Chapter 1
Malam yang sepi dan sunyi tak pernah gagal dalam membuat suasana mencekam. Jalanan yang sepi terlihat seperti tak berpenghuni.
Terangnya malam hanya tercipta dari cahaya bulan. Lampu di tepi jalan pun tak terlihat ada di jalanan ini. Sungguh, siapa yang berjalan di jalanan itu, hanya ada rasa takut yang di rasakan nya.
Tapi berbeda dengan anak perempuan satu ini. Dia tidak menghiraukan jalanan yang sepi itu,dia hanya memikirkan keadaan kedua orang tua nya yang berada di rumah sakit akibat kecelakaan beruntun.
Penampilan yang acak acakan dan air mata yang terus keluar akibat menangis. Dia adalah ALLORA KLARISSA NADIREN.gadis yang berusia 17 tahun. dia adalah gadis cantik dengan pipi chubby,kulit putih, bulu mata lentik,bola mata berwarna biru terang dan bibir pink alami yang menambah kesan sempurna di gadis itu.
💐
💐(Oky,lanjut)
💐
Setelah menempuh perjalanan yang agak jauh dari perumahan nya dan akhirnya dia sampai di depan rumah sakit itu. Rumah sakit yang bernama hospital mekar melati atau rumah sakit ternama yang ada di kota Jakarta.
Ia berlari terburu buru memasuki ruangan yang sunyi dan sepi itu.ruangan yang hanya ada dua orang yang sedang terbujur kaku, mereka berdua adalah orang tua ALLORA.
Perlahan tapi pasti ALLORA berjalan ketepi brankar kedua orang tua nya. Yang sudah tak berdaya lagi,akibat mengalami luka yang sangat² parah.
Ia menangis tersedu sedu menatap kedua orang tua nya.
Ma-pa hiks.. kenapa kalian ninggalin AL hiks...ucap ALLORA terbata bata akibat menangis.
AL hiks..gak bisa hid-dup tanpa kal-lian hiks....lanjutnya. sungguh hati nya hancur melihat kedua orang tua nya pergi meninggalkan dirinya untuk selama lamanya.
Permisi? ucap perawat yang sedang bertugas itu.
I-iya! ucap ALLORA menjawab izin dari perawat itu.
Ada apa? lanjutnya
O-oh apa benar ini dengan ALLORA KLARISSA NADIREN anak dari pasien? tanya perawat itu.
Iya! Jawab nya
Oh,baik saya kesini hanya ingin memberi surat yang di titip kan oleh pasien untuk mu! ucap perawat itu seraya memberikan amplop coklat berisi surat itu kepada ALLORA.
baik terimakasih! ucap ALLORA seraya mengambil amplop coklat itu.
Baik kalo begitu saya permisi! ucap perawat itu meninggal kan ruangan itu.