Mas Angga terus memohon padaku agar aku memaafkan dirinya. Tapi aku tidak menggubrisnya sedikit pun aku duduk diam.
Aku mendongak ke atas berusaha menahan air mataku agar aku tak menangis, tetapi usaha ku sia-sia.
bibir ku bergetar. sebenarnya aku ingin berteriak dan mengucapkan kata-kata umpatan ke mas Angga yang kini memeluk kaki ku tapi sekali lagi aku tak bisa.
Aku tak tahu berbuat apa dan harus bagai mana karena dunia ku saat ini bagai jungkir balik. Lelaki yang aku cinta telah mengkhianati cintaku.
Aku mencoba tegar walau saat ini hatiku sangat hancur, ku angkat bahu mas Angga, mas Angga pun menurut lali duduk di kursi di hadapan ku.
Ku tatap wajah laki-laki di hadapan ku sangat dalam, lalu aku tersenyum. Aku menari nafas dalam-dalam dan memejamkan mata.
Mas angga yang melihat ku seperti itu tersenyum, mungkin dia merasa aku telah memaafkan kesalahan fatalnya.
"Mas ceraikan aku", ujar ku dengan suara parau tapi tegas.
Mas Angga merasa tak percaya kalimat itu keluar dari mulut ku, mas Angga menjambak rambutnya kasar dan teriak.
"Sayang kamu bercanda kan??", ia bertanya padaku.
Aku tak mengeluarkan kata-kata lagi, aku rasa dia sudah mengerti tapi belum bisa menerima seperti aku menerima perselingkuhannya bagai mimpi . Tapi inilah kenyataannya pernikahan yang aku jalin harus berakhir dengan perceraian.
Aku berdiri tak sedikit pun memperdulikan mas Angga, aku melangkah pergi.
Mas Angga memperhatikan setiap langkah ku. Aku mendengar.
"Sayang jangan tinggal kan mas", ucapnya lirih.
SEKIAN