Sienna melongo ketika mengantar kakak iparnya yang hamil.besar ke sebuah konser di ibukota. Dia sudah meminta kakak iparnya untuk melihat via sosial media saja, tapi karena mengancam tidak mau makan selama satu minggu, akhirnya dia pun menuruti apapun yang kakak iparnya bilang.
"Ini sudah jam sepuluh malam, ayo pulang nanti kak Abri nyariin!!" teriak Sienna. Suaranya kalah kencang dengan suara musik yang memenuhi stadion ini.
Kyra menggeleng. "Mana ada!! Dia lebih sibuk sama kerjaannya dibanding aku. Yang ada aku pulang atau nggak, dia juga nggak akan peduli!!"
Sienna menghela nafasnya kasar, begini nih kalau punya kakak ipar usianya dua tahun di bawah Sienna. Dia sendiri bingung harus memanggil kakak iparnya itu dengan sebutan apa. Pernikahan mereka jihan secara mendadak, karena Abrisam mabuk dan memperkosa Kyra hingga hamil.
"Ya tapi kan tetap harus pulang. Itu bayi ke berisikan."
Kyra menunduk menatap perut buncit nya yang sudah besar. "Gak dulu deh, masalahnya Nemo belum keluar."
Nemo adalah band terkenal di ibukota, banyak sekali orang yang suka dengan band itu, kecuali Sienna. Wanita itu hanya mampu terdiam di samping Kyra yang terus bernyanyi seperti penonton lainnya.
Sampai akhirnya suara penonton pun naik satu oktaf, ketika empat pria keluar dari lorong gelap pinggir panggung. Sienna menyipitkan matanya, menatap hal itu dengan harapan dia bisa menatapnya dengan jelas. Sayangnya, salah satu diantara mereka mengenakan topi hingga membuat Sienna kesulitan untuk mengenali mereka. Namun, tatapan Sienna terfokuskan pada topi hitam dengan tanda X di samping kiri.
Kyra yang melihat Sienna melongo pun tertawa kecil sambil menyenggol lengan adik iparnya ini. "Kenapa? Terpesona ya sama vokalisnya Nemo?"
Memutar bola matanya malas, Sienna malah sama sekali tidak tertarik dengan band ini. Mau Nemo atau ikan dory sekalipun juga Sienna tidak akan peduli. Dia hanya teringat seseorang menggunakan topi itu dan mencium Sienna di tempat umum secara terang-terangan. Mereka tidak saling kenal, Sienna masih ingat betul wajah pria itu, meskipun hanya setengah. Waktu itu, Sienna baru saja kembali dari Los Angeles untuk mengunjungi orang tuanya. Sayangnya, ketika dia ingin membeli roti kesukaanmu sejak dulu di mall, yang ada, malah ada satu pria yang entah siapa menggunakan topi dengan logo X berwarna putih dan langsung mencium Sienna tanpa permisi. Bahkan pria itu juga tidak meminta maaf sama sekali pada Sienna dan berlalu. Tentu saja Sienna langsung marah, dia sampai memaki pun pria itu juga tidak kembali. Sienna bahkan bersumpah dalam hatinya, tidak akan mau bertemu kembali dengan pria. Tapi topi itu …
"Nggak mungkin!!" gumam Sienna pelan. Topi itu banyak sekali di jual di pasaran atau di manapun. Dan Sienna yakin jika bukan pria itu yang menciumnya di mall.
Terlalu asyik memikirkan hal itu, tanpa sadar vokalis band yang sedang dia tonton pun turun dari panggung. Pria itu berjalan pelan ke arah Sienna dan berhenti tepat di hadapan wanita itu. Kyra berteriak heboh hingga melompat, tanpa menyadari jika dia tengah hamil besar dan bisa membahayakan kandungan.
Sepuluh menit berlalu, Sienna tak bergeming sama sekali. Dia bahkan tidak menyadari jika pria itu tengah menatapnya dengan nanar. Hingga membuat para fans termasuk Kyra berteriak kencang.
Kesal dengan sikap Sienna, Kyra pun langsung memukul punggung wanita itu, hingga membuatnya sadar. Wanita itu mengerjap beberapa kali, hingga dia melihat pria berdiri di hadapannya kali ini. Tanpa mengatakan apapun, pria itu langsung menundukkan kepalanya, hingga meraih bibir cherry Sienna dan mengecupnya lembut. Sienna masih belum sadar seratus persen, ada banyak kamera yang langsung menyorot wajah wanita itu. Ditambah lagi Kyra yang langsung menggoyangkan tubuh Sienna hingga sakit.
Sienna menepis tangan itu, dia pun menatap vokalis itu dengan mata merahnya. Dibalik topi itu, Sienna masih ingat betul senyum pria menyebalkan setelah mencium Sienna.
"Sialan!!!" teriak Sienna meskipun dia tahu sia-sia karena suaranya kalah kencang dengan suara musik. "Kamu—-" menghentikan ucapannya Sienna pun menatap kakak iparnya dengan heran. Bagaimana tidak, jika wanita itu melempar bra berwarna biru ke atas panggung, dan diikuti oleh banyak fans. "Itu kenapa bra nya di lempar ke panggung, Kak!! Gila ya kamu!!" ujarnya
Kyra tertawa. "Nggak tuh, sengaja aja aku lempar. Karena itu bukan punyaku."
"Terus punya siapa?"
"Punya kamu lah, siapa lagi. Aku gak punya ya bra warna biru begitu, gelap semua."
Mata Sienna langsung melebar sempurna. Dia pun berlari ke arah samping panggung dan naik ke atas untuk mencari bra biru miliknya dan mengambilnya. Sienna hanya takut jika Kyra mengambil bra kotor miliknya, bukan malah yang baru dicuci oleh bibi. Namun, ketika tangan itu ingin menyentuh bra biru miliknya, pria itu lebih dulu mengambilnya dan menyimpan di saku celana belakang. Sienna melongo kembali dan mengumpat, belum lagi ketika dia ingin mengejar ada beberapa staf yang langsung menarik tangan Sienna dan meminta wanita itu untuk turun dari panggung. Akan Sienna pastikan jika dia akan mengambil bra biru miliknya setelah ini.
***
"Hah … ," Jason mendesah dia pun mengacak rambutnya yang basah. "Habis gini gue mau pulang ke apartemen." ucapnya.
"Tumben banget, ada apa nih?" jawab Gionino.
Tidak ada alasan pasti kenapa Jason pulang ke apartemen.
Saga yang duduk di samping Gionino tertawa. "Yo, lo lupa atau gimana? Biasanya kalau kita konser banyak tuh bra sama CD yang mereka melempar ke arah panggung." Saga mengangguk. Di konser mana pun tradisi itu tidak pernah lepas dari konser mereka. "Lo tau nggak, dia tadi habis ngambil bra biru, mungkin mau di simpan di sana." lanjutnya.
Jason tertawa, sedangkan Saga dan juga Yohan hanya mampu menggeleng kecil. Ini sejarah awal untuk band Nemo yang mengambil bra penontonnya. Sedangkan selama ini meskipun dilempar banyak barang, tak ada satupun yang mereka ambil. Sedangkan kali ini, Jason yang terkenal cuek mengambil satu bra biru milik fans?
"Tapi … gue tadi sempat liat yang ngelempar cewek yang sedang hamil besar." kata Yohan.
"Terus yang naik yang satunya kan? Gue rasa itu bra milik yang hamil tadi deh."
Jason menoleh langsung, menatap Gionino dengan tatapan tidak percaya nya. "Gak mungkin!!"
"Sepercaya itu lo?" Jason mengangguk. "Dari mana keyakinan lo ini? Sedangkan lo aja gak tau itu bra punya siapa." ujarnya.
Awalnya iya, Jason berpikir jika bra itu milik wanita hamil samping wanita yang dia cium. Namun, ketika melihat wajah panik wanita itu, Jason kembali berpikir jika bra itu miliknya. Jika bukan miliknya mana mungkin dia sampai naik ke panggung hanya mengambil bra? Jika hal itu disengaja setidaknya wanita itu hanya perlu menutup wajahnya saja tidak lebih. Tapi kali ini …
"Udah dibilang kalau di atas panggung jangan bikin heboh. Kenapa lo pacar bikin heboh sih!!' ucap Panca, yang baru saja datang ketika mendapatkan laporan jika Jason kembali berulah.
