Burung-burung mulai berkicau diatas ranting-ranting pohon, matahari sudah muncul dari persembunyiannya menandakan pagi telah tiba, jam menunjukkan pukul 06:50, tapi seorang gadis masih nyaman berada dialam mimpinya bahkan dia sama sekali tidak terusik oleh alarm yang dari tadi berbunyi hingga terdengar teriakan seseorang.
"ALETHA, bangun" teriak Sinta bundanya adik dari sang papa, sambil menarik selimut yang di gunakan Aletha, Lysandra Aletha Lynely biasanya dipanggil Ale.
"Eungg, Ale masih ngantuk bun" sahut Ale dengan suara khas bangun tidur serta masih setia menutup matanya.
"Kamu mau terlambat sekolah, kamu gak tau sekarang jam berapa?" kata bundanya berhasil membuat Ale spontan membuka matanya dan saat melirik jam Ale langsung bangun dari tidurnya.
"Hah, udah mau jam 7 bunda kok gak bangunin Ale, kalo gini Ale bisa terlambat" katanya sambil mencari handuk mandinya.
"Kata siapa bunda gak bangunin dari tadi bunda teriak-teriak dari dapur kamunya gak bangun-bangun" sahut bundanya yang tidak dihiraukan oleh Ale yang langsung lari terbirit-birit ke kamar mandi setelah menemukan handuk mandinya.
Sesampainya disekolah Aleta berlari kencang menuju kelasnya dia sudah was-was karena bel sudah berbunyi sejak 15 menit yang lalu, saat sampai didepan kelas Aleta tidak langsung masuk melainkan mengintip takut-takut guru yang mengajar sudah datang, tapi sepertinya Aleta beruntung guru yang mengajar belum datang melihat guru belum datang Aleta bernafas legah.
"Huft, untung aja" Aleta berjalan masuk menuju tempat duduknya sambil mengelus dada.
"Ale! " panggil seorang cowok, Ale langsung melihat kearah cowok yang memanggilnya.
"Tumben telat" kata cowok itu sambil duduk di samping Ale.
"Gw begadang Ka semalem makanya kesiangan" kata Ale kepada cowok bernama Ganendra Gavi Akandra sahabatnya yang biasa dia panggil Aka.
Tuk
"Aww, kok lo nyentil gw?" tanya Ale tidak terima di sentil.
"Siapa suruh begadang telat kan, udah dibilangin juga jangan suka begadang, untung guru belum datang kalo gak udah disuruh hormat bendera lo ditengah lapangan" Jawab Aka.
"Yeee kagak usah nyentil juga, sakit tau!" kata Ale mengusap jidatnya.
"Yaa maaf, spontan tadi" katanya sambil mengusap jidat Ale, tiba-tiba guru datang.
"Pagi anak-anak"
"Pagi bu"
"Oke kita lanjut pelajaran minggu lalu, silahkan dibuka bukunya halaman 167"
Pelajaran pun berlanjut.
Tringg~ Tringg~
Bel istirahat berbunyi banyak siswa siswi berjalan menuju kantin untuk mengisi perut mereka termasuk Aka dan Ale mereka berdua berjalan beriringan menuju kantin sambil bercanda sesampainya dikantin mereka langsung memesan makanan dan duduk di salah satu meja menunggu pesanan mereka datang, sambil ngobrol.
"Ale pulang sekolah jalan-jalan yuk?" tanya Aka memulai obrolan.
"Kemana?" tanya Ale balik.
"Kepantai kita liat matahari terbenam, gimana?" tanya Aka lagi.
"Oke, tapi jemput gw yah!" kata Ale.
"Aman" jawab Aka.
Tak lama pesanan mereka datang, mereka pun langsung mengisi perut mereka sebelum bel masuk berbunyi sambil sesekali bercanda.
Tringg~ Tringg~
Bel pulang berbunyi semua siswa dan siswi langsung berhambur keluar dari sekolah banyak juga yang menunggu jemput didalam sekolah.
"AKA!!" panggil seseorang yang tak lain adalah Ale.
Aka yang mendengar seseorang memanggilnya langsung menghentikan motornya dan menoleh kebelakang dia langsung melihat Ale yang berlari kencang menghampirinya.
