"Karesha!!"
Perempuan berbalut gaun pengantin putih itupun perlahan terduduk diatas lantai marmer yang berdebu. Tatapan yang kosong terpatri pada sebilah pisau yang tepat dihadapannya.
"Sha, jangan macam-macam!"
"Ah, aku harus mati kan?"
"Tenang saja, Sea-mu akan kembali"
Dua pasang insan yang tidak bisa berbuat apa-apa itu hanya memandang nanar¹ dibalik kaca transparan yang menjadi pemisah.
"Maaf" katanya
"Maaf, Sha. Harusnya aku sadar dari dulu"
Karesha mengangguk, ia menolehkan kepalanya. Tatapan sendu terlihat jelas.
"Percaya padaku, Sha. dia akan kembali"
¹nanar = antara lainnya seperti; bingung, berpendar, bimbang, buncah, cemas, galau, ganar, gelisah, gugup, kalut, keruh, hilang akal, histeris, kacau, kalap.