Jason memutar bola matanya malas. Dia pun mengambil minuman dingin di samping kanannya dan meneguknya. Bahkan Jason tidak memperdulikan ucapan Panca yang terlalu panjang lebar. Ini urusan pribadi Jason untuk apa juga dia harus ikut campur? Dalam kontrak memang tidak boleh mempublish hubungan. Selama ini Jason tidak memiliki kekasih karena Panca, dia selalu memiliki banyak cara arah Jason tidak menggandeng wanita manapun selama kontrak berlaku. Sedangkan Jason membutuhkan pelampias dan juga sesuatu yang dalam dirinya meledak keluar. Hubungan Kasih tidak bisa bertahan lama karena Panca. Satu bulan itu sudah cukup lama menurut Jason untuk dirinya mengganti kekasihnya karena Panca.
"Sudah gue bilang, tahan— mau kemana lo!!" Panca nyolot, ketika melihat Jason yang bangkit dari duduknya samping mengambil kunci motornya. Belum lagi pria itu yang langsung mengenakan jaket dan juga sarung tangannya. "Jason gue lagi ngomong sama lo!!" seru Panca.
"Gue mau pergi, urusan konser udah selesai setengah jam yang lalu. Dan ini waktunya gue istirahat!!" cetus Jason dan berlalu.
Untuk tidak dikenali, Jason pun mengenakan topi polos putih, dan juga masker. Dia melewati banyak sekali lautan manusia yang belum sepenuhnya keluar dari gedung konser. Sesampainya dia di parkiran khusus, Jason dengan cepat mengendarai motornya, dengan harapan para wartawan tidak mengenali dirinya. Dan benar saja, banyak wartawan yang mengatur agar para fans Nemo bisa keluar dengan cepat dan mereka meliput banyaknya berita tentang hal ini.
Namun, tak jauh dari parkiran mobil. Jason melihat wanita hamil tadi yang tengah berjalan di pinggiran trotoar. Sesekali dia menatap ke arah belakang, tentu saja hal itu membuat Jason tersenyum, dan langsung menghampirinya.
"Hai … " sapanya dengan lembut, meskipun Jason tidak turun dari motornya.
Kyra langsung menoleh, mengerutkan keningnya dan mencoba mengenali wajahnya pria di depannya. "Siapa? Anak buahnya mas Aldo lagi!! Kenapa sih kalian datang kesini!! Bisa nggak, jangan ikutin ucapan dia terus aku juga butuh kebebasan, aku tidak suka dikekang meskipun aku sedang hamil. Ingat ya!! Ibu hamil tidak boleh stres dan banyak pikiran, apalagi tekanan batin, itu nggak boleh!!" ujarnya.
Jason tertawa kecil, dia pun menarik masker yang dipakai sedikit saja. Hingga membuat wanita itu memekik kegirangan. Tentu, Jason langsung membekap mulut Kyra. "Sssst!! Tolong diamlah, nanti akan ada banyak orang yang tahu jika aku disini."
Kyra mengangguk, dia tidak akan berteriak dan bersikap aneh di depan Jason. Setidaknya dia harus menyelamatkan idolanya dari para tasnya, lagian kapan lagi coba ketemu sangat idola dan dia yang datang lebih dulu.
"Btw, ada apa ya, Kak Jase." ucap Kyra memelankan suaranya ketika dia memanggil nama Jason.
"Hmm, sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan, tapi apa aku mengganggu?"
Tentu saja tidak, sejak kapan Jason mengganggu. Yang ada Kyra begitu bahagia ketika melihat Jason dari dekat seperti ini. Jika saja diperbolehkan, Kyra ingin mengusap pipi pria itu dan juga memeluknya.
"Tidak. Katakan, apa yang bisa aku bantu."
Jason tertawa kecil di balik maskernya. "Wanita yang tadi naik keatas panggung siapa kamu? Kalian terlihat sangat akrab."
Terlalu semangat Jason berhenti di depannya, Kyra pun memberitahu Jason jika wanita gila yang baik ke atas panggung untuk mengambil bra itu adalah adik iparnya. Namanya Sienna, dia baru saja pulang dari luar negeri, Aldo yang sempat dia panggil tadi adalah suaminya, kakak dari Sienn.. Sienna naik ke atas panggung untuk mengambil bra biru miliknya. Kyra memang sengaja melempar bra itu agar Sienna terlihat kesal.
Mendengar hal itu Jason semakin yakin dengan apa yang dia lakukan. Wanita itu adalah wanita yang sempat dia cium di mall beberapa hari yang lalu. Meskipun tidak sengaja, tapi bibir itu membuat Jason ingin mencicipi nya kembali. Hingga dia bertemu di konser, tidak mempedulikan kembali reputasi atau omelan Panca, yang jelas Jason ingin mengecupnya kembali.
"Boleh minta nomor ponsel Sienna? Nanti kamu aku kasih album terbaru gratis"
Kyra mengangguk cepat, dan mengeluarkan ponselnya dari tas kecil yang dia bawa. "Boleh dong, dia pasti senang banget bisa kenal sama kamu." Jason tersenyum kecil, dia memberikan ponselnya pada Kyra untuk menyalin nomor Sienna. "Btw, aku salah satu fans mu. Aku bisa membantu kamu untuk dengan dengan Sienna." ujarnya penuh semangat. Setidaknya Kyra bisa memamerkan pada temannya nanti jika dia memiliki nomor ponsel Jason. Atau mungkin bilang pada mereka jika Sienna calon istri Jason. Ide yang bagus. Kekeh Kyra dalam hati.
"Terima kasih," ucap Jason. Pria itu menatap ke arah belakang, melihat satu mobil yang langsung berhenti tepat di belakang motor Jason. "Aku pergi dulu, lain kali aku akan menghubungimu masalah ini."
"Ya … hati-hati ya." Jason mengangguk dan berlalu. Sedangkan Sienna hangat baru saja turun dari mobilnya langsung menatap menatap pria yang barusan pergi dengan jengkel. "Siapa tadi?" tanya Sienna penasaran.
"Teman sekolah ku dulu, dia cuma kaget liat aku kok hamil padahal gak tau nikahnya kapan." jawab Kyra berbohong. Ini mah sepenuhnya, tidak setengah lagi.
Sienna menyipitkan matanya meneliti milik apakah Kyra yang terlihat tenang. Kata bang Aldo jika Kyra berbohong dia akan terlihat panik sambil menarik telinganya. Mendapatkan tatapan seperti itu, Kyra pun langsung mencubit lengan Sienna hingga merah.
"Salah sendiri waktunya kuliah kenapa malah milih hamil!!" dengus Sienna.
"Itu abangmu … kondom ada, tisu ada, kenapa harus keluar di dalam?" protes Kyra hingga membuat Sienna mengumpat kesal.
***
Sejak dua hari yang lalu, ponsel Sienna berdering terus menerus. Jika bukan pesan ya panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal. Bahkan ketika Sienna menolak panggilan itu, tetap saja nomor itu terus menelponnya hingga membuat Sienna ingin sekali rasanya membanting ponselnya. Dia ingin membaca novel online di ponsel nya, tapi malah terganggu dengan deringan ponselnya terus menerus.
"Ini telepon masuk coba diangkat dulu, siapa tau penting." kata Kyra yang terlihat bersemangat.
Dengan rasa malas Sienna pun mengambil ponselnya dan menekan tombol hijau pada layar ponselnya. "Ya … siapa?"