"Jangan lari-lari!!, nanti jatuh!!" kata Aka sedikit berteriak.
Brukk
"Aww"
Baru Aka selesai berucap terdengar suara jatuh.
Ale jatuh? Yaa Ale jatuh! Dia tersandung kakinya sendiri. Melihat Ale jatuh Aka langsung turun dari motornya dan berlari menghampiri Ale.
"Kan udah di bilangin jangan lari-lari, bandel sih!" omel Aka sambil membantu Ale berdiri.
"Yaa maaf" ucap Ale sambil cemberut.
"Kenapa? sakit? yang mana?" tanya Aka beruntun.
"Lututnya" kata Ale sambil melihat Aka yang membersihkan lututnya yang berpasir akibat jatuh.
"Sakit sih cuma dikit, tapi..." lanjut Ale masih dengan cemberut dicampur malu apalagi saat dia melihat sekelilingnya, gimana gak malu saat mereka melihat sekeliling mereka sedang menjadi pusat perhatian. Aka yang menyadari bahwa Ale malu dia langsung menutup wajah Ale dengan tangannya sambil berjalan menuju motornya dan bergegas mengantarkan Ale pulang. Saat sampai dirumah Ale langsung turun dari motor.
"Makasih" ucap Ale
"Buat?" tanya Aka
"Yang tadi sama tumpangannya" jawab Ale sambil menyengir kuda.
"Santai aja, kayak sama orang lain aja kan udh biasa kayak gini" kata Aka. Ale hanya tersenyum mendengar itu.
"Oh iya gw pulang abis ini gw langsung jemput lo lagi" lanjut Aka.
"Oke, bye" jawab Ale melambaikan tangan sambil berjalan menuju pintu.
Pukul 17:00
Aka sudah berada di depan rumahnya.
"Hai" sapa Ale.
"Hai, gimana udah siap?" tanya Aka.
"Udah" jawab Ale.
"Oke, kita berangkat!" Kata Aka sambil mulai menjalankan motornya.
Sesampainya di pantai mereka langsung disambut pemandangan yang sangat indah, mereka langsung berjalan menuju bibir pantai dan duduk disana.
Tak lama setelah duduk Aka kembali berdiri.
"Mau kemana?" tanya Ale.
"Mau beli minum, lo tunggu disini ya!!" jawab Aka, tanpa menunggu jawab Aka langsung pergi mencari penjual minuman.
Sepeninggal Aka, Ale melamun memandangi laut entah apa yang dia sedang pikiran sampai membuatnya menangis.
"Ale!!" mendengar panggil Ale langsung menoleh dan mendapati Aka berdiri tak jauh darinya.
"Kok ngelamun?" katanya sambil berjalan mendekat, dan duduk disebelah Ale, saat menoleh dan memperhatikan wajah Ale dia menyadari bahwa Ale menangis saat datang tadi dia tidak terlalu memperhatikan.
"Hey, kenapa nangis hmm?" tanya Aka sambil mengusap air mata Ale.
"Kenapa hmm? gak suka tempatnya? kalo gak suka kita pulang aja?!" lanjut Aka tak kunjung mendapat jawaban.
"Gak kenapa-napa" jawab Ale.
"Terus kenapa nangis?" tanya Aka lagi karena tidak puas dengan jawab Ale.
"Cuma keinget mamah sama papah" jawabnya lirih sambil menatap sendu ke arah Aka. Mendengar itu Aka langsung memeluk Ale menenangkan.
"Suttt udah yah, berhenti nangis" sambil menangkup wajah Ale dan menghapus air matanya "Nanti kalo nangisnya lama dadanya sesak nanti susah nafas" kata Aka sangat lembut.
"Udah yah, sekarang kita nikmatin senjanya oke!" Ale hanya mengangguk saja.
"Emm gimana kalo kita foto?" ucap Aka berusaha menghibur Ale.
"Mau!!" kata Ale dengan antusias.
"Oke"
Mereka berfoto bersama dan saling foto satu sama lain.
"Aka! kejar gw!" ucapnya langsung berlari, mendengar itu Aka langsung mengejarnya.
"Kalo lo ketangkep gw kelitikin!!" kata Aka mengejar Ale yang sudah jauh.
"Ahahahahaha" suara tawa mereka.
