Hari ini ibuku membuat tumpeng selamatan sebagai wujud rasa syukur atas kelulusan adikku dari sekolahnya dan bersiap untuk masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Tumpeng dalam bahasa jawa berasal dari singkatan "yen meTu kudu sing meMpeng" maknanya bahwa hidup harus dengan kesungguhan.
Tumpeng kali ini berupa tumpeng nasi putih dengan gudangan atau urap sayur beserta dengan lauknya. Dimana aneka sayur dan lauk tersebut menggambarkan tentang kehidupan di bumi.
Nasi dibentuk kerucut menyerupai gunung, melambangkan keagungan tuhan ataupun cita-cita yang tinggi seperti halnya puncak gunung. Sedangkan nasi yang berwarna putih melambangkan kesucian.
Sayur urap yang terdiri dari sayuran hijau seperti: Bayam, Kangkung, Kacang panjang, Mbayung/daun kacang panjang, Kol, dan Kecambah.
Sayuran digambarkan sebagai alam tumbuh-tumbuhan. Bayam bermakna kehidupan yang tenteram. Kangkung bermakna bahwa setiap orang harus mampu beradaptasi dalam setiap situasi. Kacang panjang yang dipotong panjang-panjang atau bahkan direbus utuh, menggambarkan umur yang panjang.
Daun Kacang panjang yang berserat menggambarkan liku-liku hidup yang harus dihadapi. Kol putih menggambarkan pikiran yang bersih. Dan Kecambah atau Tauge menggambarkan pertumbuhan dan kreatifitas.
Lauk menggambarkan alam hewan, dimana ikan teri bermakna gotong royong, dan telur rebus bermakna tekad yang bulat.
Tidak seperti biasa dimana bagian puncak tumpeng biasanya diserahkan kepada orang yang paling dihormati, hari ini bagian puncak tumpeng dipotong dan diserahkan kepada adikku dengan harapan agar cita-citanya dapat dicapainya.
Sedangkan tumpeng bagian bawah yang lain dibagi-bagi kepada yang lain karena merekalah yang mendukung adikku dalam menggapai cita-citanya.
*****