"Aku Jason … "
Alis Sienna mengerut, Jason? Mencoba mengingat Jason itu siapa nyatanya Sienna sama sekali tidak memiliki teman bernama Jason. Selama ini Sienna jika tidak pernah dekat dengan pria manapun, anggap saja dia cupu. Menjauhkan gelas dari bibirnya Sienna langsung menatap Kyra yang terus menatapnya sejak tadi. Wanita itu terus memamerkan senyuman indahnya, seolah tengah menunggu sambungan panggilan itu berhenti
"Jason?" ulang Sienna mengusap dagunya. "Jason yang nyium aku di konser? Jason yang nyium aku di pusat perbelanjaan?" katanya mengintimidasi.
Diseberang sana Jason pun tertawa dan membenarkan ucapan Sienna. Dia mendapat nomor ponsel Sienna juga dari kakak ipar Sienna setelah konser selesai. Dia cukup tertarik dengan Sienna, bahkan Jason menganggap Sienna memiliki kepribadian yang unik, itu sebabnya Jason suka.
Sienna tertawa kencang. "Kepribadian unik? Kenal sama tidak kok bisa tau! Harusnya aku menamparmu waktu itu, karena kamu sudah lancang menciumku. Sekarang … kembalikan bra ku!!"
"Datanglah ke apartemen ku. Maka, akan aku kembalikan bra mu." jawabnya dengan spontan. Bahkan dengan tidak sopannya, Jason juga sampai menutup panggilannya dengan tidak hormat. Datang tidak mengucapkan salam, menutup pun tidak ada kata penutup. Sungguh, Sienna membenci itu!!
Menatap layar ponselnya yang mati, Sienna pun menatap Kyra dengan rasa amarah yang menggebu, tapi dia sadar jika dia marah dengan kakak iparnya ini akan percuma. Selain dia harus berhadapan dengan Aldo, dia juga harus berhadapan dengan mood Kyra yang gampang sekali berubah setelah hamil. Gampang menangis dan mengadu pada Aldo dan juga mommy, bukannya dibela yang jelas Sienna akan menjadi mangsa satu rumah karena ulah Kyra.
Bangkit dari duduknya, Sienna pun memutuskan untuk masuk ke kamar. Bagaimanapun dia harus mengambil bra miliknya dan membawanya pulang. Setidaknya Sienna tahu, bra itu sudah di cuci atau belum.
***
"Mau bertemu dengan siapa?"
"Jason. Aku ingin bertemu dengan Jason. Tolong kasih tau dia untuk segera keluar." jawab Sienna tak kalah cetus.
Dua pria itu sangat tidak sopan dengan Sienna. Selain melarang masuk, mereka juga melemparkan pertanyaan yang aneh, intonasi nada yang menjengkelkan hingga membuat Sienna ingin mencekik mereka. Dua pria itu meminta Sienna untuk menunggu sekitar sepuluh menit akhirnya orang yang mereka cari pun keluar. Sienna pun menunjukkan raut wajah tidak bersahabatnya, tapi ketika pria itu ingin menarik tangan Sienna, seseorang berseru dengan kencang.
"Jason stop!!!"
Sienna dan juga Jason menoleh, melihat Panca yang berdiri tak jauh dari tempat mereka. Jason menjaga jarak, begitu juga dengan Sienna yang langsung gugup. Dia kesini hanya ingin mengambil bra miliknya, lalu kenapa juga dia harus gugup? Harusnya Sienna terlihat bisa saja, tidak perlu gugup macam ini.
Sepersekian detik, Jason menarik tangan Sienna dan membawanya masuk. Panca yang tidak suka dengan sikap Jason langsung menyusul mereka, harusnya Jason ingat kontrak jika mereka tidak diperbolehkan untuk memiliki kekasih. Sedangkan Jason …
"Perlu gue ingetin ke elo Pan, dalam kontrak bukan masalah diperbolehkan atau tidak memiliki kekasih. Tapi tidak diperbolehkan di publish sebelum kontrak selesai." ralat Jason yang terlihat sangat marah pada Panca, karena pria itu suka sekali mengatur Jason seenak jidatnya.
Panca memutar bola matanya malas, dia pun menatap Sienna dengan tatapan tidak sukanya. "Tapi masalahnya lo itu suka bikin heboh. Berita lo nyium wanita itu, gue harus bayar media untuk tutup mulut. Bisa ngertiin gak sih lo apa mau gue!!"
"Pan gue pria normal, gue juga pengen punya pacar, gue pengen ngerasain kencan. Dan kali ini gue harap lo nggak akan menghalangi lagi jalan gue sama Sienna."
Panca tidak setuju. Ini bukan saatnya untuk Jason memiliki kenaaoh, lebih tepatnya Panca tidak suka jika Jason memiliki kekasih yang nantinya akan membuat karir pria itu hancur. Dia sudah memperjuangkan Nemo sejauh ini, dan yang jelas Panca tidak mau rugi banyak. Dia harus mendapatkan apa yang dia inginkan, termasuk Nemo Band.
Jason meminta Panca untuk pergi, jika ada hal lainnya Jason yang akan menemui Panca sendiri. Untuk saat ini, Jason sedang tidak ingin diganggu sama sekali. Sayangnya, bukannya pergi, Panca lebih memilih duduk di sofa sambil menyalakan televisi apartemen ini, dia tidak akan pergi dari apartemen ini sebelum wanita itu pergi. Dia harus memastikan jika Jason tidak kesandung kasus wanita manapun kembali.
Mendesah kecil, Sienna pun menarik tangan Jason untuk pergi ke dapur apartemen ini. Dia pun menatap ke arah lorong kecil dan memastikan jika Panca tidak mengikuti mereka apalagi mendengar ucapan mereka.
"Dia itu aneh ya?" ucap Sienna, yang sejak tadi merasa aneh dengan apanya. Bahkan tatapan pria itu saja Sienna tahu jika Panca tidak suka keberadaannya di apartemen ini. "Dia tidak suka aku di rumah kamu." ujarnya kembali.
"Biarkan saja. Lagian sama wanita manapun juga dia tidak suka." jawaban Jason membuat alis Sienna mengerut. "Mau kabur?" tawarnya.
Mata Sienna mendeluk sempurna. Kabur dari apartemen ini yang berada di lantai lima? Sejujurnya Sienna sedikit ngeri dengan tawaran itu, tidak ada pintu lagi kecuali pintu utama, dan Jason meminta Sienna untuk bergelantungan dengan sprei untuk bisa turun ke bawah. Untung saja Sienna itu sayang nyawa dan lebih memilih duduk diam di dapur sambil menikmati air dingin. Dia masih suka makan bakso dan juga nasi goreng, jangan sampai hanya masalah kabur dari Panca, besok ada berita jika seorang wanita cantik jatuh setelah bergelantungan sprei dari lantai lima. Belum lagi meninggalnya bersama dengan Jason artis terkenal yang banyak sekali skandal.
"Tidak, terimakasih!! Aku masih cukup waras kalau suruh bergelantungan. Aku kesini mau ngambil bra ku berwarna biru, cepat bawa sini!!" tagih Sienna, dia bahkan sampai mengarahkan tangannya pada Jason.
Pria itu tersenyum kecil, dia pun menatap telapak tangan Sienna yang terlihat begitu cantik di mata Jason. Lalu, bukannya memberikan bra milik Sienna, Jason lebih memilih mengecup telapak tangan itu sebanyak dua kali. Tentu saja, sikap itu langsung membuat Sienna terkejut bukan main. Bahkan wanita itu juga langsung menarik tangannya dan menggenggamnya.
"Apa sih! Aku serius, Jase. Aku kesini mau ambil barangku."
"Dan aku tidak mau mengembalikannya!!"
Mata Sienna mendelik sempurna. "Jase … "
"Jason bisa keluar tidak? Jangan di dapur terus menerus." teriak Panca, yang membuat ucapan Sienna langsung terhenti.
Sienna menghentakkan kakinya, dan keluar dapur lebih dulu. Setelah itu barulah Jason yang mengikuti Sienna dari belakang hingga berdiri di samping wanita itu.
Jason bisa melihat raut wajah Panca yang terlihat tidak suka dan marah. Bahkan Jason juga dengan sengaja melingkarkan tangannya di pinggang Sienna, dan membuat Panca murka.
