Tertuju pada hatiku, kuyakin itu. Kata kata kasar sudah tak lagi sulit terucap. Air mataku tak lagi buat dia berfikir. Tak lagi melembutkan hatinya. Tapi makin memperbesar lagi keberaniannya. Tapi bukan berani untuk ucap kata maaf. Bukan berani untuk tatap Aku Dan mengakui kekurangannya. Lebih berani lagi dia untuk melepasku. Sepertinya begitu.
Buat Aku gusar Dan sedih tak berujung. Teruskan sampai Aku lelah Dan bagai burung Aku siap terbang kau lepaskan...