TOKOH
-CANDMONe
-VICHOUS
-BARENT
-MADELLA
-VANYA
Saat aku membuka mataku aku sudah berada di sebuah tempat yg mungkin tidak asing bagiku, sebuah tempat yg pernah aku lihat sebelumnya di sebuah manhwa yang aku baca, manhwa yang menceritakan
tentang seorang wanita cantik yg memiliki seorang tunangan yang begitu kejam pada suatu hari, sang tunangan yg bernama barrent itu membawa pulang seorang wanita yg bernama madella, pelakor yang selalu berpura pura lemah namun kejam, tapi kenapa aku bisa berada di tempat ini? tanya ku kepada diriku sendiri,padahal tadi aku hanya memejamkan mata sebentar karena begitu lelah dengan pekerjaan ku yg menumpuk
"astaga apa yg terjadi, bagaimana mungkin aku ada di tempat ini, kenapa? bagaimana cara aku kembali ke dunia ku lagi?" tanyaku sendiri. Tok Tok Tok sebuah pintu diketuk lalu muncul seorang pelayan yang sepertinya aku mengenalnya, vanya, pelayan setia dan juga lemah lembut yg ada di mansion ini, juga salah satu pelayan sang tunangan duke kejam itu, candmone, namanya, tokoh utama dalam manhwa ini.
"nona candmone, tuan barrent ingin anda menemuinya di ruangannya" ujar vanya
'ah apa yg harus aku katakan? 'batinku
"hmm. ba baiklah aku akan segera datang" jawabku
"nona candmone, anda yakin? pasti tuan barrent hanya akan memarahi dan memaki maki nona, akan lebih baik jika nona tidak menemui nya" khawatir vanya
"tidak, tidak apa apa, aku baik-baik saja, jika tidak menemui nya bukan kah, tuan barrent akan lebih marah?"
"tapi.. huft baiklah jika nona berkata demikian"
Aku mulai berdandan dan bersiap menemuinya "hm, apa yg akan dilontarkan oleh duke brengsek itu? yg pasti dia akan memaki candmone kan?" ujarku seraya berjalan ke arah ruangan duke barrent
"Saya sudah datang tuan"
plak, baru saja aku sampai, sebuah tamparan langsung mengenai mukaku
"tuan, bukankah ini tidak sopan? bersikap kejam terhadap tunangannya?" ujarku
"heh, ini hanya sebuah pertunangan, aku bisa saja membatalkannya"
"anda sepertinya sangat yakin, tapi apa ibunda anda dan ayahanda akan mengizinkan nya, bukan bermaksud sombong, tapi bukankah saya adalah tunangan kesayangan ibunda dan ayahanda,dibandingkan dengan nona madella bukankah saya lebih sempurna?" balasku
"apa maksud mu! jangan membandingkan dirimu dengan madella, madella tidak bersalah!dia juga lebih hangat dari pada kamu yg berhati dingin!"
"maaf sebelumnya tuan, tapi saya tidak tuli, anda tidak perlu berteriak teriak, dan ada urusan apa anda mencari saya"
"aku harap kau benaran tuli,, huh, sebelumnya apa kau yang membuat madella menangis? "
" puft, apaan apaan ini, kau menyalahkan ku? kau pasti hanya di bohongi oleh pelakor tak tau diri itu" "jaga perkataan mu!! madella sendiri yang bilang kalau kau memukulinya dan membuat dia menjadi bahan tawaan di pesta teh kemarin ? jawab!" 'huh, apa memang benar ya, tunggu, sepertinya aku pernah membaca bagian cerita ini, ya, memang benar candmone membuat madella menjadi bahan tawaan di pesta teh kemarin lusa' batinku "yang anda katakan semua benar, dia pantas mendapatkannya, madella dengan sengaja menunpahkan teh di gaunku yang mahal, dan dia berlagak menyedihkan saat aku memarahinya, dengan santai dia bicara" itu kan hanya gaun biasa, kenapa nona candmone sangat marah, dan aku juga tidak sengaja aku menjawab kalau gaun itu sangat mahal bahkan sangat langka, lalu saat aku menyuruhnya untuk menganti rugi, dia malah langsung pergi, dan setelah nya ia di menjadi bahan ketawaan, bukan salah ku kan? "
" tidak, madella bukan orang yang tak tahu malu seperti itu, dan kau jangan omong kosong "
" tanyakan sendiri pada madella mu itu, dan juga aku tidak ingin pertunangan ini berlanjut "aku langsung pergi dari ruangan duke brengsek itu. Barent langsung pergi ke kamar yg ditempati oleh madella, beruntung orang tua dari barent tidak tinggal di mansion ini, karna ibunda barent bilang kalau mansion ini akan dibuat untuk kita tinggal bersama
"madella!" ujar barent "tuan barent, anda sudah datang, apa anda sudah memarahinya" "ada yang ingin ku tanya kan kepadamu" "apa kamu menumpahkan teh di gaun candmone saat pesta teh lalu?" sambungnya "ehh, i iya, kenapa tuan menanyakannya?" "madella! aku kira aku bisa mempercayaimu, kau membuat malu dirimu sendiri, kau menumpahkan teh ke gaun candmone yang sangat mahal, bahkan kau tidak bisa menggantinya" "tu tuan barent, saya....." "berhenti memanggil ku,