Sienna sendiri terkejut dengan sikap Jason, apa mungkin semua pria melakukan hal yang sama?
Mencoba menepis tangan Jason. Pria itu lebih memilih menarik kembali Sienna agar lebih dekat dengannya. Jason tidak peduli raut wajah Panca yang ingin sekali menerkam Sienna maupun Jason. Atau mungkin pria itu akan marah pada dirinya dan mengeluarkan Jason dari Nemo.
"Jase jangan macam-macam!!" kata Panca memperingati.
Jason tersenyum miring, senyum yang entah kenapa membuat Panca tidak suka. "Apa!! Gue cuma peluk wanita gue, masa iya gak boleh? Gue juga kangen sama dia dan ingin menghabiskan waktu berdua dengan dia."
"Gue peringatan sekali lagi, Jason!! Jangan macam-macam atau karir lo akan hancur!!" ancam Panca.
Inilah yang tidak disukai oleh Jason, Panca suka sekali mengancam. Tidak hanya pada Jason tapi pada personil lainnya juga suka mengancam jika karir mereka kaka hancur. Bahkan jika dipikir Panca lebih sering mengancam Jason, hingga pernah membuat Jason tertekan. Dia harus ke psikolog agar dia biasa tidur dengan tenang seperti yang dia inginkan. Belum lagi banyak para fans yang meminta Jason untuk menjadi pribadi yang berbeda
Kesal dengan sikap Panca, Jason pun memanggil dua pria yang ada di depan apartemennya untuk membawa Panca pergi dari apartemen ini. Dia akan datang ke kantor untuk bertemu dengan Panca, untuk saat ini Jason tidak ingin menemui siapapun kecuali Sienna.
Panca berteriak kencang, bahkan sampai mengumpat karena dengan berani Jason mengusir Panca dari apartemennya. Pria itu lupa siapa yang membuat Jason berada di atas seperti ini jika bukan Panca?
Lega dengan semua ini, Jason pun melepas pelukan itu dan langsung duduk. Pria itu langsung mengusap wajahnya dengan frustasi, sejauh ini Jason memang jarang melawan, dan dia lebih memilih mendiamkan apa yang terjadi. Kareena Jason berpikir jika semuanya percuma, Panca terlalu ambisius dan ingin menjadikan mereka semua sumber uang yang banyak untuk Panca. Bahkan pria sialan itu tidak memberikan hari libur untuk mereka bernafas lega.
"Ada masalah?" tanya Sienna yang merasa khawatir dengan keadaan Jason.
Pria itu hanya diam saja tanpa mau mengatakan apapun, bahkan Jason hanya menurunkan tangannya dan menatap Sienna dengan nanar. Dia iri dengan kehidupan banyak orang, dan ingin hidup normal seperti yang lainnya. Yang dimana bernafas di luar saja tidak harus masuk media.
"Boleh peluk sebentar saja? Lima menit saja, aku lelah." ucap Jason.
Sienna ingin menolak, dia merasa tidak enak dengan semua ini. Tapi, belum juga Sienna menyatakan penolakannya, Jason lebih dulu memeluk tubuh Sienna dengan erat. Menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Sienna hingga membuat wanita itu merinding geli.
Pada akhirnya, Sienna pun mengusap punggung Jason. Seolah dia tengah menenangkan pria itu dari banyaknya masalah yang dia hadapi. Entah masalah apa, tapi menjadi idola seperti Jason sudah dipastikan hidupnya tidak anak.
Lima belas menit, Jason melepas pelukan itu dan mengusap pipi Sienna dengan lembut. Pandangan mereka terkunci satu sama lain, sampai entah siapa yang memulai duluan bibir mereka saling menempel satu sama lain. Jason melumat bibir itu dengan pelan dan lembut, hingga membuat Sienna hilang akal. Dia tidak begitu pandai berciuman bahkan Sienna minimal pengalaman, dia hanya membaca beberapa novel dewasa selama ini.
Tautan bibir mereka terlepas, Jason menatap bikin Sienna yang bengkak karena ulah dirinya. Tangan kekar Jason mengusap bibir wanita itu dengan lembut. Dia tahu, Sienna tak bisa mengimbangi ciumannya padahal Jason sudah menurunkan level ciumannya ketika dengan Sienna.
"Aku– mau … ," Sienna terbata, dia seolah kehabisan nafas karena ulah Jason. Harusnya dia mendorong tubuh Jason, bukan malah membiarkan pria itu kembali memeluknya dengan hangat. Sial!! Ada apa dengannya kali ini. "Jase … "
"Ya sayang … " jawabnya dengan suara parau. Hingga membuat Sienna merinding. Belum lagi bibir Jason uang mulai jelalatan menyentuh leher Sienna. "Aku suka aroma parfummu." ucap Jason.
Sienna yang setengah sadar, langsung mendorong tubuh Jason untuk menjauh. Begitu juga dengan dirinya yang langsung menjaga jarak dan mencoba untuk mengatur nafasnya, bahkan Sienna pun langsung menggeser duduknya agar Jason tidak memiliki kesempatan untuk kembali memeluk Sienna.
"Ada apa?" Jason terlihat heran dengan sikap Sienna. Mencoba untuk mendekat, tapi Sienna malah lebih memilih untuk menjauh kembali sambil menggelengkan kepalanya.
"Tolong, kasih ruang. Aku butuh oksigen."
Jason mengangguk, dia lebih memilih mengambil bantal dan menaruhnya di pangkuan Sienna. Detik berikutnya, Jason menaruh kepalanya di pangkuan Sienna hingga membuat wanita itu terkejut.
"Biarkan begini dulu, aku sangat lelah." entah kenapa hal itu membuat Sienna tidak tega.
***
Ini sudah malam, Jason tak kunjung membuka matanya. Sienna bingung harus berbuat apa, dia tidak tega jika harus meninggalkan Jason yang terlelap dalam tidurnya. Perutnya benar-benar tidak bisa diajak kompromi, sejak tadi Sienna susah mengganjal petirnya dengan air putih karena di apartemen ini tidak memiliki makanan apapun. Jason juga tidak menghapusnya sama sekali, malah ditinggal tidur dan tidak bangun. Keluar dari apartemen, Sienna malah dikejutkan dengan banyak sekali flash kamera yang langsung mengarahkan ke wajahnya. Sienna panik, dan kembali menutup pintu apartemen ini dengan rapat. Tidak memperdulikan teriakan para wartawan dan juga pertanyaan aneh dari mereka. Buru-buru Sienna meminta Jason untuk mengatasi masalah ini, dia tidak tahu jika ada banyak kamera yang ada di depan pintu apartemen.
"Bangun dulu, Jase. Ada banyak wartawan di depan." Kata Sienna.
Jason menggeliat dalam tidurnya, dia pun membuka matanya perlahan dan melihat raut wajah Sienna yang terlihat sangat panik.
“Ada apa?” tanya Jason dengan suara khas orang bangun tidur.
“Di depan ada banyak wartawan.”
Memiringkan kepalanya, Jason sempat menatap Sienna kembali dengan tidak percaya. Tidak mungkin jika ada wartawan yang datang ke gedung apartemen ini,hanya manajer dan juga anggota Nemo saja yang tahu tentang apartemen ini, selebihnya tidak. Dan mereka tidak mungkin membawa apartemen, atau mungkin datang ke apartemen dan diketahui oleh wartawan.
Sienna mendesah pelan, “Tapi ini beneran, di depan banyak banget wartawan.”
“Kalau kamu bohong, kita pacaran.”
“Iyaaaaa!!!” jawab Sienna untuk mempersingkat perdebatan mereka.
Bangun dari tidurnya Jason langsung menuju pintu unitnya, dia ingin membuktikan jika apa yang dikatakan Sienna itu tidak benar. Namun, ketika dia melihat layar dekat pintu Jason pun memiringkan kepalanya. Dua bodyguard yang menjaga apartemen ini tidak ada, dan digantikan banyak orang yang memegang kamera. Ada lima bahkan lebih dari itu di depan pintu apartemennya, dan sialnya unit Jason ini paling ujung dan tidak ada unit lagi sebelah kiri kecuali dinding.
