Sebelumnya saya menceritakan disini, saya akan memberitahukan kalau saya akan menggunakan nama samaran tapi untuk alur kehidupan yang saya ceritakan sangat real sesuai dengan apa yang sudah menjadi jalan takdir saya.
Ibu kami bernama Nana yang usianya masih muda yang kalau dihitung dimana kami sudah tumbuh dewasa, ibu kami masih berusia 30 + Masih betul muda kan? Ibu kami menikah diusia yang 17 tahun.
Menikah didasarkan perjodohan dari nenek kami yang pasangan ibu kami bekerja disebuah pengurusan gudang di salah satu perusahaan kimia.
Dibalik perjodohan ada suatu alasan kenapa itu terjadi, ya karena ibu kami semasa sekolah tidak pernah serius dalam sekolah. Lebih sibuk berpacaran mencari cowok di situs internet seperti yang bisa kita bilang warnet
Dulu semasa sekolah ibu kami lebih mengutamakan kecantikan, yang tiap hari pergi ke salon. Minta beli makeup minta beli ini dan itu. Sedangkan nenek kami dulunya hanya hidup sebagai pedagang kue keliling yang dimana penghasilan tidak seberapa.
Oh ya sebelumnya saya mau menjelaskan kami jg masih mempunyai seorang kakek tapi usia jg sudah sepuh beda 1 tahun dari nenek. Nenek yang lebih muda dari kakek.
Untuk kakek kami dulunya hanya sebagai travel yang kadang pulang kadang pergi tapi bukan travel milik sendiri, milik temannya. Tapi dari hasil travel hanya mendapat penghasilan sedikit yang hanya bisa mencukupi kebutuhan sendiri. Maka sebab itu nenek kami mencari pekerjaan yang lain ( pedagang kue )
Jadi untuk sebuah barang kecantikan tentu nenek kami tidak bisa melakoninya. Sehingga membuat ibu kami mencari cowok di warnet dan dari beberapa cowok yang dikenal serta ditemuinya ibu kami meloroti uangnya.
Karena kehidupan ibu kami yang bisa dibilang kalangan bawah kurang mampu membuat ibu kami tidak sekolah lagi, karena keterbatasan ekonomi. Karena tidak punya uang membuat ibu kami malu karena dipanggil terusan oleh pihak admin keuangan sekolah, jadi ibu kami hanya lulusan smp bukan sma.
Dari situlah saat perkenalan cowok di warnet pergaulan ibu kami salah, ibu kami dikenalkan salah satu teman dari cowoknya yang ternyata tidak benar. Dia bisa kita sebut Meli. Meli mengajak ibu kami ke club malam, menggunakan obat - obat terlarang serta dari situlah ibu kami terpaksa dijodohkan oleh ayah kandung kami ( pengurusan gudang di perusahaan kimia ) yang kebetulan kenalan nenek kami.
Ibu kami pun juga menerimanya, ayah kami juga adalah orang yang baik dimana dia juga menerimanya dia melamar ibu kami, dia juga menawarkan bantuan biaya untuk melanjutkan pendidikan ibu kami sma tapi ibu kami memutuskan menolak dia tidak mau bersekolah lagi. Jadilah kisah kami dimulai