Menjadi anak broken home bukan keinginan semua orang termasuk aku tapi mau bagaimana lagi, aku harus menerima semua jalan takdirku yang tidak bisa aku rubah bagaimanapun caranya. Aku seorang anak yang ditinggalkan ibu kandung sendiri, ayah sudah lama tiada. Serta aku yang hanya diurusi + dibiayai nenek kandung dari pihak ibu.
Jika bisa memprotes takdir mungkin aku udah lama akan memprotesnya, kenapa kehidupan aku berbeda dengan kehidupan anak yang lain yang mempunyai keluarga utuh?! Yang sangat harmonis yang sangat bahagia dan yang sangat penuh cinta dan kasih sayang dari ayah dan ibu mereka.
Aku seorang anak yang berusaha kuat yang berusaha mandiri yang berusaha tersenyum di kala kehidupan aku menderita
Tapi semua tidak hanya ku lewati sendiri, aku mempunyai saudara perempuan dan saudara laki - laki yang juga diurusi sama nenek yang sudah menua.
Kami bertiga harus menghadapi kehidupan kami yang sangat sangat berbeda dengan yang lain, kami pernah kelaparan saat nenek tidak ada uang. Sampai nenek kami rela meminta dipinjamkan uang dari teman² selingkungan kami.
Sudah bisa kalian rasakan bukan bila menjadi posisi di kami, tapi dibalik itu semua kami bertiga sangat bersyukur akan keberadaan nenek kami yang mau menerima kami padahal usianya sudah bisa dikatakan sepuh. Inilah kisah kami, yang akan saya ceritakan semuanya disini. Jadi kalian silahkan mendengar curhatan hati saya yang sebagai anak broken home