Panas, gersang dan kering. Warna merah adalah yang paling tepat untuk mendeskripsikan keadaan dunia ini. Makhluk-makhluk buas hidup berdampingan dengan manusia. Makhluk-makhluk yang sering dipanggil "Don" oleh manusia itu memiliki akal, mereka terbagi dua tujuan hidup. Sebagian hanya hidup untuk bertahan hidup, sebagian lagi mengabdi pada penguasa yang mereka yakini.
Negara dengan satu ras maupun campuran ras, bersaing satu sama lain, yang kuat merebut wilayah yang lemah. Don mampu bertahan hidup dari memakan makanan manusia dan yang terutama adalah darah.
Pada suatu masa, dunia yang berisi medan perang ini mengalami goncangan dahsyat. Di kerajaan kekaisaran Vhouldoria, salah satu dari tiga kekaisaran yang berada di puncak negara-negara terkuat di dunia keji itu. Vhisee Ourellia Covvin , Seorang permaisuri dari Vhrig Dale La Follintheechy, mengandung bayi yang bukan darah daging Vhrig melainkan darah daging Don.
Bukan sebuah kecelakaan, Ourellia bercinta dengan bangsa buas Don karena merasa muak dijajah oleh Dale di tempat tinggalnya sendiri, tanah kelahirannya. Ourellia jatuh cinta pada Don bernama L'lin, sehingga ia mengandung bayinya.
Percintaan antara bangsa kerajaan dengan Don tidak pernah terjadi dalam sejarah, bahkan Don dengan manusia rendahan pun sama sekali tidak pernah.
Fenomena ini membuat Vhrig Dale murka, apalagi setelah rumor bahwa Vhisee mengandung anak haram tersebar di seluruh penjuru kekaisaran, terus menyebar ke luar wilayahnya.
Sebelum seluruh dunia tahu anak haram yang dikandung oleh Vhisee Ourellia adalah Don, Vhrig Dale menurunkan perintah pengeksekusian Vhisee atas dosanya mengandung anak haram. Vhrig Dale tidak mau dunia tahu Vhisee yang dia nikahi melanggar norma hukum dunia yang teramat sangat tabu.
L'lin tidak membiarkan hal itu terjadi, sebelum Vhrig mengetahuinya, Ourellia sudah dibawa oleh L'lin menjauh dari kekaisaran. Dengan keganasan L'lin, mereka mampu menghadapi Don buas lain. Tak sedikit Don yang tidak memusuhi L'lin, mereka yang berteman dengan L'lin tidak memburu Ourellia.
Sementara Vhrig Dale berusaha keras mengerahkan 250.000 dari 500.000 pasukan perangnya dan 50.000 pasukan Don yang mengabdi pada kekaisarannya untuk memburu Ourellia. Gelar Vhisee telah dicabut dari Ourellia, pun gelar Puteri pewaris kekaisaran juga ditanggalkan. Vhrig menurunkan Axe dengan kekuatan magis tertinggi di kekaisaran Vhouldoria ke lapangan untuk menemukan Ourellia.
Aise, sebuah kerajaan kecil bekas jajahan salah satu penguasa wilayah, tempatnya dihuni oleh para Don. Disitulah Ourellia tinggal bersama L'lin, Ourellia butuh waktu cukup lama untuk beradaptasi. Namun pada akhirnya dia menerima keadaan hidup yang jauh dari kemewahan dan makanan enak. Ia merasakan kelaparan beberapa kali, terkadang tak makan seminggu. Untuk menguatkan janinnya, L'lin mencoba memberikannya darah manusia, akan tetapi janinnya menolak, perut Ourellia terasa seperti tertusuk tombak saat mendapat penolakan dari janin yang ada di kandungannya. Don merobek dagingnya sendiri, dituangkan darah yang bercucuran itu ke dalam gelas besi raksasa, darah tersebut berwarna ungu gelap mendekati hitam. Demi anaknya, Ourellia meneguk darah Don, janinnya tidak menolak.
Sudah waktunya melahirkan, Ourellia berteriak keras memekakkan telinga para Don yang ada di wilayah itu. L'lin sudah menyiapkan manusia ahli medis untuk Ourellia, akan tetapi di perjalanan menuju Aise, seseorang membunuh manusia itu dan menggunakan jubahnya upaya menyamar sebagai ahli medis. Wajah ahli medis itu tertutup oleh tudung, Don merasa ragu.
Ourellia sudah pada tempat ternyaman nya, di atas meja yang dialasi kain bulu 4 lapis. Ahli medis palsu itu mengeluarkan kekuatan magis dari tangannya, membentuk pisau merah bercahaya, mengeluarkan percikan percikan petir. L'lin menarik kepala alhi medis itu dari belakang, tudung terbuka. Ourellia segera menyuruh L'lin agar jangan membunuhnya, orang yang memakai tudung itu adalah Axe yang berasal dari kerajaannya, Pycel. Axe yang diperintahkan oleh Vhrig. Ourellia yang masih kesakitan bangun terduduk.
