"Jadi kak berikan aku cerita antara kau dan air." Viergo memberikan potongan ikan bakar itu kepada Ruby, sedangkan Ruby menerimanya dengan sepenuh hati.
Sejenak ia menoleh ke samping menatap beningnya air danau yang memantulkan benda-benda dihamparan langit. "Aku dan Air ya?"
Ruby kembali melirik Henry dan Kenan yang juga menatapnya. Kini Ruby menganda menatap jutaan bintang yang bertabur disertai purnama yang besinar dengan terang.
"Dari kata air kita semua tahu bahwa manusia tidak dapat hidup tanpa air. Air adalah komponen penting dalam kehidupan manusia. Manusia bisa hidup tanpa makanan selama 14 hari, namun manusia tidak bisa hidup tanpa air lebih dari 3 hari. Jadi bisa kau bayangkan jika dunia ini tidak ada air. Ya, tidak ada kehidupan.
Sama seperti api, semakin besar api semakin bahaya bagi orang. Dan air juga begitu semakin banyak air yang menimpamu semakin bahaya pula air bagi manusia. Banyak orang beranggapan air itu hal sepele yang bisa mereka dapatkan secara mudah dari alam. Tanpa tahu ada siklus yang terus berjalan tanpa dirasakan oleh manusia.
Hidup itu dipenuhi oleh air, air dari hujan, air dari laut, air danau atau telaga, juga air dalam bentuk cairan ditubuh kita. Orang biasanya berpendapat bahwa dalamnya sebuah laut, danau, atau telaga, memiliki jutaan misteri didalamnya.
Itu benar adanya. Air dalam seperti itu menyimpan banyak rahasia yang tidak diketahui oleh manusia. Banyak orang kehilangan nyawa didalam kedalaman perairan. Well, jika kau tidak tahu pesona didalam laut ataupun danau kau tidak akan pernah menyukai mereka sebagai komponen yang jelas tidak bisa ditinggalkan.
Air itu tenang, meski ombak berlomba-lomba bergulung di bibir pantai, di dalam lautan air tetap tenang. Air memang bisa sebagai maut karena nyatanya disaat berada di kedalaman perairan tubuhmu seakan mati, kau tidak bisa bernafas dalam air dengan lama kau tidak bisa mendengar sesuatu dibawah air.
Jika banyak orang bilang bahwa air mampu menenggelamkan seseorang maka aku bilang tidak. Tapi jika dari sudut pandang orang yang tidak bisa berenang, iya. Saat kau berada di suatu kedalaman air, jantung mu berhenti memompa karena saluran pernafasan terhambat. Otakmu sebagian besar tidak dapat berfikir, namun tubuhmu akan spontan mencari cara agar dapat mempertahankan diri. Tubuhmu akan spontan bergerak mencari cara selamat dari maut.
Jadi jikalau dibilang air itu menenggelamkan seseorang itu tidak. Hanya saja seseorang itu yang tenggelam dalam perairan. Orang itu memilih pasrah tenggelam dalam pusaran air dibanding berusaha mencari oksigen di permukaannya.
Masih bersama air dan segala pesonanya. Didunia ini tidak ada kata tenang selagi kau berada di daratan, coba kau dalam kedalaman sebuah perairan. Tenang itulah yang kurasakan.
Kala mataku tertutup, tubuhku yang terombang-ambing dalam air. Aku seakan merasa tuli dan mati rasa. Seolah aku mati tertelan oleh air yang dalam. Hal yang sempurna untuk menghentikan suara berisik dikepala.
Seakan waktu melambat, dari kedalaman itu aku temui sebuah ketenangan yang tidak bisa ku dapatkan diluar sana. Pesona dari tumbuhan dan batu karang yang elok menambah keinginan diriku untuk terus menyelam, ke dalam air yang jelas bahaya bagiku. Tapi sayang aku tidak lupa atas hidupku yang masih diperlukan disana.
Sampai pada batas waktunya akan datang kembali aku pada dunia daratan yang penuh dengan kebisingan, kalau merindu aku akan berhenti sejenak menenangkan diriku dengan air yang menyelimuti ku.
Jadi Viergo, jikalau aku memang mati tenggelam dalam kedalaman air jangan salahkan dirimu atau air. Aku tenggelam karena kemauan diriku sendiri, aku tenggelam karna aku memilih menukar hidupku dengan segala pesona dalam air yang membelenggu ku.
Lantas dari apa yang kukatakan ada hal yang masih mengganjal pikiran mu, Viergo?" Ruby menatap intens Viergo dengan senyuman tipis dibibirnya.
Viergo terdiam, pikirannya seakan berhenti berkeja menerima suara dari Ruby. Sama halnya dengan Henry dan Kenan. Sedangkan Ruby tersenyum penuh arti menatap rembulan di langit kelam itu.
@Queen