Tidak ada yang kata lebih indah dari kata cinta, bahkan seluruh dunia mengakui kedahsyatan kata cinta.
Bahkan seorang Qais tidak mampu bertahan dan hilang kesadarannya demi cinta seorang Laila.
Seorang wanita yang sudah berstatus Janda menjalani hidup dengan keras, perpisahan dengan mantan suaminya menjadikan dia seorang yang tangguh, bekerja siang dan malam demi kedua anaknya. Tidak sekalipun dia berpikir untuk menikah, dia hanya memikirkan kedua putranya. Banyak pinangan dia tolak karena Trauma yang begitu mendalam.
Tapi Tuhan mempertemukan nya dengan seorang pria muda,seorang pekerja keras dan memiliki kepribadian yang membuatnya jatuh hati.
Kisah ini bermulai dari kecelakaan yang dialami Nour,
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya seorang pria muda saat membantu Nour yang mengalami kecelakaan, Mobil yang dikendarai Nour ditabrak sebuah bis.
"Tolong bantu keluarkan saya dari mobil" ucap Nour, Nour yang panik tidak sadar jika baju tersangkut di mobil dan
"Breeeeeet" lengan baju Nour robek hingga keatas.
"Astagfirullah Al adzim" ucap Nour spontan
Pria muda itu mengalihkan pandangannya,
"Pegang tanganku "ucapnya meraih tangan Nour
Setelah berhasil keluar, Nour menutupi lengannya yang terbuka karena baju yang digunakan robek. Pria muda itu mengambil jaketnya dan menutupi tubuh Nour dengan jaket.
Nour tertunduk malu, saat hendak melangkah dia baru merasakan kakinya yang sempet terjepit terasa sakit.
"Kamu baik-baik saja?" Tanya pria muda itu,
Nour mengangguk pelan, tapi dia tidak mampu melangkahkan kakinya. Nour yang menahan sakit tidak kuasa menahan air matanya.
Pria muda itu memperhatikannya,
"Nona, maaf jika aku lancang. Tapi kondisimu saat ini membutuhkan bantuan dari seseorang. Dan saat ini tidak ada seorang wanitapun disini. Apakah kamu mengijinkan mu menyentuhmu untuk membawamu ke dokter?" Ucap pria muda itu
Nour yang sudah tidak mampu lagi berjalan hanya bisa menganggukkan kepalanya setuju.
Pria muda itu mengangkat tubuh Nour dan membawanya dengan cepat ke sebuah klinik, kaki Nour segera diobati oleh dokter. Ternyata kaki Nour mengalami terkilir dan tidak bisa berjalan sementara.
"Dokter bagaimana keadaan nya?"tanya pria muda itu begitu dokter keluar dari ruangan.
"Istrimu hanya terkilir, tapi saat ini dia tidak mungkin kakinya untuk berjalan. Untuk sementara sepepertinya kamu akan menggendongnya untuk melakukan semua aktifitas" jawab dokter itu tersenyum.
Pria muda itu tersipu malu. Tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Lalu berjalan kedalam ruangan.
"Nona, maaf saya harus meminjam kartu identitas mu untuk mendaftar pengobatan" ucap pria muda itu,
"Sebentar, aku ambil didalam tasku." Ucap Nour
"Terimakasih..." ucapan Nour menggantung
" Mahmoud, namaku Mahmoud" seperti nya pria muda itu mengerti
"Terimakasih Mahmoud" ucapnya pelan
Mahmoud berjalan ketempat pendaftaran, dan menyerahkan kartu identitas Nour.
Seorang suster menerima nya dan mulai menulis,
"Tuan, berapa usia Nyonya Nour?" Tanya suster
" Nyonya? Dia belum menikah." Ucap Mahmoud
"Sepertinya tuan lupa ingatan, bukankah nyonya Nour adalah istrimu" ucap suster itu lagi
Mahmoud mengambil Kartu identitas Nour dan membaca status pernikahan dan usianya. Mahmoud terkejut dan tertunduk lesu. Bagaimana wanita yang memikat hatinya sejak pandangan pertama adalah seorang janda dan umurnya 11 tahun lebih tua darinya.
Mahmoud kembali kedalam ruang perawatan dengan wahah lesu,
" Maaf, apa semua sudah selesai?" Tanya Mahmoud, Nour menganggukkan kepala.
" Nour, mobil mu sudah diambil pihak asuransi, aku hanya memiliki motor. Apa kamu mau aku antar dengan motor ku atau kita naik Taksi?" Tanya Mahmoud
"Apa tidak merepotkan mu? " ucap Nour singkat
"Tidak sama sekali, kebetulan pekerjaan ku sudah selesai" balas Mahmoud
"Bagaimana dengan biaya rumah sakit?" Tanya Nour
"Sudah aku selesaikan" jawab Mahmoud
Mahmoud memilih mengantar dengan taksi, melihat kaki Nour tidak bisa banyak bergerak, demi kenyamanan Nour.
Setibanya di rumah, Nour disambut kedua anaknya
"Mama" panggil Zacky putra kedua Nour
"Bagaimana itu bisa terjadi Ma?" Tanya Muhammad putra pertama Nour
Dengan senyum seindah bunga mawar Nour memeluk kedua putranya,
" yang pertama harus kalian ucapkan, Alhamdulillah. Mama pulang dalam keadaan baik-baik saja. Yang kedua ucapkan terimakasih pada Paman Mahmoud yang sudah menolong Mama"
Kedua putra Nour memandang Mahmoud dan mengucapkan terimakasih.
"Paman, bukan kami tidak sopan. Seperti paman tahu, Mama kami seorang Janda. Tidak baik paman berada didalam rumah kami." Ucap Muhammad
"Muhammad " panggil Nour lembut
"Mama, aku tidak ingin Mama menjadi omongan dan fitnah menyebar" Muhammad menjawab dengan lembut pula
Zacky menatap Mahmoud dengan tatapan takjub,
"Paman, terimakasih " ucap Zacky malu-malu
Mahmoud tersenyum dan membelai lembut rambut Zacky.
"Baiklah Paman pulang. Jagalah Mama kalian dengan baik" ucap Mahmoud
"Mahmoud terimakasih. Oiya ini kartu namaku. Aku akan mengganti semua uangmu yang aku gunakan hari ini" ucap Nour
Mahmoud hanya mengangguk dan segera pergi dari rumah Nour.
Dua Minggu berlalu sejak kecelakaan itu terjadi. Tidak sekali pun Mahmoud menghubungi Nour. Nour merasa bersalah sekali karena tidak menanyakan nomor telepon Mahmoud.
"Assalamualaikum" ucap Zacky memecah lamunan Nour
"Wa Alaikum salaam" jawab Nour lembut
"Mama sedang apa?" Tanya Zacky
"Engga nak, mama cuma lagi diam saja" jawab Nour asal
"Zacky, inget gak sama paman Mahmoud?" Tanya Nour tiba-tiba
"Inget ma, kenapa?" Ucap Zacky
"Mama belum bayar uang paman Mahmoud. Tapi mama gak tau cara menghubungi paman Mahmoud. Mama harus gimana ya nak?"
"Mama udah coba Dateng ketempat mama waktu kecelakaan, mungkin paman kerja disekitar sana"