“Sial!!” umpat Jason.
“Sekarang percaya? Masih mau bilang aku bohong?”
Tanpa menjawab ucapan utu, jason langsung menarik tangan Sienna untuk masuk ke dalam kamarnya. Secara penampilan Sienna memang tidak perlu banyak dirubah, tapi sudah dipastikan jika wanita tadi menunjukkan wajahnya dengan jelas di depan kamera ketika membuka pintu. Dan sekarang yang harus Jason lakukan hanya melindungi Sienna dan mencari tahu siapa yang membawa wartawan ke apartemennya.
Mengambil dua topi dan juga masker, Jason langsung meminta Sienna untuk mengganti bajunya, setidaknya mereka bisa melabuhi banyak wartawan yang datang ketika mereka pergi dari unit Jason.
“Memangnya kamu mau ngajak keluar lewat mana? Apartemen ini hanya memiliki satu pintu, Jase.”
“ganti saja bajumu, nanti kamu juga akan tahu kita pergi lewat mana. Aku yakin baju itu sudah masuk media besok.”
Sienna menurut, dia mengambil baju milik Jason dan mengenakannya. Meskipun kebesaran karena bentuk tubuh Jason yang besar, dan Sienna yang terlalu mungil. Tentu, hal itu membuat Jase tersenyum. Dia juga meminta Sienna mengenakan topi putih miliknya. Sedangkan Jason akan menggunakan baju yang sama tapi warna hitam, dengan topi berwarna hitam pula. Baju ini belum pernah dikenakan, bisa dikata baju ini adalah baju endorsement minggu depan Jason. tapi karena mendesak akhirnya Jason menggunakannya sekalian bekerja nantinya.
Setelah siap, Jason pun mengambil tas Sienna dan juga ponselnya. Tak lupa juga dompet dan kunci motor. Bahkan Jason juga menelpon salah satu bodyguardnya dan mengancam, jika dia tidak mau mengatakan kejujuran. Maka, jason akan melaporkan mereka ke polisi atas kecerobohan mereka.
“Maaf Pak, tapi Pak Panca yang meminta kita pergi.” katanya, melalui panggilan masuk Jason.
Pria itu langsung mengepalkan tangannya marah, dia mematikan sambungan ponselnya dan menggenggamnya dengan erat. Tidak salah lagi, jika hal ini pasti ulah Panca. Manajer sialannya itu selalu saja berbuat ulah di hidup Jason. Kontrak menuliskan tidak masalah menjalin hubungan asal tidak ada yang tahu termasuk para fans mereka, selain menjaga perasaan mereka, Jason dan juga member mampu mendongkrak popularitas mereka. tapi yang ada, Panca selalu mengatakan jika tidak boleh memiliki kekasih selama masih kontrak, sangat berbanding bukan? Ingin rasanya Jason memukul wajah pria itu hingga mati, karena terlalu mengganggu ketenangan hidup Jason.
“Jase kita mau keluar lewat mana?” tanya Sienna yang sejak tadi melihat Jason mondar mandir depannya.
Jason menoleh, dia sampai lupa jika di apartemen ini tidak hanya ada dirinya saja. Jason langsung menarik tangan Sienna dan menggenggamnya, menatap letak tas Sienna dengan benar. Keluar kamar, Jason menuju tempat ujung dekat dengan meja panjang yang berisikan lampu dan juga hiasan meja. Jason menekan tombol kecil berwarna merah, hingga membuat sesuatu terbuka.
Sienna tercengah di dalam apartemen semewah ini ada lift rahasia? Terus gunanya Sienna berpikir akan gelantungan dari lantai lima sampai bawah apa? Wanita itu mengerjapkan matanya beberapa kali ketika Jason menarik tangannya untuk masuk. Bahkan Sienna juga tidak ada niatan untuk melepas genggaman itu sedikitpun. Tentunya Jason langsung tersenyum dengan sikap Sienna yang tidak ada penolakannya, dengan begini Jason akan lebih mudah untuk mendapatkan Sienna.
Sesampainya di basement, Jason dan Sienna langsung menaikkan masker mereka. Berjalan ke arah motor mereka dan segera meninggalkan tempat ini dengan cepat. Jason juga masih bisa melihat banyak mobil di depan gedung dan juga lobi yang mengganggu banyak orang, bahkan satpam pun sampai kewalahan mengusir mereka yang sama sekali tidak mau pergi juga di depan gedung.
Di balik maskernya Jason pun tersenyum, dia menambah laju kecepatan motornya hingga membuat Sienna mau tidak mau melingkarkan tangannya di perut Jason. Jangan sampai dia jatuh dari motor dengan keadaan tidak elit.
“Kita mau kemana?” tanya Sienna dan meninggikan suaranya, lebih tepatnya wanita itu berteriak kencang dan membuat Jason terkikik. Menyadari Jason tertawa mendengar suaranya yang mungkin seperti bebek terjepit, dengan berani Sienna pun mencubit perut Jason dengan kencang, hingga membuat pria itu terkejut dan oleng.
“Aku lagi nyetir, jangan macam-macam.”
Salah sendiri siapa yang suruh dia tertawa? Lagian Sienna hanya bertanya masalah mau dibawa kemana, bukan malah diledek. Diam dan terus memeluk Jason, Sienna malah memejamkan matanya perlahan-lahan dan terlelap.
***
“Gue nggak mau tau apapun soal dia, kalau pun gue harus keluar. Gue keluar!!” kata Jason marah.
“Jase coba lo pikirin lagi, mungkin panca begini demi kebaikan lo.” ucap Saga.
“Kebaikan apa Ga? Berapa kali gue kencan sama wanita yang gue inginkan, dia selalu saja ngancurin semuanya. Lo lupa, gue bisa putus sama Bianca juga karena Panca. Padahal lo tau gue cinta mati sama Bianca, karena dia gue gak bisa mempertahankan cinta gue sama Bianca.”
Saga diam. Hubungan Bianca dan juga Jason memang berjalan cukup lama, bahkan sejak mereka sekolah hingga sama-sama menjadi artis. Sejak dulu Panca memang tidak suka jika ada wanita manapun yang dekat dengan Jason, hal itu sempat mengundang ketertarikan Saga untuk mengikuti rencana Panca. sampai detik ini Saga hanya menemukan bukti jika Panca melakukan hal ini, demi karir mereka. Itu hanya berlaku untuk Jason, walaupun Saga, Gionino dan juga Yohan tidak termasuk begitu. panca seolah membebaskan mereka bertiga untuk berkencan asalkan tidak ada yang tahu, dan kencan di ruangan tertutup. Itu sebabnya Mereka memiliki satu apartemen rahasia dan hanya para member yang tahu tentang hal ini, tapi anehnya sikap panca hanya berlaku pada Jason saja tidak lebih. Panca seolah tidak rela jika Jason memiliki wanita yang mengganggu hidupnya, sedangkan selama inbi Jason juga membutuhkan sosok pendamping hidupnya apalagi setelah putus dengan Bianca. Tak ada satu wanita yang diajak serius, kecuali hanya pelampiasan rasa dan juga biologis Jason saja. Tapi Panca bahkan tidak tinggal diam.
"Karena aku begini demi kalian!! Jason itu vokalia, dia harian terpandang. Dia seharusnya terhindar skandal atau rumor apapun diluaran sana!!" sahut seseorang.
Jason dan yang lain pun langsung menoleh, menatap Panca yang datang dengan keadaan marah. Arah pandangan pria itu juga langsung membuat semua orang penasaran, hingga mengikutinya. Dan ternyata Panca juga menyadari jika di tempat ini tidak hanya ada dirinya saja, tapi juga dengan Sienna yang baru saja bangun dari tidurnya. Apa mungkin Sienna juga mendengar ucapan Jason barusan tentang Bianca?
Jason mengusap wajahnya frustasi, sudah pasti dia dengar. Di tempat ini tidak banyak ruang, Sienna juga tidur di sofa bukan kamar. Sudah dipastikan jika wanita itu mendengarkannya dan memiliki pemikiran yang buruk tentang Jason.