Sore itu meraka tertawa lepas, berlari-larian, kejar-kejaran, tertawa bersama ditemani dengan indahnya senja sore itu.
Keesokan harinya
"Pagi anak-anak"
"Pagi Pak"
"Baik bapak ingin menyampaikan pemberitahuan bahwa dua minggu lagi kalian akan ujian kelulusan! baik sekian yang bapak sampaikan terimakasih"
"Gila bentar lagi kita lulus"
"Aaaa gw rasanya belum siap"
"Teman-teman kita bakal pisah huwa"
Begitulah kira-kira reaksi beberapa siswa.
Tak lama guru yang mengajar datang.
Tringg~ Tringg~
Bel pulang berbunyi.
"Ayo pulang" Ajak Aka.
"Ayo" ucap Ale.
Aka mulai melajukan motornya membelah jalan yang cukup ramai, tak lama motornya berhenti.
"Kok berhenti kan belum nyampe?" tanya Ale bingung.
"Kita duduk ditaman sambil makan es krim sebentar yah?" Ajak Aka.
"Es krim? Emm yaudah ayo" ucap Ale menerima ajakan. Mereka duduk di salah satu kursi taman sambil makan es krim.
"Ale gak kerasa yaa kita bentar lagi mau lulus" ucap Aka memulai obrolan.
"Iya padahal kayak baru kemarin kita masuk TK, SD, SMP, SMA bareng-bareng ehh tau-taunya udah mau lulus aja" ucap Ale mengingat saat mereka baru masuk sekolah 13 tahun lalu.
"Ale nanti mau lanjut kuliah?" tanya Aka.
"Iyalah!" jawab Ale pasti.
"Bagus, nanti kita kuliah ditempat yang sama ya!" Kata Aka.
"Harus dong, kita kan dari kecil udah sama-sama masa mau pisah tempat kuliah gak boleh dong" kata Ale tidak mau berpisah.
"Ahahah iya" kata Aka tertawa sedikit hambar.
"Pokoknya janji ya Aka kita gak boleh pisah sampe kapan pun" ucap Ale sambil mengacungkan jari kelingking.
"Janji" jawab Aka sambil menautkan kelingkingnya.
Dalam hati Aka berkata ( gw gak yakin bakal nepatin janji gw Ale, kalo gw gak bisa nepatin janji gw tolong maafin gw Ale )
"Heh kok bengong?" tanya Ale sambil menjentikkan jari didepan wajah Aka.
"Ehh gak papa" jawab Aka.
"Gimana udah selesai?, kalo udah gw anter pulang sekarang?" tanya Aka.
"Udah, ayo pulang".
Waktu terus berjalan, ujian sekolah telah selesai.
"Huft akhirnya hari ini selesai juga ujiannya" ucap Ale merasa lega.
"Pagi anak-anak"
"Pagi buu"
"Karena ujian kalian sudah selesai kita akan liburan ke pantai"
"YEAY" sorak semua murid bahagia.
"Kapan bu liburannya?" tanya seorang siswa.
"Besok, kita akan ke pantai yang ada di tengah laut dan karena pantainya ada ditengah laut kita akan naik kapal"
"HOREE, BAKAL SERU" seru seorang siswi.
"Baiklah anak-anak ibu rasa itu aja yang ingin ibu sampaikan sekian terimakasih"
"Aka lo ikut?" tanya Ale.
"Ikutlah kapan lagi kepantai yang ada di tengah laut" jawab Aka sedikit bersemangat.
"Kalo lo?" lanjut Aka bertanya balik.
"Ikut" jawab Ale.
Keesokan harinya
Semua orang sudah berada di pantai tapi bukan pantai ini tujuan mereka, masih harus menaiki kapal untuk sampai di pantai tujuan mereka. Semua orang mulai naik ke atas kapal tapi tidak dengan seorang cowok yang mondar mandir seperti sedang menunggu seseorang dari tadi, dia Aka.
Drtttt~ Drtttt~
"Halo, Ale lo dimana kok belum datang juga? bentar lagi berangkat" tanya Aka.
"Kayaknya gw gak bisa ikut, semalam gw tiba-tiba demam Aka" jawab Ale
"Hah lo sakit? parah? gw kesana sekarang yah!" baru beberapa langkah Aka berhenti.
