Dengan terhuyung-huyung Victory menyeret langkahnya dengan layuh, sorot matanya kosong, bahkan dia berayun dengan limpung, tak tahu arah. Dia pasati lautan di depan matanya, jingga yang membias indah menarik Victory untuk memasuki lautan dengan penuh kepercayaan diri. Bola mata kecoklatannya mengembun dalam balutan jiwa yang tengah rapuh.
"Aargh ...." Victory memekik sehingga suaranya bergetar.
Cengkeraman kekecewaan atas pengkhianatan sang ayah padanya dan juga ibunya melekat dengan kokoh, mencabik-cabik jiwanya yang pilu. "BUNDAA! BAWA AKU BERSAMAMU ...." teriakan Victory menembus gelembung-gelembung awan yang saling bersahutan dengan langit.
Lengkungan langit tiba-tiba saja menggemakan suara seseorang yang tidak bisa terdengar oleh Victory.
"Jodoh Delon sang pangeran harimau putih telah tiba." suara seseorang dari balik langit jingga. Lautan yang menyatu dengan hutan belantara yang juga memiliki sebutan hutan angker, konon katanya hutan ini memiliki sebuah istana megah yang dihuni oleh para siluman harimau putih, "jodoh kamu akan datang setiap hari di lautan Pundar itu, temui dia dengan halus dan ambil taring leluhur kita yang di simpan oleh ayahnya," tegas sang raja yang tidak lain adalah ayah kandung Delon. "Baik yang mulia, akan segera saya laksanakan.
"setelah misi selesai, tanyakan pada wanita itu apakah dia bersedia ikut denganmu ataukah tidak. Jangan memaksa manusia untuk menjadi bagian dari kita," tambah sang raja.
Senja secara perlahan tertelan oleh langit, batu karang yang semula tertimbun pasir-pasir mulai menampakkan kemolekannya. Dengan terisak-isak Victory mendekatinya dan mencoba mengambil benda itu dari sana. "Jangan asal menyentuh sebuah barang, kamu akan terluka." Delon berucap seraya melangkah mendekati Victory. Lantas dia mengerut masuk ke dalam buliran sinar mata pria bertubuh tinggi dan berbadan tegap di hadapannya itu. "Kamu ...." seru Victory mengingat wajah Delon yang mungkin saja dia kenali sebelumnya. "Aku Delon teman SMP-mu", "ooh iya aku ingat," balas Victory ragu-ragu.
Pertemuan demi pertemuan Delon rangkai dengan se-alami mungkin, sehingga Victory merasakan nyaman di dekat Delon. Kisah yang selalu dimulai dari jingga di lautan Pundar. Dari waktu ke waktu keduanya selalu mencuri-curi kesempatan untuk saling bertemu. "Kenapa laut ini warnanya sedikit keunguan ya?" tanya Victory sembari melangkah memasuki lautan itu. Delon yang terduduk dipasir segera menyusulnya. "Karena laut ini adalah jembatan anatara manusia dan harimau putih," celetuk Delon membuat Victory tertegun dan mematung. "Harimau putih?"parasnya membeku, tetapi gadis berambut panjang bergelombang itu tak berani mempertanyakannya lagi.
Kecantikan Victory memalingkan dunianya, Delon tenggelam dalam renjana cintanya untuk Victory. Wanita manja yang terkadang lebih sering melamun, Delon berayun mendekati Victory disudut kamar. "Eh Del lihat deh," ucap Victory memutar tubuhnya dan terkunci oleh tatapan tajam Delon yang ada di hadapannya. Victory membeliak. Bola mata Delon tiba-tiba saja berubah menjadi biru. "Dengerin aku", Victory mengangguk. "Kamu harus hati-hati dengan ayah kamu sendiri karena dia bukan ayah kandung kamu."
Sontak Victory mengerut heran. "Hah?! maksudnya? kamu tahu dari mana hal itu."
Krieeet. Victory dan Delon menoleh secara bersamaan. "Ayah pulang, kamu harus sembunyi," ujar Victory panik.
