Tentu dari pernikahan ibu kami dengan ayah kami ya menghasilkan kami. Saya Lala dan saudara perempuan saya bernama Sita. Kami terlahir kembar dalam waktu 5 menit.
Sebelum kami lahir, kami masih dikandungan ibu kami. Ibu kami ternyata sudah lama berpisah dengan ayah kami.
Karena sikap kemanjaan ibu kami kepada nenek kami yang membuat ayah kami tidak kuat untuk menerima ibu kami, bahkan sikap kekanakan yang sangat tidak masuk akal dari ibu kami.
Mereka berpisah dengan menandata tangan surat perjanjian kontrak dengan dicap materai yang dimana tertulis ayah kami atau pihak keluarga kami tidak boleh bertemu atau melihat kami yang sebagai anak dan bertanggung jawab memberi nafkah untuk kami. Jika sampai ketahuan maka ayah kami atau keluarganya akan terjerat hukum
Maka dari pihak mereka tidak ada yang berani, karena sebelumnya ketahuan kalau dari salah satu keluarga ayah kami ada yang mau menafkahi kami yang bicara langsung di depan ibu kami serta nenek kami.
Tentu ibu kami langsung menolaknya bahkan dengan lantang ibu kami bilang ke semuanya termasuk nenek kami " kalau dia akan menjadi tulang punggung keluarga" untuk kami. saat dimana kami baru lahir ibu kami sudah kembali lagi sibuk dengan dunia malamnya bahkan sibuk dengan teman- temannya yang jalan salah ya walaupun masih ada memberi kami nafkah dengan cara yang tidak benar.
Jadi kami hanya diurusi sama nenek dan kakek kami dari bayi, untuk mengenai biaya lahir rumah sakit pun ditanggung semuanya oleh pasangan suami istri yang belum dikarunai anak. Yang masih kenal dengan dekat banget sama nenek serta kakek kami bisa dibilang teman kakek kami.
Jadi semasa kami sakit, kami yang sangat superaktif kami yang tidak bisa berjalan kami yang masih membutuhkan susu kami yang masih istilah kata masih menyusahkan semuanya ditanggung oleh nenek serta kakek kami. Sedangkan ibu kami tidak ada 1 pun mau mengurusi kami
Dan sebetulnya saat kami lahir ada bujukan dari salah satu keluarga kakek kami yang mengatakan " si itu belum punya anak loh.. boleh gak diadopsi salah satu mereka? Yang dimaksudkan adalah kami. Dan kakek kami dengan lantang mengatakan tidak. Sedangkan dari salah satu keluarga nenek kami menyuruh untuk masukkan kami ke dalam panti. Tapi nenek kami menolak, nenek kami yang mau sendiri untuk mengurusi kami. Jadi ya bisa dibilang kakek nenek kami lah yang mengurusi kami dimana kami saya Lala dan saudara perempuan saya Sita dari bayi sampai kami bisa tumbuh dewasa