Terik Mentari di siang hari menarik para pelanggan menuju kedai kecil didepan ruamhku. Mereka sangat antusias membeli pop ice dan beberapa gorengan yang aku hidangkan untuk ku jual . Para tetangga pun merespon positif ketika aku membuka warung kecil ini. Kata mereka pop ice yang aku buat dapat meredakan dahaga di siang hari. Menjadi pengusaha adalah cita-cita ku yang sudah aku fikirkan semenjak sekolah dasar . Untuk meraih imipan ini aku memulainya dengan membuka kedai kecil kecilan di depan rumah yang kunamai seperti nama panggilanku yaitu Nabila pop ice ,yang terpampang di poster yang menempel di dinding kedaiku . Niatanku ini awalnya tidak di setujui oleh orangtuaku, karena aku masih sekolah jenjang menengah atas. Mereka takut jika aku nantinya tidak akan fokus dalam belajar . Namun aku tetap menyakinkan mereka ,jika aku dapat menyeimbangkan antara belajar dan berjualan. Karna uang hasil jualan ini akan aku kumpulkan untuk keperluan kuliah tahun depan. Sehingga tidak terlalu membebani kedua orangtuaku.
Sebenarnya ibuku tidak menyetujui aku untuk kuliah.Ibu menyuruhku menikah saja setelah tamat dari SMA. Mungkin karena biaya perkuliahan yang mahal apalagi perusahaan pabrik tempat ayahku bekerja kini telah bangkrut yang diakibatkan pandemi covid yang melanda negaraku .sehingga membuat gaji ayah menjadi turun. Namun ibu dan ayah berbeda pendapat ,ayah menyetujui keputusanku untuk melanjutkan ke jenjang universitas. Kata ayah ia akan mencari pekerjaan yang lebih layak dan gaji sesuai dengan perekonomian keluargaku. Pilihan ini sudah aku pikirkan matang matang semenjak aku naik kelas 12 .Aku ingin kuliah tanpa harus menyusahkan mereka. Oleh Karena itu aku bertekad mencari uang.
******
Sepulang sekolah tepatnya pada pagi menjelang siang aku langsung bergegas membuka kedai dan menyiapkan dagangan. Kedai ini buka dari jam sebelas siang sampai jam lima sore. Walaupun tidak setiap hari aku berjualan ,aku tetap bersyukur .Karena pandemi covid ini membuat jam pelajaran tidak seperti dahulu dari pagi hingga sore. Kesempatan ini ku manfaatkan dengan baik, jika tanpa ada pandemi covid aku tidak bisa berjualan .Dukungan dari ayahku juga membuatku sangat bersemangat,nasihat darinya yang selalu aku terapkan dalam kehidupanku. Pesan dari beliau adalah untuk selalu bersyukur atas segala sesuatu dan selalu melibatkan Allah dalam segala urusan. Kata ayah jika kita selalu mengutamakan Allah dari segalanya maka Allah akan memberikan kemudahan untuk menjali hidup dan doa doa yang di panjatkan akan Allah kabulkan satu persatu.
Setelah dua bulan aku menekuni jualan ini aku mendapatkan hasil yang lumayan. Semenjak hari pertama aku berjualan uang itu tidak pernah aku memakainya sedikit pun. Untuk membeli bahan bahan yang telah habis ,ayah selalu memberi uang untuk membelinya. Sehingga uang yang ku kumpulkan dapat menjadi modal untuk usaha baruku , Yaitu Aku bergabung menjadi agen penjualan online. Barang yang aku jual adalah baju ,parfum dan aksesoris wanita. Bisnis ini sangat lah mudah hanya dengan memposting jualan di social media saja seperti Whatsap,Facebook dan Instagram. Pelanggan jika ingin membeli barang cukup dengan memesan lewat media social.Sehinga bisnis ini tidak menganggu pekerjaanku berjualan pop ice. Dengan penuh rasa syukur, usaha usahaku berjalan dengan lancar. Apalagi bisnis jualan online ini banyak pelanggan yang order barang jualanku.Seperti ibu ibu tetangga yang memesan baju daster,baju untuk anak anaknya dan suaminya. Kawan sekolahku pun membeli barang barang seperti parfum ,tas dan sepatu. Alhasil Setiap pagi barang yang aku bawa kesekolah bukan saja buku namun orderan mereka , sehingga aku kesulitan membawanya. Namun aku tidak pernah menyesalinya karena ini adalah bentuk perjuanganku untuk sukses.
*****
Semenjak aku menjalani bisnis ini ,disetiap harinya rumahku selalu didatangi oleh laki laki yang terlihat umur 40 an ,beliau adalah kurir penghantar paket online ku. Ketika ia mengantarkan paket ia selalu membeli pop ice dan duduk sejenak di bangku yang tersedia di depan kedai.Tapi pada suatu saat, tepatnya di hari ahad setelah aku mengambil paket dari tangan laki laki itu ,ia langsung duduk dibangku tanpa membeli pop ice.
