cerita itu, tapi dia penasaran untuk membuktikannya sendiri. Malam itu, dia pergi ke kelasnya sendirian untuk mencari penjaga sudut kelas.
Dimas masuk ke kelas dan duduk di kursinya. Dia menyalakan lampu dan menunggu. Dia menunggu lama, tapi tidak ada apa-apa yang terjadi.
Dimas mulai bosan dan berpikir untuk pergi. Tapi saat dia akan berdiri, dia melihat sesuatu di sudut kelas. Ada sesuatu yang bergerak.
Dimas mendekat dan melihat bahwa itu adalah ular. Tapi ular itu bukan ular biasa. Ular itu memiliki kepala manusia.
Dimas berteriak dan berlari keluar dari kelas. Dia menceritakan apa yang dia lihat kepada teman-temannya, tapi mereka tidak percaya. Mereka mengatakan bahwa Dimas hanya ketakutan.
Dimas tidak percaya bahwa dia hanya ketakutan. Dia yakin bahwa dia telah melihat penjaga sudut kelas.
Keesokan harinya, Dimas menceritakan apa yang dia lihat kepada gurunya. Gurunya tidak percaya, tapi dia berjanji untuk menyelidiki hal itu.
Guru Dimas pergi ke kelas dan melihat ke sudut kelas. Dia tidak melihat apa-apa. Dia menyalakan lampu dan melihat ke bawah meja. Dia tidak melihat apa-apa.
Guru Dimas berpikir bahwa Dimas mungkin hanya ketakutan dan berhalusinasi. Dia berjanji kepada Dimas bahwa dia akan tidur di kelas malam itu untuk membuktikan bahwa tidak ada apa-apa disana.
Malam itu, guru Dimas tidur di kelas. Dia menyalakan lampu dan tidur di mejanya.
Di tengah malam, guru Dimas terbangun karena mendengar suara. Dia bangun dan melihat ke sudut kelas. Dia melihat ular berkepala manusia.
Guru Dimas berteriak dan berlari keluar dari kelas. Dia menceritakan apa yang dia lihat kepada kepala sekolah.
Kepala sekolah tidak percaya, tapi dia berjanji untuk menyelidiki hal itu.
Kepala sekolah memanggil semua siswa dan guru ke aula. Dia menceritakan apa yang telah terjadi dan meminta bantuan mereka untuk memecahkan misteri penjaga sudut kelas.
Semua siswa dan guru setuju untuk membantu. Mereka membagi tugas dan mencari di seluruh sekolah.
Mereka mencari di ruang kelas, di perpustakaan, di laboratorium, dan di mana-mana. Tapi mereka tidak menemukan apa-apa.
Setelah beberapa hari mencari, mereka akhirnya menemukan petunjuk. Mereka menemukan sebuah buku di perpustakaan yang berisi tentang ilmu sihir.
Dalam buku itu, mereka menemukan mantra untuk memanggil penjaga sudut kelas. Mereka memutuskan untuk mencoba mantra itu.
Semua siswa dan guru bersama-sama berkata : " Veni, spiritus!" yang artinya datanglah wahai roh halus"
Setelah mantra itu dibaca berulang-ulang tak lama kemudian muncullah seketika makhluk ular berkepala manusia di depan mereka.
Ular itu marah dan mulai menyerang mereka. Mereka mencoba melawan, tapi ular itu terlalu kuat.
Disaat suasana yang tegang itu tiba-tiba datanglah seorang siswa bernama Anya berteriak. Dia berkata bahwa dia tahu cara mengalahkan ular itu.
Anya mengambil sebuah buku dan membaca mantranya. "Incendio!", ucap Anya berkali-kali. Seketika makhluk ular berkepala itu hangus terbakar.
Semua siswa dan guru senang bahwa mereka akhirnya bisa mengalahkan makhluk penjaga sudut kelas. Mereka berterima kasih kepada Anya karena telah menyelamatkan mereka.
Anya menjadi pahlawan di sekolah itu. Dia dihormati oleh semua siswa dan guru.
Dan penjaga sudut kelas tidak pernah muncul lagi.