Di sebuah rumah sederhana ada seorang anak laki-laki yang bernama Arvian Dirgantara. Saat ini Vian berusia 15 tahun yang memiliki sifat yang baik, ramah, sopan,lugu, dan polos. Sifat lugu dan polos tersebut terbentuk karena selalu dimanjakan oleh abangnya yang bernama Arvin Dirgantara.
Vian memiliki seorang sahabat baik yang bernama Rian. Vian juga sudah menganggap Rian Alexander seperti seorang abang karena selalu dimanjakan saat di sekolah. Vian sekolah di A.A.D School.
Keesokan harinya Vian sedang bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Vian memulai kegiatan pagi dengan sarapan dengan roti dan susu, setelah itu Vian akan berangkat ke sekolah dan diantar oleh abangnya. Saat sampai di sekolah Vian melihat Rian sedang menunggunya di depan gerbang sekolah. Vian keluar dari mobil dan berlari menghampiri Rian.
"Vian jangan berlari" Kata Rian. Vian yang mendengar teriakan dari Rian pun berjalan dengan pelan sambil meminta maaf dan menunjukkan senyumnya agar Rian tidak jadi memarahinya. Rian dan Vian berjalan bersama untuk segera masuk ke kelas karena bel telah berbunyi, saat sampai di kelas Rian dan Vian duduk bersama di bangku yang ada di kelas. Saat pelajaran pertama dan kedua selesai Rian dan Vian langsung keluar kelas dan menuju ke kantin.
Setelah tiba di kantin Rian segera memesan makanan sedangkan Vian mencari tempat untuk mereka duduk. Vian dan Rian makan bersama dengan suasana yang tenang.
"Vian,ayo pulang bersama" Kata Rian.
"Vian gak mau pulang sama bang Rian(sedikit membentak)"
Kata Vian.
Sepulang sekolah Vian pulang ke rumah bersama dengan abangnya.
Setelah sampai di rumah Vian langsung mengganti pakaiannya dan bersiap untuk sarapan. Sedangkan di sebuah taman terdapat Rian yang sedang kesal karena tidak dapat pulang bersama dengan Vian. Rian memutuskan untuk minta maaf dan menelepon Vian namun tidak di jawab. Rian mencoba menelepon kembali namun sama saja tidak ada diangkat atau dijawab. Rian yang makin kesal pun pulang ke rumahnya.
Saat sampai di rumah Rian memutuskan untuk segera mandi dan belajar untuk besok.
Esok harinya Rian sudah ada di kelas dan tidak seperti biasanya Rian akan menunggu datangnya Vian. Sedangkan Vian saat sampai di kelas, Ia hanya diam dan tidak menyapa Rian hal itu membuat seisi kelas menjadi bingung karena biasanya Vian dan Rian selalu bersama seperti perangko.
Namun, ada apa dengan hari ini sehingga membuat suasana kelas menjadi sunyi tidak seperti biasanya yang selalu ramai menjadi sepi. Vian berpikir bahwa Ia tidak ada rasa bersalah sedangkan Rian ingin meminta maaf namu Dia urungkan karena tidak ingin melukai perasaan Vian lagi.
Saat di kantin Vian menyadari bahwa tidak ada salahnya untuk pulang bersama dengan Rian namun, bagaimana bisa persahabatan yang seperti saudara bisa hancur hanya karena masalah sepele. Akhirnya Vian memutuskan untuk meminta maaf kepada Rian dan kemudian berbaikan seperti sebelumnya.
Kemudian Vian dan Rian saling meminta maaf dan kembali seperti dulu sahabat tapi sudah seperti keluarga yang saling melindungi dan peduli.