Di sebuah desa terpencil yang di kelilingi oleh hutan lebat, terdapat cerita menyeramkan tentang pohon kematian. Konon, pohon itu adalah tempat persembunyian arwah-arwah yang gelap dan haus darah. Tidak ada yang pernah berani mendekati setelah matahari terbenam.
Suatu malam yang mendung, seorang remaja bernama Rehan nekat mencari tahu kebenaran di balik mitos tersebut. Ia memutuskan untuk pergi ke hutan bersama teman, joko. Mereka membawa senter dan ponsel sebagai sumber cahaya.
Ketika sampai di hutan, suasana menjadi tegang. Daun-daun berdesing dan angin seolah berbisik dengan aneh. Mereka berjalan lebih dalam dan akhirnya menemukan pohon kematian, yang terlihat seperti tumpukan akar yang menjulang tinggi ke langit. Dedalu gelap melingkupinya, dan kabut kebal menyelimuti area sekitar.
Rehan dan Joko berusaha untuk tetap tenang. Mereka menyalakan senter dan berdiri di bawah bayang-bayang pohon itu. Tiba-tiba, suara gemuruh menggema dari kejauhan, diikuti oleh suara langkah-langkah berat yang semakin mendekat.
Mereka melihat ke arah suara dan terkejut melihat sosok bayangan besar yang semakin dekat. Itu adalah arwah yang menyeramkan, berwujud Manusia tetapi dengan wajah yang terdistorsi dan tangan yang berlumuran darah. Rehan dan joko usaha mundur, tetapi langkah-langkah arwah semakin mendekat dengan cepat.
Dalam kepanikan, Rehan menjatuhkan ponselnya dan seketika gelap gulita. Hanya cahaya senter yang masih memberi sedikit penerangan. Mereka berdua berlari secepat mungkin, tetapi suara langkah kaki arwah semakin dekat dan menghantui.
Tiba-tiba, suara langkah kaki itu berhenti. Rehan dan Joko merasa nafas bmereka tertahan. Saat mereka menoleh ke belakang, Mereka melihat arwah itu mengambang di udara, matanya memancarkan cahaya merah menyala. Tanpa kata-kata, arwah mengangkat tangan dan menjulurkan jarinya yang panjang dan bengkok, menuju Rehan.
Joko dengan cepat mengambil senter yang masih menyala dan menerangkannya ke arwah. Cahaya senter meninggalkan arwah itu, dan dengan jeritan tajam, arwah menghilang dalam asap hitam.
Rehan dan joko berlari sejauh jauhnya dari pohon kematian, berlari hingga mereka tiba di tepi hutan. Mereka duduk lelah, melihat kembali ke arah hutan yang mengerikan.
Mereka menyadari bahwa mitos tentang pohon kematian adalah nyata. Dan meski mereka berhasil melawan arwah itu, bayangan teror malam itu akan selalu menghantui pikiran mereka. Sejak saat itu, mereka bersumpah tidak akan pernah lagi berani mencari tahu rahasia gelap yang tersembunyi di balik hutan itu.
~Tamat~