"Dekatkan manusia itu padaku, suamiku, Don Then bolehkah diriku meminta tolong, bantu Don L'lin memegangi manusia itu." lirih Ourellia.
"Manusia ini akan menikam dirimu dan anak itu, Ouri!" L'lin menggeram.
Ourellia melemahkan L'lin menggunakan senyumannya yang lembut, L'lin menundukkan kepala Axe Pycel ke hadapan Ourellia, Don bernama Then memegangi kaki dan tangan Pycel. Satu Don lagi dengan sukarela menutupi perut Ourellia dengan tangannya yang amat besar, namanya adalah Zak. Darah mengalir dari dalam perut melalui kaki Ourellia, bercampur antara merah pekat dan ungu pekat, warnanya tidak menyatu. Pycel yang melihatnya merasa hatinya tersayat.
"Apakah kamu hendak menyampaikan sesuatu? Apa anakku tidak bisa dibiarkan lahir karena akan mengganggu tatanan dunia? Tak bisakah kamu biarkan anakku lahir dengan selamat?" ucap Ourellia lesu.
Pycel mengeluarkan air matanya, "saya tidak tahu pastinya, tapi jika anak ini lahir, diantara ras Don atau ras Manusia, akan mengalami petaka yang luar biasa."
Dengan kepercayaan yang tertanam di benak Ourellia, ia mempercayai jika ia mati, Rose akan menemuinya secara langsung. Para Axe membaca informasi tentang dunia mereka melalui Rose, konon Rose adalah pemberi kesuburan dan mampu menciptakan dunia yang lebih sejuk. Kesejukan yang tak pernah penghuni dunia ini rasakan, selama ini Rose memberi petunjuk secara acak dan berupa potongan-potongan yang harus para Axe terjemahkan menggunakan kecerdasan mereka sendiri. Ourellia yang sudah melemah dan sebentar lagi kehabisan darah memutuskan untuk melahirkan anaknya dan bertemu Rose. Ia berharap dalam hatinya kepada Rose.
Axe Pycel lemah terhadap Ourellia, ia menghentikan niat membunuhnya dan membunuh semua Axe dan pasukan yang mengepung Aise menggunakan kekuatan magisnya yang terlarang. Demi membantu Ourellia melahirkan. L'lin memiliki tubuh yang tak terlalu besar seperti Don lain, ukuran tubuhnya melebihi manusia bongsor manapun, akan tetapi tangannya masih bisa menggenggam tangan rapuh Ourellia tanpa membuat tulangnya retak.
Don tidak bisa menangis, wajahnya kasar dan sklera matanya tidak putih seperti manusia akan tetapi hitam. Matanya berwarna ungu sepekat darahnya. Terlihat menyeramkan jika manusia yang melihatnya, tetapi tidak bagi Ourellia. Wanita ini dapat melihat hati remuk suaminya. Rasa sakit luar biasa melebihi melahirkan anak manusia, Ourellia ingin mencengkram daging siapapun hingga hancur akan tetapi tubuhnya sudah mati lemah.
Kesadarannya lenyap, melebur, berurai, lalu tersusun kembali namun di dimensi lain. Di hadapannya ada benda yang keluar dari tanah gersang, perwujudan tempat yang dia lihat persis seperti dunianya namun ia tak tahu tempat itu ada di wilayah dan bagian mananya. Benda itu berdiri, bergoyang-goyang ketika tertiup angin, terlihat lunglai namun tetap tegak menancap di tanah. Gagangnya berwarna hijau tua, ada dua lembar kecil seperti cabang namun membentuk bulat runcing di ujung, benda merah melekat di atasnya. Lembar-lembar seperti kain semerah darahnya, tersusun cantik membentuk corak yang pernah dia lihat di menara-menara atau bangunan tua.
Masih di area benda yang menancap di tanah, timbul lagi batang dan corak cantik yang serupa namun berbeda warna. Merah pekat mendekati hitam, dan ungu pekat mendekati hitam. Telapak tangannya terasa perih tiba-tiba, ternyata ia menggenggam pisau, darahnya keluar namun berwarna putih.
Ourellia tak mendengar suara siapapun, bahkan suaranya sendiri. Tapi ia paham. Benda itu adalah Rose, darahnya suci putih sebagai media untuk menggambarkan dunia. Dua benda berwarna seperti darah adalah opsi, apa yang akan Ourellia pertahankan Manusia atau Don. Jika bisa Ourellia hanya ingin melindungi anaknya. Jika membunuh dirinya sendiri, maka ia membunuh kesempatan dunia ini untuk berevolusi, dunia berkesempatan untuk sembuh dari kegersangan. Jika menuturkan akal sehatnya, manusia jauh lebih berakal dari Don. Tapi Ourellia tak hanya takut kehilangan L'lin, tapi ia tak bisa jika harus kehilangan anaknya yang sama sekali belum dia lihat. Ourellia kecewa karena tak bisa berbicara dengan Rose, dan hanya bisa melihatnya saja. Ourellia menangis, andai dia bisa melihat Don L'lin dan mendiskusikan ini dengannya.