Panca mendekat, dia pun melempar map yang dia bawa tepat di hadapan mereka semua. Panca juga meminta mereka untuk membacanya kembali, jika mereka tidak diperbolehkan masuk dalam skandal apapun. Itu akan merusak citra dan juga popularitas mereka semua, tapi nyatanya sampai saat ini tidak ada satu orangpun yang mendengarkan Panca. Dan lebih parahnya lagi Panca harus membayar mahal wartawan untuk menghapus media tentang skandal Jason, karena hanya pria itu yang banyak sekali masalah selama mereka naik daun.
"Gue normal!! Masalah gue cuma kencan, apa sih masalahnya buat lo? Bahkan tanpa lo bayar pun media akan diam sendiri. Itu hanya kabar sementara, tapi lo memperlakukan kabar itu, seolah itu adalah kabar emas yang harus dilenyapkan!!" dada Jason sesak mendengar hal itu. dia tidak meminta Panca untuk membayar seberapa mahal untuk menutup kasus Jason. Bahkan Jason saja tidak mempedulikan berita tentang dirinya selama ini. Pria pria normal, dia ingin melakukan apa yang ingin dia lakukan.
Panca marah, dia berdiri tepat di depan Jason dan mendorong tubuh kekar pria itu. "Kalau lo masih bersikeras untuk mempertahankan wanita sialan itu. Gue pastiin lo bakalan dikeluarin dari grup karena dia, gue pastiin lo juga bakalan bayar denda dua kali lipat dari kontrak!! Gue begini juga demi kebaikan lo, Jase. Kalau lo nggak menghargai itu, jangan salahkan gue!!"
Jason tertawa, dia tidak takut jika agensi mengeluarkan dirinya. Bukankah itu lebih bagus? Setidaknya Jason bisa berkembang dengan dunianya sendiri, seperti apa yang dia inginkan. Jason tidak membutuhkan Panca, toh, para fans juga akan tetap mendukung keputusan Jason dan juga agensi. Ini hanya masalah wanita dan Jason membutuhkan wanita itu dalam hidupnya. setuju atau tidak Jason sama sekali tidak peduli dengan keputusan Panca.
Tentu saja hal itu membuat Panca emosi. Dia memaki Jason terus menerus, dia tahu Jason adalah maniak seks. Dia menggunakan wanita itu hanya karena kebutuhan biologisnya terpenuhi. Jason tidak benar mencintai wanita itu kecuali Bianca. Bahkan jika Jason bosan dia juga akan meninggalkan wanita itu dan mencampakkannya.
Sienna yang mendengar pun panas telinga. Dia pun bangkit dari duduknya dan berdiri tepat di hadapan Panca. Ingin rasanya dia menampar wajah Panca, tapi dia urungkan ketika dia tahu siapa Panca. "Jangan pernah anggap saya sebagai wanita murahan seperti yang pada umumnya. Kita memang baru mengenal satu sama lain, bukan berarti apa yang anda katakan itu benar. Saya yakin, jika Jason tidak akan melakukan hal itu dengan saya!!!"
"Cuih!!" Panca berpura-pura meludah, setelah itu dia tertawa. "Kamu itu benar-benar tidak tahu diri ya. Jase itu tidak pernah serius dengan perempuan manapun kecuali Bianca. Hanya perempuan itu yang mampu merebut hati Jase, jangan terlalu bangga deh. Setelah Jase berhasil meniduri kamu, akan saya pastikan setelah itu Jase akan meninggalkan kamu."
Plak!!!
Sienna bukan wanita murahan yang harus tidur dengan pria yang baru saja dia kenal. "Jangan mengatakan omong kosong!!"
Suasana mendadak tidak enak, Sienna yang terlihat emosi pun langsung ditarik oleh Jason. Begitu juga dengan Saga yang langsung menarik Panca, mau wanita atau pria bahkan Panca tidak pernah merasa takut sama sekali. Panca akan melawan siapa pun jika itu berurusan dengan Jason.
Yohan yang diam saja pun tertawa kecil, hingga menarik perhatian mereka. Pria itu menatap Panca dan terus tertawa, "Gue tahu lo cemburu Panca!!" katanya.
Semua orang kaget, termasuk Jason.
"Kenapa gue harus cemburu? Gue bilang sesuai dengan apa yang gue tau selama ini!!"
"Dan nyatanya lo lagi cemburu. Lo minta Jase untuk ninggalin Sienna, lo selalu ngancurin hidup Jase dengan banyak wanita. Itu karena lo suka sama Jase, kelakuan menyimpang lo ini yang tertarik pada pria. Dan lo malah jatuh cinta dengan Jase yang benar-benar pria normal, dan memilih hidup dengan wanita ketimbang milih lo. Dan lo pikir … gue nggak tau?"
Panca terkejut bukan main, dia pun melepas tangan Saga yang melingkar di perutnya. "Secara nggak langsung lo nuduh gue!!"
Yohan tertawa. "Gue berkata jujur. Selama ini lo suka sama Jason, makanya lo selalu banyak cara untuk jauhin Jason dari wanitanya."
Tertawa kecil Panca masih mengelak, jika dia berbuat seperti ini hanya untuk karya merek. Jika bukan karena Panca mereka juga tidak mungkin di titik tertinggi di perindustrian musik. Harusnya mereka berterima kasihlah pada Panca, bukan malah menuduh Panca seperti ini. Perilaku menyimpang? Entah kenapa mendengar hal itu rasanya Panca ingin tertawa kencang.
Yohan mengeluarkan ponselnya. "Tertawalah sebelum semuanya berakhir."
Melempar ponsel itu di atas meja, Yohan menyalakan satu video yang dimana Panca tengah marah pada foto Jason dan mengungkapkan semua isi hatinya. Dia mengakui jika dia menyukai Jason dan tidak suka jika ada perempuan manapun yang dekat dengan Jason. Dia merasa cemburu, dan dia ingin memiliki Jason seutuhnya. Tapi Panca juga sadar diri, jika Jason tidak pernah menyukainya karena dia tidak seperti Panca. Padahal perasaan Panca itu tulus, dia banyak berkorban untuk Jason tapi apa uang dia dapatkan?
"Itu tidak benar. Gue bisa jelasin." ucap Panca mencoba menjelaskan. Panca mencoba mendekati Jason, namun pria itu meminta Panca untuk tetap di tempatnya. "Gue bisa jelasin, Jase."
"Gue nggak butuh penjelasan lo!! Jadi ini alasan lo selalu ngerusak hubungan gue sama wanita yang gue inginkan? Brengsek lo!!!"
Jason marah, dia bahkan sampai memukul meja hingga membuat tangannya memerah. Sienna yang ada di sampingnya pun tersentak kaget hingga menjaga jarak. Dia datang kemari untuk mengambil apa uang menjadi miliknya, tapi kenapa malah dia terlihat dengan masalah mereka? Dan serumit ini?
Jika saja tidak ditahan Gionino sudah dipastikan Jason orang pertama yang akan memukul Panca hingga babak belur. Bahkan mati pun Jason tidak peduli, asalkan ketika dia keluar dari penjara Jason tidak lagi lihatnya.
"Gue peringatan sama lo!! Jika lo masih mau di posisi lo sekarang, lebih baik jalani hidup lo sendiri. Jangan urusin hidup gue lagi. Gue butuh bahagia dengan wanita yang gue inginkan, dan tentunya bukan elo, karena gue masih normal. Tapi kalau lo.bosan dengan posisi lo, gue pastiin dalam hitungan jam gue bisa buat lo ditendang dalam agensi ini!! Karena di atas lo, masih ada yang berkuasa!!"
Setelah mengatakan hal itu, Jason kembali menarik tangan Sienna dan mengajak wanita itu pergi.