"Gak usah Aka gak parah kok cuma demam biasa lo pergi aja, pokoknya lo disana harus seneng-seneng!!" Pinta Ale.
"Gimana gw bisa seneng-seneng kalo lo lagi sakit!!" ucap Aka.
"Gak loh bisa pokoknya lo harus seneng-seneng disana!, janji sama gw?!" Pinta Ale lagi.
"Oke kalo itu mau lo, gw janji!" ucap Aka berjanji.
"Oke kalo gitu gw tutup, bye!"
"Bye"
Saat dalam perjalanan menuju pantai kapal yang ditumpangi mengalami kerusakan dan terjadi kebakaran untuk menyelamatkan diri semua orang melompat ke laut termasuk Aka dan tepat setelah Aka melompat turun saat itu juga kapal meledak dengan sangat luar biasa hingga hanya warna hitam yang bisa dilihat oleh orang-orang yang berada disana semua hancur, orang-orang mereka terlempar akibat ledakan besar itu, Aka? saat semua sedang terjadi Aka hanya bisa diam mengapung diatas air dia sudah tidak memiliki tenaga untuk berenang mencari pertolongan.
(Ale maaf gw gak bisa nepatin janji gw, ternyata firasat gw bener saat itu bahwa gw gak akan bisa nepatin janji gw, tadinya gw sedikit kecewa gara-gara lo gak ikut, tapi sekarang gw bener-bener bersyukur lo gak ikut ke pantai, gw bersyukur lo demam tapi jangan salah paham bukan maksud gw bahagia lo sakit, tapi dengan lo demam lo gak jadi ikut dan itu yang membuat gw bersyukur karena lo gak ikut dalam kecelakaan ini, gw harap lo bakal baik-baik aja saat gw pergi, gw harap lo bakal kuat meskipun gw gak ada di samping lo, Ale andai lo tau kalo gw sayang banget sama lo gw cinta sama lo Ale, andai gw tau firasat gw bener gw bakal ngungkapin perasaan gw ke lo sejak awal, Ale gw udah gak kuat gw pergi yah ).
"Gw sayang sama lo Lysandra Aletha Lynely" ucapnya lirih untuk terakhir kalinya sambil tersenyum sebelum menutup mata untuk selamanya.
Disisi lain di sebuah rumah sederhana seorang cewek mondar mandir karena gelisah, dia tidak lagi memikirkan kondisinya.
"Ale kenapa kamu mondar mandir dari tadi?" tanya bundanya, ya dia Ale entah kenapa dia memiliki firasat yang tidak enak.
"Emmm gpp bun, Ale pamit sebentar ya" pamitnya langsung berlari pergi.
"Loh loh mau kemana Ale kamu belum sembuh" teriak bundanya tapi tidak di hiraukan oleh Ale, tapi karena merasa khawatir bundanya mengikutinya.
Di pinggir pantai terdengar suara mobil polisi dan mobil ambulance secara bersamaan. Ale datang ke pantai karena memiliki firasat tidak enak itu pun bingung dengan semuanya hingga memutuskan bertanya pada salah seorang warga.
"Pak ini ada apa yah?" tanya Ale sedikit was-was karena firasatnya
"Oh ini terjadi kecelakaan kapal, informasi yang saya denger sih kapalnya mengalami masalah dan meledak mbak" kata warga tersebut. Perasaan Ale semakin tidak enak dia tidak ingin masa lalu nya terulang kembali dan untuk memastikan dia kembali bertanya.
"Kalo boleh tau tujuan kapalnya kemana dan penumpang siapa?" tanya Ale kembali.
"Kalo gak salah tujuan kapalnya ke pantai ditengah laut terus penumpangnya anak-anak SMA, apa yah nama SMA nya lupa saya, oh iya SMA NUSANTARA mbak namanya sekolahnya"
Deg
Bagai disambar petirnya di siang bolong saat mendengar itu jiwa Ale seakan tidak ada didalam raganya badannya lemas kakinya seperti berubah menjadi jely dia langsung terjatuh dan saat itu juga dia berteriak kencang.
"AKANDRA!!!" setelah itu dia langsung tidak sadarkan diri.
Saat bangun Ale kaget dikelilingi banyak orang ditambah ada bundanya disana.
