[ 26 Juli, Senin.
Beberapa hari telah berlalu sejak tahun ajaran baru. Saya sekarang adalah seorang siswa SMA yang sah. Kelas dan bangku telah di bagikan dan saya kebagian duduk di kelas 1 IIS-2 yang letaknya tak jauh dari kantin. Kebetulan saya duduk bersebelahan dengan seorang kenalan lama semasa SD yang secara mengejutkan masuk ke sekolah yang sama. ]
[ 27 Juli, Selasa.
Guru wali kelas adalah seorang wanita karier yang cantik! Beliau berumur 20 tahun dan bernama Wulan Sari! Orang-orang mengulangi menyebut namanya Wulansari tapi beliau tiba-tiba marah dengan pipi yang menggelembung dan menjelaskan jika itu Wulan Sari dengan spasi. Namun di luar dari itu, bagaimana bisa!? Bahkan reaksinya sangat imut!! ]
[ 28 Juli, Rabu.
Orang-orang di kelas mulai membuat beberapa kelompok kecil dan aku rasa ruang lingkup pertemanan semakin membesar. Mereka bahkan mulai memanggil satu sama lain dengan nama panggilan yang beraneka ragam, dimulai dari yang aneh, ada yang terdengar cocok, dan ada juga yang terdengar seperti nama maskot. Kebetulan, sepertinya diriku mendapat julukan dalam kategori ke dua; Heri dari Raka Heryatna, menurutku itu masih terdengar jauh lebih baik dari pada teman SD-ku yang dijuluki Oscar yang di ambil dari animasi kadal gurun itu. ]
★★★
[ 29 Juli, Kamis.
Aku kebetulan menemukan buku ini saat menjelajah apa yang sebelumnya merupakan toko buku, dan karena masih banyak halaman yang masih kosong aku mengambilnya dan bermaksud menjadikannya sebagai buku harian #2 pengganti dari #1 yang sudah aku habiskan. Dan hei, ini adalah catatan pertamaku dalam buku ini, menantikan untuk kembali menulis besok. ]
★★★
[ 30 Juli, Jumat.
………Aku menemukan sebuah catatan aneh di belakang buku harianku. Siapa yang menulisnya? Itu terlihat sangat bagus di banding tulisanku yang acak kadut. Apa mungkin ini sudah ada semenjak saat aku membelinya? Bagus, seharusnya aku memeriksa halaman belakangnya terlebih dulu sebelum membelinya. Tapi yah, tidak apa-apa. Aku hanya akan menggunakan halaman depan kalau begitu. ]
★★★
[ 31 Juli, Sabtu.
Hujan. Dan sangat deras. Jujur aku bosan, jadi aku memutuskan membaca catatan lama di buku harian ini! Hore! Tepuk-tepuk-tepuk-tepuk… yah, sedikit berlebihan. Tapi huh, sepertinya pemilik buku ini sebelumnya adalah seorang pelajar SMA, dan dia adalah laki-laki. Lihat bagaimana caranya ia memperhatikan guru wanita yang malang itu… aku yakin dia hanya melihat ke arah dadanya sepanjang hari. Dan oh, nama panggilan? Itu mengingatkanku, aku pernah di beri nama Pita dari Lita Andrini, di mana aku memasukkan itu? Di kategori ke dua mungkin…? Setidaknya aku tak ingin di ketiga, seperti Oscar bung… kau sangat kasihan. Lalu…………… Hmm? Apa ini?? Untuk tanggal 30 dia benar-benar menulis sesuatu yang aneh. ]
★★★
[ 01 Agustus, Minggu.
Hari liburku yang berharga… namun hujan. Aku sangat bosan. Jadi kau tahu? Aku memutuskan memeriksa tulisan aneh itu lagi yang ada di belakang buku harianku, dan kau tahu apa…? Itu bertambah. Ya, itu dengan sangat misterius bertambah………. Apa ini? Siapa sih di dunia yang dengan iseng melakukan kejahilan ini? Apa adikku!? Tidak mungkin orang tuaku kan……. Mengesampingkan itu, yang lebih penting lagi Itu di penuhi penghinaan terhadapku! Aku bukan mesum…!! Siapa juga yang… mena-menatap pa-payudara Bu Wulan!? Jangan menyebarkan fitnah! Baik, maka mari lakukan ini! Aku akan menangkapmu!! Jadi tunggu saja! ]
★★★
[ 02 Agustus, Senin.