***
Menyalakan television berita yang Sienna lihat sama. Dirinya yang ketahuan ada di apartemen saat satu memberi Nemo. Tidak hanya itu, Sienna juga melarang satu rumah untuk lihat televisi dan mengabaikan berita internet yang beredar, dimana wajah Sienna sama sekali tidak di blur dan terlihat jelas. Selain takut dengan abangnya, Sienna juga lebih takut dengan ayahnya jika tahu anak perempuannya beradaptasi di satu ruangan bersama dengan pria. Meskipun sudah dewasa tetap saja ini pertama kalinya untuk Sienna.
Berteriak kencang di dalam kamar, Sienna mendadak frustasi dengan semua ini. Dia tidak tahu harus menyikapi semua ini bagaimana, masalah kemarin sudah membuat Sienna stres ketabahan ini lagi.
"Harusnya … "
"Sienna … " panggilan itu membuat Sienna menjauhkan bantal yang menutup wajahnya. Dia pun menatap ke arah pintu dan melihat kakak iparnya datang membawa nampan di tangannya. Jangan lupakan senyuman menyebalkan kakak iparnya yang tercetak jelas di wajah wanita itu. "Aku pikir kamu masih tidur." ujarnya tertawa kecil. Jika saja bukan mengandung keponakannya, sudah dipastikan Sienna akan melakukan hal yang sama seperti Jason. Jika dia akan membunuh dan tidak peduli dengan masuk penjara. "Hubunganmu dengan Jase gimana akhirnya?" katanya kembali, penuh dengan rasa penasaran.
"Aku sama Jase gak ada hubungan apapun, kecuali bra." jawab Sienna cetus.
Kyra masih tertawa kecil. "Masa sih? Sampai ke apartemen? Terus habis itu pake baju couple di upload ke sosial media dia? Yakin gak ada hubungan apapun?"
Sienna melongo mendengar hal itu, dia memang menggunakan baju yang sama dengan Jason. Tapi bukan berarti … buru-buru Sienna mengambil ponselnya dan melihat akun sosial Jason, tapi yang ada Jason malah mem privatnya. Jika Sienna ingin mengetahui postingan itu, yang jelas Sienna harus memfollow akun pria sialan itu. Yang dimana Jason akan tahu jika Sienna pernah mengunjungi akun pria itu.
Tersenyum lebar, Sienna pun mendekati Kyra. "Boleh pinjem ponsel Kakak iparku yang cantik ini nggak ya?"
Kyra memutar bola matanya malas. Jika bukan karena album baru Nemo, Kyra juga ogah meminjamkan ponselnya pada Sienna. Belum sempat Sienna membuka kunci ponsel Kyra, yang ada ponselnya sendiri malah menyala menunjukkan id call Jase dengan foto dengarnya. Kyra tertawa kecil, sambil menyenggol Sienna.
"Jason tuh telepon."
Sienna menoleh cepat, melemparkan ponsel Kyra dan mendengar kakak iparnya mengumpat kencang. Dia pun mengambil ponselnya sendiri dan berlari ke arah balkon untuk menerima panggilan masuk Jason. Tapi, belum juga menekan tombol hijau, Sienna malah melihat Jason yang berada di seberang rumahnya tengah melambaikan tangannya ke arah Sienna. Melotot lebar, Sienna pun membuang nafasnya dengan begitu kasar. Tanpa mengganti bajunya, Sienna lebih memilih berlari keluar kamar dan turun ke bawah. Penasaran dengan hal itu Kyra pun berjalan pelan ke arah balkon dan melihat apa yang terjadi.
"Oooo ada Jase, makanya lari kencang," kekeh Kyra. "Bentar lagi punya adik ipar idola." lanjutnya.
Disisi lain, Sienna pun sudah sampai di samping motor Jason. Sejujurnya ini mengerikan, Jason suka sekali mengena dari motor besarnya dan tidak menggunakan pengamanan apapun. Maksudnya tidak ada pengawal atau apapun yang menjaga dirinya, padahal seluruh dunia tahu jika Jason ada aset negara yang harus dilindungi. Bodohnya, tak ada satu fans pun yang tahu jika itu adalah Jason vokalis Nemo.
"Kamu ngapain kesini? Bahaya tau." pekik Sienna.
"Apelin pacar. Masa iya nggak boleh?"
"Jase kita nggak ada hubungan apapun. Tolong—"
"Untuk saat ini," sahut Jason cepat. Dia pun menatap Sienna dengan tatapan yang sulit diartikan. "Tapi suatu saat nanti aku pastikan, kamu akan menjadi satu-satunya wanita yang aku inginkan."
Sienna menggeleng, "Itu tidak mungkin kalau di hati kamu aja masih ada Bianca."
Jason membeku, nama itu memang akan selalu ada di hatinya. Tapi kan seiring berjalannya waktu, Jason yakin jika dia bisa melupakan Bianca. Dia juga yakin jika suatu saat nanti, dia bisa mencintai Sienna seperti dia mencintai Bianca. Dia juga yakin, jika Sienna akan menjadi satu-satunya wanita yang ada di hidup Jason. Lalu kenapa doa ragu?
"Aku nggak ragu dengan apa yang kamu ucapkan. Cuma, mencintai seseorang yang masa lalunya belum selesai itu sakit. Entah aku pelampiasan rasa, atau mungkin pelarian kamu karena kamu gak bisa lupain dia. Aku yang suatu ketika mencintai kamu dengan tulus, belum tentu kamu juga mencintai aku setulus aku cinta sama kamu. Lebih baik, selesaikan dulu masa lalu kamu, perasaan kamu ke dia, baru kamu bisa jalan sama aku."
Jason membuka mulutnya, hendak menjawab ucapan Sienna. Tapi, wanita itu lebih memilih pergi dari hadapannya secepat kilat tanpa mau mendengarkan Jason. Dia tahu masa lalunya dengan Bianca memang belum selesai, bukan berarti dia tidak bisa mencintai wanita lain selain Bianca 'kan? Bahkan Jason berpikir jika dia menjalin hubungan dengan Sienna, dia akan akan cepat melupakan Bianca. Tapi apa yang terjadi?
Pergi dari depan rumah Sienna adalah hal yang dilakukan oleh Jason. Dia harus menemui Bianca dan membicarakan hal ini. Setidaknya, Bianca membantu Jason untuk menyakinkan Sienna jika pria itu ingin bersama dengan Sienna.
Sesampainya ditempat tujuan, Jason bersyukur dia bisa melihat Bianca yang berada di depan gerbang rumahnya. Jason tersenyum kaku, begitu juga dengan Bianca yang langsung menatap ke arah belakang, seolah dia tengah memastikan tidak ada orang lain selain dirinya dan juga Jason.
"Ada apa Jase?" hanya Bianca canggung. "Tumben kamu kesini tanpa ngasih kabar dulu." ujarnya."
"Ada hal penting yang ingin aku sampaikan sama kamu. Bisa kita bicara sebentar?"
Bianca mengangguk, dia mempersilahkan Jason untuk masuk akhirnya. Hanya dengan duduk di teras depan, Bianca pun menatap gerak gerik Jason yang nampak mencurigakan.
"Jase … " panggil Bianca dengan suara lembutnya.
Jason mendongak menatap Bianca dengan tatapan yang tidak pernah berubah sejak dulu. Tatapan penuh cinta yang selalu membuat Bianca jatuh cinta untuk kesekian kalinya pada Jason.
"Aku boleh tidak jatuh cinta dengan wanita lain selain kamu?"
Pertanyaan itu mampu membuat hati Bianca berhenti berserakan beberapa detik. Bahkan wanita itu juga sempat menghentikan nafasnya ketika mendengarnya. Mencintai wanita selain Bianca? Hubungan yang mereka jalin dulu cukup lama, sejak mereka sekolah hingga mereka sama-sama menjadi artis. Jason yang berkecimpung dengan dunia musik, sedangkan Bianca yang berkecimpung di dunia akting. Namun, hubungan mereka harus berakhir ketika ibu Bianca tidak menyetujui hubungan Bianca dan juga Jason. Dan lebih memilih menjodohkan Bianca dengan kakak angkatnya, yang saat ini menjadi suami Bianca. Lagian, wanita itu juga sempat menaruh perasaan untuk kakak angkatnya, dan menjadikan Jason sebagai alat agar kakak angkatnya itu cemburu. Sayangnya, Bianca terjebak cinta segitiga yang membuat dirinya pusing.