"Bunda kok ada disini? " tanyanya bingung. Bundanya yang mendengar itu langsung memeluknya, Ale bingung kenapa bundanya menangis.
"Bun kenapa bunda nangis?" tanyanya lagi.
"Ale, Ale yang sabar yah Ale pasti kuat" kata bundanya yang tidak dimengerti oleh Ale.
"Emang kenapa?" Ale kembali bertanya.
"Emm, Aka udah gak ada sayang" ucap bundanya lirih namun masih terdengar karena keadaan yang sunyi.
"Maksud bunda?" Ale masih tidak mengerti
"Aka mengalami kecelakaan, kapal yang ditumpangi meledak" ucap bundanya.
"hahahaha gak mungkin, Aka gak mungkin setega itu ninggalin Ale, jadi ini semua gk mungkin!! ini semua pasti cuma mimpi jadi tolong bangunin Ale sekarang juga!" ucap Ale membuat yang mendengar merasa sedih.
"Ale kamu harus nerima kenyataan" ucap bundanya.
"Gimana Ale mau nerima kenyataan kalo ini semua bukan kenyataan bun" ucap Ale, semua orang yang berada disana hanya diam tidak tau harus berbuat apa. Melihat semua orang sedih dan diam saja Ale menjadi takut bahwa itu semua benar.
"Jadi ini beneran? Ale gak mimpi? Bunda?" tanya Ale belum percaya.
"Iya Ale ini bukan mimpi" ucap bundanya sambil menangis.
"GAK MUNGKIN!!!" teriak Ale berlari keluar dari pondok yang ada dipantai itu.
"AKA!!!"
"AKANDRA!!"
"GANENDRA GAVI AKANDRA!!"
"GW YAKIN LO DENGER GW JADI BERHENTI MAIN PETAK UMPET GW LAGI GAK MAU MAIN"
“Aka harusnya gw biarin lo nyamperin gw waktu gw demam andai aja gw ngizinin lo waktu itu lo pasti masih ada di sini bareng gw dan gak akan ngalamin semua ini, t-tapi...hikss“
"plisss" ucapnya lalu jatuh terduduk dipinggir pantai
"Hiks hiks, kenapa lo jahat ninggalin gw, lo udah janji waktu ditaman tapi kenapa lo gak nepatin janji lo"
"KENAPAAA" teriaknya terkhir kali sebelum terisak pilu siapa pun yang mendengar tangisannya pasti ikut menangis, terdengar begitu menyayat hati.
Hari demi hari berlalu dan sekarang sudah 2 bulan sejak kecelakaan itu terjadi dan selama itu juga Ale selalu datang ke pantai meski hanya sekedar untuk memandang laut setiap dia datang ujung-ujungnya dia akan menangis. Dan hari ini di sore hari saat matahari mulai tenggelam dia kembali datang dengan bunga mawar putih ditangannya.
"Aka, Ale datang ini Ale bawa bunga buat Aka tapi Ale gak tau cara ngasihnya soalnya Aka gak pernah nemuin Ale jadi Ale hanyutin aja yah bunganya" setelah mengatakan itu Ale menghanyutkan bunga tersebut ke laut. Setelahnya dia duduk di pasir sambil memandang laut yang dihiasi indahnya langit senja.
"Aka, inget gak terakhir kali kita kepantai buat liat matahari terbenam kita kejar-kejara ketawa bareng t-tapi sekarang Ale udah gak bisa kayak dulu lagi karena Aka udah pergi ninggalin Ale" Ale kembali menangis pilu.
"Laut kenapa kamu jahat banget sama Ale, saat kamu ambil mamah sama papah dari Ale 11 tahun lalu dan gak ngembaliin mereka Ale udah berusaha buat ikhlas t-tapi kenapa sekarang laut juga gak ngembaliin Aka? Apa laut juga mau nyembunyiin Aka kayak laut nyembunyiin mamah sama papahnya Ale, kenapa? Apa Ale punya salah sama laut?, Laut berapa lama lagi kamu nyembunyiin Aka, tolong kembalikan Aka ke Ale, Ale bener-bener udah kangen banget sama Aka"
Sejak kejadian itu Ale terus datang kepantai berharap laut akan mengembalikan Ganendra Gavi Akandra.
SELESAI