Berat dan tak rela di lubuk hati, Ourellia memutus batang dengan sekuntum darah berwarna merah pekat menggunakan pisau di tangannya. Dimakan lembaran darah itu, darah merah pekat mengalir di tubuhnya. Dunia terwarnai oleh darah merah manusia.
Rose berbaik hati, mengembalikan kesadaran Ourellia pada tubuhnya yang sekarat untuk bertemu dengan suaminya sejenak. Don L'lin sudah kehilangan sebelah lengannya karena mengurai, mata Ourellia kembali hidup berwarna, Don L'lin menggunakan sisa tangannya untuk meraih tangan Ourellia. Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, Ourellia menggapai ujung jari besar berkuku tajam milik suaminya Don L'lin. Axe Pycel mendekati mereka membawa bayi di gendongannya, tubuh dan kulitnya persis menyerupai Manusia terkecuali kuku runcing dan sklera matanya hitam dengan manik mata merah seperti Ruby, mata itu merupakan turunan dari Ourellia. Don mengambil bayi itu menggunakan tangan besarnya yang berwarna merah lalu mendekatkan dirinya dan meletakkan bayi itu di sisi Ourellia yang terbaring lemah.
"Coll'n" lirih Don L'lin dengan suara tegasnya.
"Apakah itu namanya?"
Don L'lin mengulanginya, "Coll'n"
Ourellia tersenyum, menggerakkan tangannya untuk meraih anak di sebelahnya. Dibelai anak manis itu, berbeda dari Manusia maupun Don, Coll'n tak memiliki jenis kelamin. Ourellia bertanya pada Axe Pycel apa yang akan terjadi pada anaknya.
"Anak yang mulia akan menjadi dunia baru itu, yang baru anda bangun bersama Rose. Coll'n akan hidup dengan umur yang sangat panjang, bersama dunia dan aturan baru yang tercipta bersamanya."
Kerajaan dan kekaisaran runtuh bersama para penguasa di dalamnya, roboh membentuk lubang besar di tanah, justru rumah rakyat yang menduduki dunia ini tak mengalami bencana apapun. Udara melembut, suhu berubah merendah, dan untuk pertama kalinya dalam sejarah air mengalir tipis turun dari langit. Seluruh manusia di dunia ini melongo dengan fenomena alam yang sebegitu anehnya. Air yang mereka peroleh didapat dari dalam tanah, bukan dari langit. Air turun ke tanah begitu lama, berbulan-bulan. Hingga lubang-lubang kerajaan dan kekaisaran yang runtuh terisi penuh oleh air. Dunia kian terbagi dan terpisah oleh genangan air raksasa, hingga terbentuk samudra. Evakuasi besar-besaran terjadi selama beberapa dekade. Dalam kurun waktu yang lama itu, terlahir makhluk baru berwarna hijau pada awalnya. Bernyawa namun tak buas maupun berakal. Dengan memanfaatkan kecerdasan Manusia, mereka menggunakannya sebagai bahan pangan sampai ramuan dan obat-obatan. Makhluk hijau itu dikelompokkan, pohon dan tanaman. Lalu muncul tanaman yang diyakini adalah Rose, berdasarkan cerita dari Ourellia sebelum dia meninggal. Ourellia menceritakan rupa dari Rose, Axe Pycel mengesahkan bahwa tanaman itu adalah Rose, menjadi bunga pertama dalam sejarah. Setelah itu, bermunculan bunga-bunga cantik lain dengan bentuk dan warna berbeda. Rose pun memiliki tiga varian, Rose merah terang, Rose merah gelap, dan Rose ungu gelap.
Kekaisaran dan strata sosial di dunia ini mengulang dari nol. Tak ada penindasan, semua hidup berdampingan saling membutuhkan satu sama lain. Simbiosis mutualisme kian diterapkan. Don menjadi legenda sejarah, Ourellia menjadi dewi mitos yang diceritakan cantik rupawan dan berhati tangguh dan sangat suci.
Axe Pycel? Axe paling hebat di dunia itu dieksekusi atas keputusan Axe lain karena melanggar sumpahnya. Meski begitu, semua Axe menghormatinya sehingga Axe Pycel mati secara terhormat dan dikenang oleh sejarah karena andilnya dalam mengubah dunia.
Kelahiran Rose di dunia adalah akhir bagi Rose sendiri, banyak yang memercayai kalau coll'n telah menggantikan Rose. Karena perubahan tatanan dunia yang begitu besar, Semua orang memanggil dunia baru mereka dengan sebutan "Collin".
Tamat.
Ditulis oleh yuki kurai, semua yang yuki kurai tulis di atas adalah fiktif belaka, tanpa menyinggung kepercayaan atau keyakinan reader sekalian, murni hasil olahan kepala yuki kurai. Jika ada kesamaan, artinya mungkin kita sehati.
( ꈍᴗꈍ)