Bianca akhirnya memutuskan hubungannya dengan Jason dan memilih menikah dengan kakak angkatnya. Bahkan seiring berjalannya waktu, Bianca lebih gampang melupakan Jason selama ini. Dan Bianca pikir Jason pun akan melakukan hal yang sama, apalagi setelah putus banyak sekali rumor jika Jason berkencan atau menjalin hubungan dengan wanita lain, meskipun hubungan itu tidak berlanjut lama. Dan kali ini dia datang dan melontarkan pertanyaan yang tidak memiliki hubungannya sama sekali dengan Bianca, namun mampu membuat wanita itu sesak di dada kirinya.
"Jase … hubungan kita sudah berakhir cukup lama. Aku juga sudah menikah dengan orang yang aku cintai selama ini. Bahkan kamu mau jatuh cinta dengan siapapun itu hak kamu. Kamu nggak perlu minta izin sama aku boleh atau tidak mencintai orang lain. Tentu saja jawabannya boleh, kamu juga berhak bahagia dengan orang yang tepat, Jase." wanita itu menyentuh tangan Jason lembut dan menepuk nya.
"Tapi aku masih mencintaiku. Dan dia memintaku untuk menyelesaikan masa laluku lebih dulu sebelum aku dengannya."
Bianca tersenyum. "Terus kamu jawab apa?"
"Aku tidak menjawab. Aku pergi kesini dan meminta dengan hormat, agar kamu mau menemui dia dan mengatakan jika kita sudah selesai dan kamu sudah menikah. Tolong, aku juga ingin hidup bersama dengan orang yang aku cintai, Bianca."
Wanita itu terdiam sejenak, air matanya nyaris saja jatuh jika dia tak cepat-cepat menahannya. Bianca akan mengikuti apa yang Jason katakan, dia akan menemui wanita itu dan menerima cinta Jason. Setidaknya, dengan begini Bianca tak lahk merasakan rasa bersalah telah menjadikan Jason umpan.
"Aku akan menemuinya. Tolong pertemukan aku dengan dia." kaya Bianca dan membuat Jason tersenyum lebar.
***
Akhirnya, Jason pun meminta Sienna untuk datang ke salah satu cafe dekat rumah wanita itu. Sienna bilang tidak ada kendaraan lain selain motor bebek. Di rumah juga hanya ada dirinya dan juga kakak iparnya, jangan tanyakan kedua orang tua Sienna yang sibuk bekerja seperti sangat kakak, Aldo.
Menunggu hampir setengah jam, akhirnya Sienna pun datang dengan penampilan yang … Jason hanya mampu menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya dengan perlahan. Kaos panjang yang menutupi celana pendek, dan juga rambut yang dicepol dengan berantakan, yang masih terlihat cantik dimata Jason.
"Kamu ngapain ngajakin ketemu aku disini? Udah tau di rumah gak ada orang!!" kaya Sienna kesal.
Jason menarik tangan wanita itu untuk duduk di sampingnya. Jangan tanyakan Kyra yang nyaris saja berteriak karena di sampingnya ada Bianca Lee artis yang dia idolakan juga. Bahkan Kyra orang pertama yang menangis ketika mendengar hubungannya dengan Jason berakhir, sedangkan semua orang menganggap jika mereka saling cocok dN melengkapi.
Sienna berdehem. "Kalau gak ada yang penting aku pulang."
Kyra menepuk jidatnya, dia lupa jika adik iparnya ini sempat galau ketika Jason memintanya bertahan. Tapi pria itu masih mencintai wanita lain selain dirinya. Dan sekarang sudah dipastikan suasana akan semakin tidak karuan, karena bisa dikatakan Sienna ini memiliki sifat kekanakan.
Bianca menepuk tangan Sienna dengan pelan. "Kamu Sienna?" wanita itu mengangguk, tapi dia juga langsung menarik tangannya pusat agar Bianca tidak bisa menepuk kembali. Tentu, hal itu membuat Bianca tertawa kecil. "Kenalin saya Bianca. Saya cukup banyak mendengar nama kamu ketika Jason bercerita."
Melirik Jason sinis, Sienna pun menjaga jarak. Sudah dipastikan cerita itu hanya cerita dimana Sienna terlihat jelek dimata Bianca
"Alasan saya ingin bertemu dengan kamu, saya ingin membicarakan jika saya dan juga Jason sudah berakhir cukup lama. Hubungan kita kandas karena saya harus menikah dengan pilihan orang tua saya." jelas Bianca.
Sienna terkejut, tapi, dia lebih terkejut kembali ketika meminta Jason yang terus menatap Bianca tanpa berkedip.
"Saya memang sempat mencintai Jason waktu itu. Saya juga salah karena terlihat cinta segitiga dengan suami saya, dan melibatkan Jason. Untuk itu, saya mohon dengan kamu, untuk tidak menolak Jason. Dia pria yang baik, bahkan dia akan melakukan apapun untuk wanita yang dia cintai. Dan dia bilang, dia sangat mencintai kamu dan ingin menjalin hubungan serius dengan kamu." jelas Bianca kembali.
Sienna hanya diam saja. Dia terus menatap Bianca mencari sesuatu yang menyakinkan, jika wanita di depannya ini benar-benar melepas Jason.
"Tolong, jangan salah paham kembali dengan kami. Saya juga sudah melupakan Jason setelah kita putus. Saya sudah bahagia dengan suami saya, dan ini juga sudah saatnya Jason bahagia dengan pilihannya, yaitu kamu. Kamu juga jangan berpikir jika kita akan kembali, karena hal itu tidak akan mungkin. Saya mencintai suami saya, begitu juga dengan suami saya juga mencintai saya. Dan jika kamu takut dengan perasaan Jason, minggu depan saya akan pindah ke Jerman ikut suami saya. Saya harap ketika saya kembali, saya hanya ingin mendengar kabar baik dari kalian berdua." Bianca langsung mengambil ponselnya dan tersenyum. "Saya harus pergi, karena suami saya menelpon." katanya dan berlalu.
Sienna hanya menundukkan kepalanya, dia tidak tahu harus menjawab apa. Belum lagi Bianca yang langsung pergi begitu saja, setelah mengatakan hal itu. Sienna nampak pusing, antara menolak atau menerima. Tapi tadi, Sienna sempat menangis karena sikap Jason yang tidak membela dirinya, atau menyakinkan Sienna jika Jason tak lagi memiliki hubungan dengan Bianca.
"Masih ragu?" tanya Jason. Sienna menoleh cepat melihat Jason yang duduk di depannya dengan wajah memelas. Kenapa tatapan nya berbeda dengan Bianca? "Aku serius pengen sama kamu." ujarnya kembali.
"Apa yang membuat kamu pengen sama aku? Padahal kamu tahu, kalau di hati kecil kamu masih ada Bianca."
"Aku tau. Tapi aku minta waktu sama kamu untuk buktiin kalau aku cuma pengen kamu bukan yang lain. Tolong percayalah."
Sienna hanya mampu menarik nafasnya dalam, lalu mengeluarkannya dengan perlahan. Dia akan memberi Jason waktu untuk membuktikan jika pria itu benar-benar menginginkan Sienna. Tapi, sekali saja Sienna tahu kalau Jason memiliki wanita lain selain Sienna, entah itu Bianca atau yang lain. Detik itu juga Sienna akan meninggalkan Jason apapun alasannya. Setidaknya Sienna tahu jika Jason tidak bisa bersyukur memiliki satu wanita.
Memeluk tubuh wanita itu, Jason pun mengecup kening Sienna beberapa kali. "Aku nggak mau janji, tapi aku akan buktiin kalau cuma kamu yang aku inginkan."
Karena Jason tahu, sudah banyak janji yang dia ingkari selama ini. Dan ini waktunya Jason membuktikan pada dunia, jika dia benar-benar berubah menjadi sosok yang lebih baik dari sebelumnya.
***