di dalam ruangan guz Yusuf dan Ali duduk berhadapan denganku..
hatiku tak henti hentinya berdetak dengan kencang . sehingga membuat tanganku begitu dingin.
aku mulai menceritakan semua kejadian ini. tentu saja guz begitu heran dan terkejut. Antara percaya dan tidak . Ali hanya terdiam begitu mendengar ucapanku.
" Jika kalian tak percaya dengan ucapanku. baiklah liat ini " kataku langsung membuka surbanku
belaian rambut indah, langsung terlihat membuat guz dan Ali memalingkan wajah
" Astaghfirullah.. baiklah , saya percaya. sekarang ada dua pilihan . kamu mau saya oper ke putra, atau saya pulangkan kerumahmu " tanya guz sambil terus menunjukan pandanganya.
" Pulang guz " jawabku