Oleh: C
Diceritakan ada dua orang yang bernama Sisi dan Siska, Mereka sudah bersahabat cukup lama.
Sisi adalah orang yang pintar dan pendiam sedangkan Siska adalah orang yang bodoh dan suka menyakiti orang.
Persahabatan mereka sudah terbentuk dari mereka smp, Tetapi kadang - kadang Sisi merasa tidak suka dengan sikap Siska.
Sisi pernah berkata dalam hati " Mengapa ya aku memiliki seorang sahabat seperti dia yang suka menyakiti orang ".
Pernah suatu hari, Sisi menasehati Siska untuk segera berubah. Sisi berkata " Siska ayo dong mulai ubah sikap kamu, kalau sikap kamu begini terus yang ada orang - orang disekitarmu bisa menjauh termasuk aku sendiri "
Siska membalas perkataan Sisi " Sisi, kamu kan sahabat aku Sudah pasti tau dong sikap aku seperti apa. Kalau kamu tidak suka dengan sikap ku ya udah persahabatan kita berhenti sampai disini aja".
Setelah mendengar perkataan Siska, Sisi tidak pernah mencoba untuk menasehati Siska lagi.
Sisi ingin persahabatan mereka tidak renggang.
Niat Sisi untuk menasehati Siska supaya berubah itu bagus, Karena Sisi sudah begitu kesal dengan sikap Siska yang seperti itu.
Tetapi Sisi ingat kebaikan - kebaikan yang sudah diberi oleh Siska, Sisi berpikir pasti Siska bakal berubah tanpa di nasehati.
Dalam persahabatan, kita harus saling menasehati satu sama lain karena, demi kebaikan sahabat kita. Tapi ketika dengan mudah kita akhiri persahabatan itu maka harus dipikir dahulu.
Sebab, bisa jadi walaupun sikap sahabat kita seperti itu bisa saja ia sudah memberikan kebaikan - kebaikan yang begitu banyak.
Bila orang sudah menolak untuk dinasehati maka, jangan kita paksakan.
Berpikir saja bahwa dia akan berubah dengan sendirinya tanpa kita nasehati.