Kisah tentang sepasang kekasih dengan beribu ego dan juga tinggi nya gengsi seorang perempuan.
Ini adalah kisah sepasang tunangan yang mencintai namun dendam dan yang mengasihani tanpa tahu alasanya.
Adnan melamar Adena hanya untuk membalas kan dendam orang tua nya pada keluarga adena, namun naas tenyata dia justru jatuh kedalam perangkap nya sendiri, yah...adnan mencintai adena,perempuan yang seharusnya menjadi alat balas dendam nya.
Adena hanya merasa kasihan terhadap adnan yang baru saja di tinggal mati oleh kakek tercintanya, menuruti perintah orang tua nya untuk bertunangan dahulu dengan adnan tanpa rasa cinta.....yah adena tidak pernah bisa mencintai adnan atau siapapun.
1 TAHUN KEMUDIAN........
Berjalan di taman kota dengan pasangan adalah momen yg paling di inginkan adnan.
Akhirnya setelah sekian minggu bahkan bulan, adena setuju untuk menghabiskan akhir pekan di taman kota.
Adnan tersenyum di setiap langkahnya menuju kursi taman, genggaman tangan nya pada adena dia eratkan seakan tak mau kehilangan.
"Adena??"tanya adnan
"Hm?"dehem adena singkat
"Kamu suka??"
"Ya"mungkin. Lanjut adena dalam hati
"Syukurlah"ucap adnan sambil duduk di kursi taman bersama adena.
Mereka memandang danau hijau yg begitu tenang dan hening, karna hari mulai sore pengunjung perlahan mulai berkurang.
"Nan??"panggil adena pelan
"Iya na?"jawab adnan
"Kenapa lo masih bertahan?"tanya adena lirih.
Adna hanya tersenyum maklum mendengar pertanyaan adena
"Kamu tau na, aku mengagumimu saat umurku 16 tahun,kamu cinta pertama aku na, tapi bukan pandangan pertama karna aku mencintaimu saat aku telah sering melihatmu berbagi di jalanan"
yeah adnan jujur dia memang mencintai adena saat umur 16 tahun, namun belum mengenal nama adena.maka saat mengenal adena saat bertunangan ini dia baru menyadari bahwa gadis di depan nya adalah gadis yang dulu dia cintai.lanjutt
'16 tahun dan skrg kami berumur 23, hampir 7 tahun adnan mencintai aku, dan 1 tahun lebih kami bertunangan namun bagaimana bisa hati ku tidak tergerak sedikitpun dengan semua perthatian juga cinta adnan?!' batin adena sambil menatap kosong kedepan.
"Na??" Panggil adnan
"Na?"lagi dan lagi adnan memangil adena yg melamun tak menyahut
"ADENA!!"
Adena mengerjapkan matanya ling lung saat mendengar suara tinggi adnan.
"Ah,maaf mengagetkan. Tadi kamu melamun hehe"ucap adnan dengan cengiran khas nya.
"Hm"dehem adena singkat.
"Emm...na aku akan pergi membeli minum sebentar,kamu gapapa disini sendirian??"
"Hm..no problem"
"Baiklah tunggu sebentar,jangan kemana-mana yah"ucap adnan sambil berlari pergi meninggalkan adena sendiri.
Melamun....adena merasa hidup nya begitu kosong,dia bertanya pada diri sendiri,sejak kapan dia seperti ini,mengapa dia jadi begini,dan apa alasanya.
Jawabanya sama 'masa kecil' 'gelap'.
Entah mengantuk atau bagaimana, adena merasa pusing dan tiba tiba seseorang membekap nya dari belakang hingga adena jatuh pingsan.
Adena terbangun di suatu ruangan gelap dengan tubuh terikat dan juga tubuh yang sangat lemah tak bertenaga.
Samar samar matanya bisa melihat siluet seseorang,dia.....Adnan??
" Dikehidupan selanjutnya,bisakah kita menjadi kekasih yang saling mencintai tanpa dendam sedikitpun na??"ucap adnan tersenyum sendu
Aku tertawa hambar mendengarnya seraya mengatakan "dendam seperti apa yang kau maksud,hm?" Ucapku dengan santai
"Dendam seorang adik atas dasar pembunuhan terhadap kakak nya"ucap adnan sambil menikam perutku dengan pisau
"Kau tau na?? meski dendam ku begitu besar,tapi kenyataannya aku tidak bisa berbohong bahwa aku juga sangat mencintaimu.maka dari itu mari kita mati bersama na"
Arghh.....
Adnan kembali menusuk adena tepat pada bagian jantung nya.
#POV ADENA
'Sialann!! Cinta macam apa ini?!'batinku. sebelum menutup mata sayup-sayup telingaku kembali mendengar adnan berteriak kesakitan di depanku
Arghhhh...
"Ini adalah cinta na, aku sudah membalaskan dendam keluargaku begitu juga dendammu padaku"ucap adnan tersenyum.
Samar-samar aku merasa adnan memelukku di akhir hidupnya. Ahh tidak!! maksud ku hidup kami!!
Aku tercengang........ CINTA?? Kupikir hanya sebuah perasaan yang merepotkan juga membuat aku lemah.
Selama ini aku mengabaikan semua orang yang mencintaiku. Keluarga,teman bahkan tunanganku.
Mereka yang selama ini aku abaikan, hanya karna sebuah ke egoisan dalam diri, yang selalu merasa paling menderita, hanya karna orang tua ku sibuk bekerja sejak kecil, sampai aku harus merasakan pahitnya masa kecil.
Meski Sebenarnya saat aku remaja mereka sering meluangkan waktunya namun, aku sendiri yang menolak nya mentah mentah.
Hari ini, ntah apa yang membuatku ingin sekali kembali memutar waktu untuk memperbaiki semuanya.
Terlambat......yah semuanya sudah terlambat.
Kisah adena&adnan telah usai,namun cinta Adnan abadi hingga akhir hayatnya.
Selesaii.......