“mau minum apa pak”tanyaku kepada bapak kurir.
“air putih saja nak,bapak sudah tidak boleh minum es.”jawaban bapak kurir.
“baik pak saya ambilkan air putihnya.”ujar aku.
Ketika aku hendak memberikanya air putih tiba tiba bapak tersebut mengalami sesak napas. Aku yang sangat panik meminta bantuan kepada ayahku .Setelah ayah memberikan minyak angin di hidung dan dadanya ,sesak napasnya pun merada.
“ terimakasih sudah membantu bapak “tukas bapak kurir.
“iya pak sama sama”ujarku.
“bapak boleh minta tolong telponkan anak bapak”ucap bapak kurir.
“iya pak bisa “ujar aku.
“ambil lah hp bapak di tas ini ,nama kontaknya Fadil “ujar bapak kurir yang terlihat lemas.
“baik pak”ucapku.
Setengah jam setelah aku menelponya datanglah anaknya menggunakan mobil .Ia keluar dengan istri dari bapak kurir itu. Laki-laki tinggi itu langsung membawa ayahnya masuk ke dalam mobil. Kemudian istri dari bapak kurir itu menjumpaiku.
“Terimakasih ya neng gelis .Sudah bantu suami saya.”ujar istri bapak kurir.
“iya bu sama-sama”ucap aku.
“kami pamit ya neng”ujar istri bapak kurir.
“iya bu hati-hati”ujar aku.
Tiba tiba fadil anak dari bapak kurir itu turun dari mobil menjumpai ibunya, meminta izin untuk membeli makanan ringan di meja daganganku..
“berapaan dek”ujar anak bapak kurir.
“sepuluh ribu bang”tukas ku.
“kamu namanya nabila ya?”tanya anak bapak kurir.
“iya bang.Kok tau?”
“tau lah ,saya kan baca poster ini”tukas anak kurir.
“oh iya deng”ucapku tersipu malu
“Boleh tidak abg minta nomer handpone adek?”ujar anak kurir.
“maaf ,buat apa ya?”jawabku.
“Ingin mengenal lebih jauh anak baik seperti kamu”ucap anak kurir.
“ini nomernya bang”ujar ku sambil menyodorkan handphoneku ke arahnya.
“ok saya pamit .Terimakasih bantuanya .Somoga Allah membalas kebaikanmu”ujar anak kurir.
“Terimakasih bang.”jawab ku.
*****
Dua hari setelah kejadian ini,seperti biasa paket online ku tetap berdatangan setiap hari. Namun kali ini yang membawa paketku bukan lagi bapak kurir yang dulu, melainkan anak bapak kurir yang bernama Fadil. Ia tak jauh beda seperti ayahnya ,ia membeli pop ice kemudian bersantai dibangku kedai .Sehingga aku tak enggan menanyakan keadaan ayahnya. Ia bercerita jika ayahnya akan resign dari pekerjaan ini. Dan ia hanya menggantikan sementara sampai surat pernyataan resign keluar dari perusahaan tersebut.
***
Sebulan setelah itu ,tiba-tiba ia menelponku.
“Assalamualaikum Nabila”ujar fadil si mantan anak kurir.
“Waalaikumussalam bang,ada apa bang?”jawabku.
“Nabila sibuk ? ada yang ingin abang sampaikan”tukas abang Fadil.
“lagi belajar sih bang,besok Nabila ada ujian nasional bang. Tapi udah mau selesai kok.Btw kenapa bang”ucapku.
“Setelah lulus SMA ini Nabila ada plenning apa?”tanya Fadil.
“masih bingung saya bang”ujarku.
“kamu mau tidak jika menikah dengan abang?insyaAllah saya jamin kamu pasti happy hidupnya dan kalau kamu ingin kuliah abang juga yang akan urus semua.”ucap Fadil.
“hah apaa??”jawabku dengan terkejut.
“Jangan terkejut gitu cantik, Abg gak maksa kok. kalau kamu mau abang akan menjumpai orangtua mu.”ujar Fadil.
“saya pikirkan dulu ya bg”jawabku.
“ok. Abg tunggu dua hari lagi jawaban nya !
Setelah aku memberitahu keputusanku ,ia langsung mengunjungi kediamanku bersama bapak si mantan kurir itu dan ibunya.Ibu dan ayahku merestui hubungan yang akan kami jalin kejenjang pernikahan.Ibuku dan ayah merasa sangat senang karena ini adalah impian ibu dan ayahku. Aku tidak hanya menikah ,namun aku juga bisa kuliah. Takdir ini membuktikan usahaku, jika aku selalu bersyukur Allah akan memudahkan segala urusanku bahkan ia memberikan takdir yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya .