Seruan azan magrib dengan lantang berkumandang, diiringi lukisan senja ditepian langit yang hendak tenggelam yang sedang asik beradu dengan awan abu abu kehitaman.sesekali cahaya terang menampakkan wujudnya serta aungan yang mengejutkanku.Aku merasa malaikat Mikail akan menjatuhkan air dari cakrawala dengan kehendak tuhanku.Kumatikan leptopku dan kusimpan pena didalam buku.Rasa malas selalu menghantui ketika waktu sholat tiba.Aku yakin Jin pengganggu itu akan datang merasuki raga yang sedang kesepian ini,yang terkadang membuatku lalai tuk melaksanakan ibadah.
Namun tidak untuk kali ini ,kumenjauhi meja yang penuh buku matematika.Lalu kulangkahkan kakiku kekamar mandi dan kuambil air yang teramat sejuk untukku berwudhu.Ketika kumengenakan kain yang menutupi auratku ,kain putih tersebut berterbangan mengikuti intruksi angin yang membuatku tak nyaman.Alhasil kutunaikan tiga rokaatku tanpa kekhusyukan.Akan tetapi aku harus mengutarakan rasa penyesalan atas segala maksiat sebagai bentuk penyadaranku.Tanpa malu aku pun menceritakan jutaan permintaanku kepada Allah yang selalu menyayangiku.Namun kali ini doaku begitu panjang, karena kuteringat perkataan guruku, Jika hujan turun hal yang harus dilakukan adalah bersyukur lalu berdoa,karena hujan adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa.
Kumenadahkan kadua tanganku,tiba tiba suara pecahan kaca terdengar nyaring di telinga.Dengan spontan, kumenolehkan kepala dan ternyata bingkai fotoku terjatuh karena angin nakal itu.kuambil kertas yang bergambar wajahku dan kutinggalkan kaca yang terserak diatas lantai.Kupandangi muka hitam yang katanya manis ini yang sedang mengenakan seragam kebanggaanku.
Hujan malam ini tak kubiarkan sendiri,kumenemaninya dengan sedikit rintihan air dari mataku, sebab kerinduan dimoment foto ini .Tanpa enggan aku pun tersenyum mengenang cerita konyol ditempat yang kami sebut penjara yang suci.Disitulah tempat ternyaman yang kualami dalam riwayat hidupku,walaupun penyesalan menghantui karna keperdulian terhadap belajar hanyalah sedikit.Kulebih menyukai bermain bersama temanku.
Diibaratkan ,jika kuingin menjabarkan kenangan kala itu dengan media film series, maka akan butuh banyak season dan hitungan episode yang tak terhingga .Salah satunya terdapat kenangan konyol yang kurasakan seperti suasana malam ini yakni ketika hujan . Kuakui hujan memang sering merepotkan dan selalu merugikanku. Pasalnya dimusim hujan membuat baju baju dilemariku habis karna tak kunjung kering dan sering terjadi kebanjiran pada masa itu , karena tepat dibelakang pesantren ada sungai besar .Tapi hujan akan menjadi harapanku ketika kegiatan muhadoroh akan dilaksanakan.Muhadroh ialah salah satu bagian kegiatan dari pesantrenku.Dengan muhadoroh santri dapat mengembangkan kemampuannya dalam public speaking atau berpidato.Melatih mental agar berani berbicara didepan umum.Tapi aku tak begitu menyukai kegiatan itu.Hal yang aku sukai hanyalah satu,yakni menjadi MC/pembawa acara.Pidato berbahasa inggris adalah tugas yang tak kusukai,mulutku yang kesulitan mengucapkan kata katanya membuatku sangat muak.Selain kuberusaha menghafalnya aku juga berusaha berdoa kepada Allah agar menurunkan hujan berpetir dan mati lampu,agar acara muhadoroh dapat ditunda.Aku pun sempat melampiaskan keegoisanku ke hewan yang tak bersalah.Kumencari kucing hitam kemudian ku siram dengan air,yang mitosnya bisa menurunkan hujan.
Kegiatan yang paling aku sukai ialah memainkan alat musik hadroh.Pada saat itu di bulan rabiul awal tahun hijriyah .Bulan tersebut adalah bulan kelahiran nabi Muhammad SAW.
Beberapa masyarakat mengundang grup sholawat dari pondokku untuk acara peringatan maulid nabi muhammad SAW.Telah banyak Masyarakat di sekitar pondok yang mengakui prestasi dari pesantren yang kutempati diberbagai bidang.seperti berpidato,tilawah,skill berbahasa arab dan inggris,termasuk juga grup hadroh sholawat.Suara yang menyejukkan hati yang dikeluarkan dari mulut kawanku,serta para gadis pemukul alat musik yang bagaikan bidadari itu dapat menghipnotis para masyarakat.
Saat itu kami diundang ke kantor gubernur untuk menampilkan grup sholawat.Ketika kami hendak pulang menuju pesantren, kami menggunakan kendaraan yang sering disebut bus tua pakde,yang kurang lebih menyerupai angkot.Bus itu biasanya di gunakan untuk meletakkan belanjaan seperti cabe,bawang,ikan ,ayam ,kangkung dan lain lain yang dibeli bude dari pasar untuk dimasak dan dihidangkan untuk para santri.