Delon melipir ke balik jendela yang terbalut gorden berwarna wood dan seketika berubah wujud menjadi perwujudan aslinya yaitu harimau putih dengan motif mahkota kerajaan dibagian dahinya. "Victory!" panggil sang ayah sembari membuka pintu kamar. "Malam ini kamu harus keluar, pacar ayah mau nginep," titahnya enteng. Victory mendengkus kesal seraya memalingkan wajahnya. "Kalau mau pacaran di luar aja, ini rumahku kenapa ayah memerintah seenaknya, rumah ini dibeli oleh uang bunda." sang ayah membuntang. "Dasar anak sialan!" sungut ayah, yang kemudian melayangkan satu tamparan keras di pipi kanan Victory.
"Aaarrghh ..." ringis Victory yang terjatuh membentur lantai, dengan tatapan getir. "Lu itu cuman anak pungut, gak usah berasa nyonya disini."
Degh! Victory mengingat perkataan Delon barusan. Ternyata apa yang dikatakan Delon benar adanya.
Seluruh raganya bergetar tak mampu mempercayai jika dirinya bukanlah anak kandung di keluarga ini. Langit-langitnya seketika roboh, Victory benar-benar hancur. Setelah ibunya bunuh diri karena suaminya selingkuh, kehidupan Victroy dihantui oleh kepahitan.
DUAARRR! Atap rumah Victory roboh, sedang di bawahnya, sang ayah dan kekasihnya tengah asyik saling mencinta. Delon dalam wujud harimau putih perlahan mendekati mereka.
"Aaaaaaaarhhhhh." Raungan Delon dalam perwujudan aslinya membantai rumah itu tanpa ampun.
"Aaaaaa ...."kekasih pria itu menjerit sekuatnya, dia ketakutan. Begitupun sang ayah yang melebarkan matanya seraya dia membeku dan menyeret kekasihnya ke belakang tubuhnya, melempar meja kaca yang ada di dekatnya itu, prang!! membentur kepala Delon. "Harimau sialan!" cibir sang ayah. "Apa yang lu mau hah?! cepet pergi dari sini!".
Perlahan sinar biru pecah menyelimuti tubuh Delon, dan kemudian Delon berubah wujud menjadi manusia lagi. "Saya kemari ingin mengambil hak bangsa kami," celetuk Delon dengan tegas. Sang ayah dan wanita itu membeku lalu terjatuh, tak bisa dipercaya jika jelmaan harimau putih yang sering dikatakan oleh orang banyak memang nyata.
"Kembalikan sekarang juga!" tegas Delon sembari mengangkat kedua tangannya di udara dan mencuatkan cakar harimaunya yang tajam.
"Ma-ma-maksud ka-mu a-pa" ucap sang ayah terbata-bata. "TARING HARIMAU PUTIH!!" teriak Delon memecah atap-atap rumah itu. "Tidak akan saya berikan, itu adalah warisan dari ayah saya," ungkap sang ayah dengan angkuh. Delon meringis dan kemudian meraung, tiba-tiba cakar tangannya itu mencabik-cabik tubuh ayah angkat Victory sampai kehilangan nyawanya. "AAAAAARRhhh" teriak wanita itu yang kemudian menutupi mulutnya dengan matanya yang semakin melebar. Takut. Tubuhnya bergetar, seluruh raganya tak mampu bergerak lagi.
Dengan tegas Delon melangkah untuk mendekati wanita itu, sedangkan wanita itu dengan tertatih terus menghindarinya. Secara tiba-tiba Delon mencengkeram kepala wanita itu dengan satu tangannya, "AAah ...." wanita itu berteriak lagi dengan sepenuh jiwanya, lalu wanita tersebut tergeletak tak sadarkan diri. "aAku harus segera mencari taring harimau itu," gumamnya seraya menyisir setiap sudut dengan mata birunya, menerawang setiap ruangan di rumah itu.
Delon berlari ke sebuah ruangan yang tak pernah dikunjungi oleh Victory maupun bundanya. Disudut kiri dekat dengan jendela yang entah isinya apa, ada sebuah kotak kaca yang di dalamnya berisikan taring harimau putih itu, tanpa ragu Delon menyentuh kaca tersebut dan kemudian, kaca itu seketika pecah menjadi serpihan kaca yang berserakan di lantai. Lekas dia ambil taring harimau putih itu yang juga berwarna putih namun berbinar-binar. Setelahnya Delon segera keluar dari ruangan tersebut dan bergegas keluar dari rumah tersebut.
