Akhir akhir ini masalah selalu saja menghampiriku, mereka datang silih berganti tanpa jeda sampai aku tidak punya cukup waktu untuk menata kembali pikiranku yang kacau karenanya.
Akibatnya, kemarin tanpa sengaja aku melampiaskan semua amarahku itu pada kekasih yang sangat kucintai di malam peringatan anniversary kami yang kedua. Padahal dia sudah susah payah menyiapkan kejutan di sebuah restoran dengan tema outdoor agar kami bisa memiliki quality time setelah sekian lama.
Kekasihku bernama Emily, kami adalah teman satu kampus dan karena kesibukan masing masing kami jadi tidak sempat menghabiskan waktu berdua seperti biasanya.
Aku dan dia bak bumi dengan langit. Emily yang cantik, multitalenta dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang oleh keluarga yang berkecukupan sangat berbanding terbalik denganku yang biasa saja dan sudah menjalani kehidupan keras sejak kecil karena kondisi ekonomi keluargaku yang sulit. Bisa dibilang, aku adalah pria yang sangat beruntung karena bisa memiliki gadis istimewa sepertinya.
Keesokan harinya, aku membeli buket bunga mawar dengan beberapa selipan coklat di dalamnya sebagai hadiah permintaan maaf karena sudah membuatnya kecewa kemarin, tak lupa aku juga membelikannya sebuah cincin emas dengan desain sederhana namun elegan sebagai tanda keseriusanku. Ya, aku berencana datang kerumah Emily untuk melamarnya hari ini agar ikatan diantara kami semakin kuat dengan adanya status baru yakni sepasang tunangan.
Setelah semua yang kubutuhkan sudah siap, aku pun bergegas memilih pakaian terbaik yang akan kupakai dihari bersejarah ini. Pilihanku jatuh pada kemeja biru langit yang kupadukan dengan celana hitam panjang karena Emi sangat menyukai warna biru langit. Aku penasaran bagaimana reaksinya nanti saat melihatku datang melamar ke rumahnya, pasti dia akan terkejut dan senang bukan?
Tapi entah bagaimana ceritanya, tiba tiba saja aku terbangun dengan posisi duduk di sebuah kursi yang ada di pinggiran jalan kota Sky. Sepertinya aku ketiduran saat sedang duduk untuk sekedar beristirahat sebentar karena memang kemarin aku begadang untuk menyiapkan semuanya.
Anehnya saat beranjak bangun, tubuhku benar benar terasa ringan seperti sedang melayang. Duh, aku tidak punya waktu untuk memikirkannya karena sekarang aku harus bergegas pergi ke rumah Emi. Singkat cerita, aku sudah berdiri di depan pintu rumahnya.
Tapi saat hendak mengetuk pintu, tiba tiba saja Emi terlebih dahulu membukanya dari dalam dengan penampilan acak acakan dan raut wajah yang sangat gelisah. Dan anehnya ia malah melewatiku begitu saja padahal jelas jelas sekarang aku sedang berdiri tepat dihadapannya.
Emi berlari menuju ke suatu tempat sambil menangis dan terus menerus berkata kalau semua ini tidak mungkin terjadi. Aku yang bingung langsung mengejarnya dan mengikuti kemana dia akan pergi.
Di sepanjang perjalanan aku terus memanggil namanya dari belakang sambil minta maaf dan mengatakan kalau aku benar benar mencintainya, aku menyesal sudah membuatnya sakit hati kemarin. Tapi tetap saja dia tidak menoleh dan malah semakin berlari kencang.
Beberapa saat kemudian, ternyata tempat yang dituju oleh Emi adalah rumah sakit. Ia pun berlari masuk kesana menuju ke... Ruang jenazah?! dan rupanya orang tua Emi juga sedang berdiri di depan ruangan itu. Sontak saja pikiranku dipenuhi banyak sekali pertanyaan tentang siapa sebenarnya orang yang ada di dalam sana dan apa hubungannya dengan keluarga Emi sampai mereka semua ada disini untuk melihatnya??
Sambil menangis terisak isak, Emi dan orang tuanya bergegas masuk kedalam ruangan itu menuju ke salah satu tempat dimana terdapat seseorang yang terbaring kaku dengan wajah yang ditutupi oleh selimut. Aku pun shock saat Emi menyebutkan siapa nama orang itu dibarengi dengan fakta yang sudah kulupakan.
"Kenapa kau meninggalkanku secepat ini Josh?!"
"Jika saja aku menjawab semua telpon dan pesan permintaan maafmu hari ini, kau pasti tidak akan mengalami kecelakaan dan meninggalkanku sendirian sekarang!!!"
"Maaf... Maafkan aku Josh, aku mencintaimu karena itu tolong katakan kalau semua ini hanya mimpi!!"
"Kumohon..."
"Kembalilah padaku Joshua!!!"
____Tamat____