muhammad azril al katiri adakah seorang pemuda dari desa dilereng, pegunungan merapi iya merupakan seorang anak yatim yang sholeh dan taat beribadah.
karena sang ayah telah meninggal dunia beberapa tahun silam , kini nya hanya tinggal bersama dengan ibunya
ayahnya bernama roby alkatiri dan ibu nya bernama ayu intan sari.
semenjak sang ayah wapat kehidupan perekonomian keluarganya hanya bertopang dengan, hasil jualan sayur sang ibu, yang tidak menentu
setelah azril lulus dari sma iya memutuskan untuk daftarkan dirinya, menjadi tentara.
azril melakukan beberapa tes persyaratan untuk masuk tentara, dan ternyata iya berhasil masuk keakademi militer.
dengan berat hati iya harus meninggalkan sang ibunda tercinta untuk, nya melanjutkan pendidikan militernya
enam tahun berlalu kini iya telah resmi menjadi prajurit tentara, perpangkat lettu kini, iya pulang kembali kedesa dimana iya dilahirkan dan dibesarkan.
karena hampir satu setengah tahun setelah iya, selesai pendidikan militernya ditugaskan dikota lain, dan kini iya dipendah dugaskan kekota kelahirannya
dikarenakan akses menuju desanya itu sangat sulit diakses dengan mobil membuat azril harus , jalan kaki sekitar 1 kilo meter dari tempat iya berhenti hingga sampai kedesa itu.
ditengah perjalan azril kelaparan setelah berjalan cukup jauh dan juga makanan yang iya bawa telah habis, membuat iya kelaparan , disaat laparnya kian mendera.
iya melihat sebuah pohon apel yang buahnya sangat lebat dan juga buahnya yang hampir semua telah matang ,saat azril kelaparan membuat azril.
membuat iya langsung memetik 2 buah aoel dan memakannya disaat rasa laparnya telah berganti dengan rasa kenyangnya, baru lah iya tersadar bahwanya telah memakan apel yang bukan haknya
membuatnya menjadi kwatir di karenakan buah yang, iya makan akan menjadi darang dan daging didalam, tubuhnya membuat iya segera bertaubat pada allah swt.
azril langsung bergegas menuju kampung dan sesekali azril bertanya kepada beberapa warga tentang siapa sipemilik, pohon apel tersebut, sampai dirumah nya masih tidak menemukan sipimilik pohon tersebut, hingga iya bercerit kepada sang ibu dan ternyata sang ibu tau sapa sipemilik pohon tersebut.
setelah azril mengetahui siapa pemilik pohon itu keesokan harinya lah azril menemui sipemilik pohon tersebut sekalian iya akan pergi dinas , iya bertanya kepada beberapa warga untuk bertanya rumah pak ustadz yahya
iya mengendarai motornya , segera menuju kekediaman ustadz yahya" assalammualaikum wr wb" ucap azril "waalaikum salam wr wb " ucap ustadz yahya.
ada apanya keperluan nya tanya ustadz yahya kepada pemuda berpakaian tentara, kerumahnya, ustadz yahya segera menyuruhnya duduk diteras rumah lalu iya segera memanggil istrinya untuk membuatkan minumn untuk azril.
setelah itu barulah azril menjelaskan maksud dan tujuan, kekediaman ustadz yahya, begini pak ustadz yahya, saya kesini untuk meminta keikhasan bapak , kemarin saya menetik buah apel bapak karena disaat itu saya sedang kelaparan
bila bapak ingin saya bayar buah itu maka saya akan membayarnya seharga yang bapak inginkan ucap azril.
saya tidak ingin buah yang saya makan membuat dosa keseluruh tubuh saya ucap azril, karena buah itu akan menjadi darah daging ditubuh saya
ustadz yahya pun menjawabnya saya tidak ingin enggau mengganti biah saya dengan uang dan saya tidak akan mengikhlaskan buah saya yang enggau makan itu, terkecuali satu syarat.
ucap ustadz yahya , membuat azril menjadi ketakutan akan dosanya, lalu azril berkara, apa syaratnya pak saya akan lakukan , ucap azril
ustadz yahya pun berkata, kamu harus menikahi putri saya ucap ustadz yahya , putri saya itu tidak bisa berjalan , tidak bisa melihat, tidak bisa berbicara dan tidak mendengar.
sontak azril pun terdiam, lalu uta segera berkata, apakah tidak ada syarat yang lain ustadz ucap azril, tidak ada bila enggau menolaknya maka disa itu akan terus berada didalam dirimu
baiklah ustadz kasuh saya waktu berpikir sampai esok pagi saya akan membali dengan jawabanya karena saya ingin sholat istikhoroh terlebih dahulu ucap azril.
malam pun tiba azril mun bercerita tentang syarat yang diajukan oleh ustadz yahya kepada ibunya sang ibu pun berkata.
tidak apa enggau menikahi akan pak ustadz itu untuk kebaikan dirimu dan lainya
setelah itu azril melakulan sholat
pagi harinya azril telah tiba dirumah sang ustadz dan berkata iya bersedia.
dihari tu iya dinikahkan dengan sang putri dari ustadz yahya.
malam pun tiba setelahnya menikah dengan putri sang ustadz, azril tidak diperbolehkan melihat sang istri hingga malam tiba.
azril masuk kedalam kamar iya tidak melihat wanita yang dicerita kan oleh sang ustadz.
yang iya lihat adalah seorang wanita yang sempurna bak bidadari
setelah itu iya kembali menemui sang ustadz. azril pun bertanya kepada sang ustadz.
yah kata mu istri ku tidak bisa berjalan, tidak bisa melihat, tidak bisa berbicara, dan tidak bisa mendengar ucap azril.
sang ustadz pun berkata" wahai anakku azril ayah tidak berkata bohong kepadamu nak yang ayah maksud tidak bisa bila berjalan karena dia tidak pernah berjalan ketempat tempat maksiat.
tidak bisa bisa melihat karena dia tidak bisa melihat lawan jenisnya terkecuali ayah dan adiknya.
tidak bisa berbicara karena iya tidak pernah , berkata untuk menggibah orang , menggunjing orang dan lainnya.
tidak bisa mendengar karena iya tidak pernah mendengarkan gosip gosip orang orang sekitarnya.
saat itulah azril mengerti madsud dari sang mertuanya itu, azril merasa sangat beruntung memiliki istri seperti ayudia indah permana, setelah beberapa bulan pernikahan mereka azril dan ayu melakukan sidang nikah kantor sebagai syarat menikah dengan abdi negara, disaat sidang berlang sung ayu selalu menggunakan penutup wajah atau cadar.
kini kehidupan mereka , bahagia dengan dikaruniai 3 orang anak dua putra satu putri yang bernama gilang perwira, galang perwira, dan gendis indah lestari.