Pada malam sebelum kematian sang ayah, Victory memutuskan untuk keluar dari rumah tersebut. "Jika ayah memang bukan ayah kandungku, jadi lebih baik aku harus keluar dari rumah ini," gerutu Victory seraya menyeret koper yang berukuran besar dan berwarna maroon itu.
Tokk! Tokk! Tokk! suara dari balik pintu balkon kamar Victory, "Victory ... ini aku Delon," seru Delon dari balik jendela. Victory seringaikan gordennya dan segera membuka jendela balkonnya itu. "Delon! kamu ngapain ke sini malam-malam," tanya Victory heran, namun jauh dari lubung hatinya dia merasakan bahagia yang tak terkira. "aku tahu kamu pasti pergi dari rumah ini, jadi aku mengkhawatirkan kamu."
"Kenapa begitu?"tanya gadis itu heran.
"Aku mencintai kamu," celetuk Delon tanpa ragu-ragu.
"Hah?!" seru Victory tidak yakin.
Tangan dingin Delon menggenggam kedua tangan Victory dengan erat dan menatap wanita yang dicintainya itu dengan dalam, "aku selalu mencintaimu dari sejak kita ketemu saat SMP," terang Delon, dan Victory semakin tidak bisa mempercayai hal itu. "Ayo kita menikah." Victory membeliak terkejut dan membeku. "Me-menikah?" sahut Victory tidak percaya. Delon mendekat dan menarik Victory dalam dekapannya, Victory semakin melebarkan matanya, bahkan dia sempat tersekat sejenak, "aku mencintaimu dan ingin hidup bersama denganmu selamanya."
lantas Victory tersipu malu sampai dia tertunduk dan menyembunyikan wajah merahnya. Pelukan Delon terjatuh di tubuh Victory.
Cinta Victory dan Delon bukan cinta sederhana, perbedaan dari keduanya terlalu kuat, tetapi Victory memiliki darah keturunan harimau putih. Ibu yang telah mengangkatnya menemukan Victory di laut Pundar itu, dan kedua orangtua Victory adalah penjaga taring harimau putih tersebut yang terbunuh oleh sang ayah angkat dan beberapa teman-temannya yang saat ini berada di luar negeri.
Delon membiarkan Victory menemukan jati dirinya dulu di dunia manusia sebelum dia bawa ke negaranya, bangsa harimau putih. Dan laut Pundar sebagai penghubung antara negeri bangsa harimau putih dan manusia yang juga menjadi tempat pertemuan antara Delon dan Victory. Cinta harimau putih itu suci dan untuk selamanya, baginya tidak ada lagi cinta setelah menemukan cinta yang pertama. Menjatuhkan hati itu harus dengan hati-hati, tidak selamanya cinta itu benar, terkadang ada cinta yang menipu.
"Lautan ini benar-benar menjadi saksi cinta kita," celetuk Victory sembari menyandarkan kepalanya di atas pundak Delon. Senyum indah merekah dalam garis garis wajah Delon, membelai wajah Victory dengan lembut penuh dengan cinta, menatap lautan lurus.
"Ini bukan saatnya untuk kamu mengetahui siapa kamu sebenarnya, dan ayah angkat kamu telah tiada," gerutu batin Delon menggema berbenturan dengan dinding-dinding hati Delon.
Cinta adalah balutan kasih sayang yang terkadang tak mampu terungkap oleh kata-kata, rasa cinta terlalu kuat sehingga tidak mudah untuk diartikan. Cinta berlambang kasih sayang yang tulus mengalir begitu saja. Delon dan Victory menikmati cinta ini dengan sempurna tanpa berpikir berat, apakah cinta ini akan berakhir dipernikahan ataupun tidak. Namun jauh dalam kubangan hati Delon Victory adalah istrinya dan akan selalu seperti itu.
Di pertemuan kali ini keduanya hidup dalam dunia yang berbeda, tetapi ... Di kehidupan saat ini ataupun kehidupan selanjutnya Victory tetaplah milik Delon.
Bertahun-tahun Delon menjaga cintanya dengan sepenuh jiwa, sampai sang batari mengambil Victory dan melahirkan gadis itu kembali yang menjadi bagian dari bangsa harimau putih, Delon menunggu kelahiran Victory selanjutnya.
"Cepatlah lahir kembali, aku selalu menunggumu," tutur Delon merendam dirinya di lautan pundar.
Selesai ....