Hampir satu bulan kita tidak bertenggur sapa. Mengapa mendadak hubungan persahabatan kita jadi melonggar? Kamu bilang akan menjagaku sampai Sastra kembali tapi ternyata kamu malah pergi menjauh.
Tidak. Aku tidak menyalahkanmu karena jatuh cinta pasa Delima.
Aku senang kamu jatuh cinta.
Aku hanya menyayangkan hubungan persahabatan kita yang sudah kehilangan arah.
Sastra pergi.
Kamu juga pergi.
Kalian berdua meninggalkanku sendirian.
Bahkan kamu terlihat enggan bicara padaku. Sebenarnya, apa yang sudah terjadi?
Kalau memang ada masalah, ayo kita selesaikan bersama.
Kalau memang ada kesalahan yang tanpa sengaja aku perbuat, tolong bicara.
Jangan menjauhiku, Cak.
Sastra pergi.
Kamu pergi.
Lalu, bagaimana dengan aku?
Kita terlalu takut pada perpisahan tapi kita jugalah yang menciptakan perpisahaan itu untuk ada dalam kehidupan kita.
Cakra, jujur padaku.
Kamu takut jika hubunganmu dengan Delima hancur?
Jawab saja. Aku sudah mendengarnya dari anak-anak itu. Disini aku izin menjawabnya.
Kamu tenang saja, Cakra. Aku tahu batas.
Aku juga tidak akan mengganggu hubungan kalian tapi tolonglah tetap menjadi Cakra yang aku kenal. Aku hanya ingin jadi sahabatmu.
Jangan begini, Cakra.
Jangan menjauhiku.
Kalau tidak ada kalian berdua, untuk apa aku mempertahankan egoku untuk tetap tinggal di kota ini?
Lebih baik aku pergi juga.
Supaya persahabatan kita benar-benar selesai.