(Name) Mikage, seorang gadis SMA yang berumur 18 tahun dan ingin lulus dari sekolahnya. Ia juga adik dari Reo Mikage. Beruntungnya, saat ia naik ke kelas 12 ia mendapatkan pacar pindahan dari Jerman, Michael Kaiser namanya. Namun, (Name) membuat panggilan khusus darinya untuk pacarnya, yaitu 'Mihya'.
Ia bersekolah di Blue Lock High School, sekolah yang terkenal karena pemain futsalnya yang tampan dan jago. Namun bukan karena itu ia bergabung, melainkan karena mengikuti kakaknya—kembarannya untuk bersekolah di sana.
Suatu hari di kediaman Mikage...
Reo, sang kakak sibuk bersantai menikmati film di sebuah tv besar di ruang tamu bersama pacarnya, Seishirou yang sibuk dengan handphonenya. Tiba-tiba saja melihat adiknya sedang terburu-buru keluar dari kamarnya menuju luar.
"Woi, mau kemana dek?" tanya sang kakak.
(Name) yang terburu-buru tanpa menoleh langsung membalas dengan cepat, "Mau ke Pantai ngeliat senja sama pacar aku kak."
"Ohh yaudah, hati hati."
"Oke sampai jumpa, kak"
Lalu (Name) pun keluar. Di luar, seorang pria yang memakai pakaian rapi dengan jas birunya sedang menunggu (Name), itu adalah pacarnya, Kaiser.
"Mihya, maaf lama..."
"Gapapa sayang, ayuk masuk," ucap Kaiser dengan senyuman lebar di wajahnya sembari membukakan pintu mobilnya untuk (Name).
"Terimakasih, Mihya..." (Name) pun masuk ke dalam mobil dan mereka langsung berangkat menuju pantai yang sengaja dipesan oleh Kaiser agar sepi.
*Di pantai
"Mihya, sunsetnya indah ya..." ucap (Name) yang memang sedang menatap matahari yang sedang terbenam. Ia memang kagum dengan sunsetnya.
"Iya sayangku... Tapi, apa kau tau apa yang lebih indah?" Kaiser lalu menoleh ke (Name) dan membelai lembut pipi (Name) dan tersenyum, lalu ia memegang dagu (Name) dan mengarahkan kepadanya.
"Apa..?"
"Itu kamu, Meine Liebe," ucap Kaiser lalu secara tiba-tiba Kaiser mencium bibir (Name) dengan lembut.
Pipi (Name) seketika memerah, wajahnya memanas dan menguap. Ia kaget dengan ciuman tiba-tiba yang diberikan oleh Kaiser.
"M-Mihya..."
Kaiser hanya tertawa kecil melihat reaksi (Name) yang menurutnya lucu. Ia sangat ingin memakannya.
"You are so cute, my love," ucap Kaiser dengan nada bicara yang lembut sembari membelai lembut rambut (Name).
Mereka sangat menikmati ke romantis-an di pantai itu. Senja menjadi saksi bisu cinta mereka. Mereka sangat bersenang-senang. Sampai malam pun tiba dan Kaiser membuka topik pembicaraan lagi, dan kali ini benar-benar serius.
"(Name), ada hal yang ingin aku ucapkan padamu..."
"Hnm? Apa itu Mihya?"
"Meine Liebe, aku sangat mencintaimu. Aku sangat ingin kau selalu berada di sisiku, maupun senang atau sedih. Aku ingin...hubungan kita ke tingkat yang lebih tinggi, jadi..." Kaiser lalu membuka sebuah kotak kecil berisi cincin yang terukir seperti mawar dan permatanya berwarna biru.
"Will you...marry me, (Name)?"
(Name) terkejut. Ia tidak menyangka akan dilamar seperti ini. Tanpa sadar, ia mengeluarkan air mata. Air mata kebahagiaan.
"Yes!!" Itu jawaban (Name).
Mereka berpelukan karena senang. Masing-masing dari mereka mengeluarkan air mata karena sangat senang. Sekali lagi, malam dan bulan menjadi saksi bisu diantara mereka berdua.
*Saat menuju parkiran...
"Aku sangat senang...-!"
"(Name) awas!!"
"Eh?"
BRAK!
(Name) tertabrak truk. Ia mengeluarkan banyak darah. Kaiser yang melihatnya langsung menghampiri pacarnya itu, dan seketika panik. Ia berpikir keras, lalu ia membawa (Name) dengan segera ke rumah sakit terdekat. Tidak lupa juga ia menelpon Reo dan memberitahu tentang (Name) yang kecelakaan.
**Rumah Sakit, 3 hari sejak kejadian itu...**
"Eh...? Gua dimana..?" (Name) melihat sekelilingnya, putih dan...ada seseorang yang ia tidak mengenalinya... Siapa?
"Akhirnya lu sadar juga (Name)..." ucap seorang gadis berambut blonde dengan mata berwarna hijau.
"Lu...siapa? Di mana Mihya?" tanya (Name) yang kebingungan.
"Aelah, ini gua bestod lu Stefanny. Masa lu ga inget sih?! Dan siapa lagi itu Mihya?" balas cepat Stefanny, teman—sahabat (Name)
"D-dia... Kaiser Michael-! D-dia pacar gua... Barusan dia ngelamar gua!!"
"Ngelamar apaan anjir, lu aja udah koma 6 bulan lebih, gimana caranya dia ngelamar lu coba? Dan kaga ada yg namanya Mihya atau Kaiser Kaiser itu," ucap Stefanny.
(Name) terkejut bukan main. Jadi... Selama ini, kenangan yang ia buat bersama Kaiser...adalah palsu? Tapi kenapa? Ia sudah bahagia di alam mimpi, bersama kekasihnya, Kaiser. Tetapi kenapa itu hanya sebuah imajinasi?
'Seandainya kau bukan imajinasiku, seandainya aku tidak terbangun dari koma ku, seandainya aku... tidak memimpikan dirimu... Kenapa di saat aku nyaman bersamanya, Tuhan mencabut harapanku? Seandainya aku bisa menulis ulang takdir kita...'
Tanpa sadar, air keluar dari mata (Name). Ia menangis. Ia menangis karena seseorang yang tidak nyata. Semenjak hari itu, ia hanya menatap ke jendela dengan tatapan kosong tak ada harapan tanpa menoleh kemana mana.
THE END.
(IB:Cerita author di c.ai dan lagu "Rewrite The Star")