Namun Ketika asik diperjalanan,tiba tiba hujan mengguyur bus kami.Pintunya yang tak bisa lagi menutup dengan rapat dan kuat membuat air dari langit masuk kedalam mobil.Angin kencang yang menerobos kaca jendela dari bus tua itu,menghasilkan aroma seperti wangi di pasar.Namun tindakan kami hanyalan pasrah akan situasinya,jika kami membuka kaca jendela maka air akan membasahi badan kami.Dengan penuh keikhlasan membiarkan baunya menemani perjalanan kami.Aku dan teman-teman disaat itu sangat menikmati perjalanan.Kami tidak mengeluh karena hujan dan keadaan bus yang kami tumpangi.Perjalanan tiga jam bersama hujan kami lalui dengan tertawa dan menyanyi.Tangan mahirku memukul darbuka,dan teman teman ku bernyanyi bersama sama.Senyum di wajah pakde supir membuat kami semakin bahagia.
Cerita perbucinan pun pernah kualami dimusim penghujan.Disaat acara Al Barzanji pada malam ahad/minggu.Al Barzanji adalah pembacaan kitab yang berisi tentang Nabi Muhammad SAW yang dinyanyikan bersama sama.Diiringi hadroh atau alat musik.Pada saat itu semua santri putra dan santri putri sudah berkumpul di masjid.Aku dan ketiga kawanku berniat tak mengikuti acara itu.Kami pun bersembunyi di ruang UKS yang tak jauh dari masjid.Kami berencana mengemil makanan ringan sambil menggibahkan kakak kelas yang terkena masalah,karena ketahuan berpacaran.Tiba tiba hujan turun dengan laju tanpa aba aba,namun suara tabuhan darbuka tetap terdengar kuat dengan lantunan sholawat yang merdu.Tanganku yang reflek memukul jidat lebarku sembari mengatakan “astagfiraullah aku lupa”lalu kutelan makanan dalam mulutku dan dengan cepat kuberlari kencang menuju masjid.Kawanku sempat melarangku karena hujan.Namun aku membantahnya ,karena vocalis hadroh itu adalah laki-laki yang mempunyai ikatan komitmen denganku.
Keesokan paginya,udara segar dengan sedikit genangan air akibat hujan tadi malam tak membuatku malas menjemput sepotong kertas.Aku tetap mendatangi tempat dimana kami bertukar surat.Ia meletakkan suratnya dibawah tong sampah yang dibalut dengan plastik hitam,disamping pagar pembatas wilayah antara ikhwan dan akhwat.Ia meletakkan kertas itu setiap pagi dihari ahad.Kawanku yang sangat antusias berubah menjadi bodyguard yang mengawasi keadaan agar tidak ada satu pun orang tau.Surat itu berisi pertannyaan yang diberikan kepadaku.Tentang penampilanya dan menanyakan kabarku.kukatakan dalam surat itu jika aku tak enak badan dan kekagumanku terhadap penempilanya.Aku sengaja membohonginya agar ia mengkhawatirkanku.
Dua hari setelah kukirim surat itu,aku tak menyangka ia mengirimkan sweter untukku.Dengan kertas putih yang terdapat tulisan”lekas sembuh habibati jangan lupa ya dipakai sweternya kalau kamu lagi kedinginan “dan seketika itu aku semakin menyukainya.
Namun hubunganku dengannya hanya bertahan dua semester.Surat surat yang aku kumpulkan di bawah kasur tertangkap basah oleh ustadzah ketika sedang razia.Dan aku menulis surat terakhirku yang berisi tentang berakhirnya hubungan haram ini di hadapan ustdzah bagian keamanan.kali ini ia tak mengambil surat dibawah tong sampah lagi ,melainkan ustadzahku yang memberikan surat itu kepadanya.
Hari demi hari setelah kuputus dengan laki laki yang bernama reyhan membuat hidupku sunyi namun tenang. Aku tersadar bahwa mempunyai hubungan dengan laki laki hanya membuatku tidak fokus dalam belajar dan mengaji.Perbuatan itu hanya menambah dosa tanpa menghasilkan keuntungan apa apa.
Keasikan ku mengingat kenangan itu,tanpa disadari hujan yang mengguyur atap rumah kos ku,ia sangat setia menemaniku mengingat pengalaman yang penuh dengan penyesalan ini.Aku mengira setelah aku lulus dari penjara suci ,aku akan merasakan kebahagian.Kebebasan ialah harapanku ketika aku berprofesi menjadi santri.Aku ingin terbebas dari peraturan ,aku ingin terbebas dari hukuman ,aku ingin terbebas dari hafalan,aku ingin makan yang enak ,dan aku ingin bermain handphone .Setelah aku mendapatkan semua yang aku damba dambakan,ternyata kebabasan lebih menyiksaku.
Nafsu jahat yang telah menguasai hatiku hanya membuat diri ini merasa bersalah.Penyesalan yang tidak akan aku lupa di perjalanan hidupku.Aku ingin Kembali untuk memperbaiki semuanya dan mempersaipakan iman dan ilmu agar tidak mudah terpengaruh zaman yang semakin hari semakin aneh ini.Namun kejadian itu sudah terjadi,bagaikan nasi telah menjadi bubur.Aku telah terpengaruh oleh hasutan zaman ini,aku diperdaya oleh zaman yang menuntutku menjadi terobsesi untuk memilki kehidupan orang lain yaitu ingin cantik,ingin terkenal,ingin mempunyai pasangan ,ingin selalu dipuji dan hal lain yang telah mengkufurkanku dalam nikmat Allah SWT.
Aku bersyukur sekali atas malam ini,kumerasa Allah sengaja menjatuhkan fotoku supaya tersadar akan hal ini. Aku berharap bisa merubah hal yang telah kualami dan semakin bersemngat memperbaiki diri menjadi wanita seperti arti namaku yakni Mar’atussolihah yang artinya wanita soliha.
“Tamat