Ini aneh… maksudku benar-benar sangat aneh……. Mulanya aku adalah seseorang yang mengikuti grup ‘tidak percaya hantu', tapi melihat kondisi buku harian ini membuatku merinding. Haruskah aku membakarnya? Atau mungkin membuangnya? Tidak, setahuku itu hanya akan memperparah keadaan… yah, mari awasi untuk saat ini, dan dalam beberapa hari saja.]
★★★
[ 03 Agustus, Selasa.
Aku menanyai (menginterogasi) orang tuaku dan adikku tentang masalah buku harianku, tapi tak satu pun dari mereka yang menjawab dengan positif (aku sudah menduganya). Jadi aku mengawasi gerak gerik mereka sepanjang waktu yang dapat aku lalui, namun lagi-lagi tak mendapat tanggapan yang positif. Ngomong-ngomong tulisan itu masih berlanjut di belang buku harianku…. Apa ini? Apa mereka masuk ke kamarku saat tengah malam atau sesuatu? Walaupun sebenarnya tak semuanya sia-sia, aku menebak jika kandidat yang paling mencurigakan adalah adik perempuanku……. Dan tolong jangan bakar atau buang buku harianku! Menurutmu seberapa mahal aku membelinya? Huh… baiklah. Mari buat jebakan di pintu! Sehingga saat adikku menyelinap masuk saat malam hari ia akan tertangkap basah! Wow, apa aku seorang genius atau apa? Yap, mari lakukan besok. ]
★★★
[ 04 Agustus, Rabu.
Daripada genius aku berpikir jika kau itu bodoh. Huh……… mengapa hal yang pertama aku tulis di buku harianku adalah tanggapan kosong ini? Hari berlalu dan aku masih memeriksa buku harian terkutuk ini, dan selain dari tulisan yang sering muncul ternyata tidak ada aktivitas supranatural lain yang terjadi. Jadi…… bolehkah aku menganggap buku ini aman? Dan sepertinya hantu ini akan melakukan kebodohan yang tak dapat di tarik kembali pada adik perempuannya…. Belasungkawa untukmu adik perempuan yang tak tahu siapa namanya. Dan mau tahu apa? Membuat jebakan di pintu tak akan berpengaruh padaku, lagi pula aku hanya akan mengambil buku ini dari rakku dan menulisnya seperti biasa? Aku bahkan tak perlu masuk lewat pintu kamar siapa pun itu……. ]
★★★
[ 05 Agustus, Kamis.
Jebakan itu berjaya! Namun itu terjadi di pagi hari saat adikku mencoba membangunkanku……. Dia menyerangku dengan ganas, ouch! Dan rasa sakit itu masih dapat kurasakan bahkan hingga sekarang. Bagaimana caranya aku meminta maaf padanya? Belakangan ini dia melihatku dengan mata yang melihat sampah. Dan yah, kesampingkan itu. Dari kejadian ini aku tahu jika adikku bukanlah pelakunya. Lalu siapa membuat lelucon ini? Aku mulai percaya padamu jika buku ini terkutuk, namun bukan aku hantunya tapi kau, siapa namanya? Ah, ya. Lita Andrini tak tahu mengapa kau meninggal tapi tolong beristirahatlah dengan tenang. ]
★★★
[ 06 Agustus, Jumat.
Ouch… jadi kau di pandang rendah olehnya yah. Eh… kau tahu? Tidak masalah. Aku pikir sepotong kue sudah cukup untuk meredam amarah kebanyakan wanita di dunia, itu pun jika kau memang dapat memilikinya……. Oke, kembali ke topik. Heri… kan? Nah, kau menyebutkannya selayaknya aku yang adalah hantu. Tapi aku hidup dan tinggal di rumahku layaknya orang normal, bagaimana caranya aku bepergian ke rumahmu — atau lebih tepatnya ke kamarmu yang bahkan aku tak kenal? Jelas-jelas kau yang hantu di sini. ]
★★★
[ 07 Agustus, Sabtu.
Eh, terima kasih, sungguh, untuk sarannya. Dan kembali ke topik, bukankah itu yang di sebut sebagai hantu? Karena kau dapat pergi dari mana saja dan ke mana saja seperti Shazam! Dan kau berpindah tempat? Kau bahkan hantu dari buku harian terkutuk ini jadi tak akan aneh jika kau tahu lokasi rumah bahkan kamarku. ]
★★★
[ 08 Agustus, Minggu.
Tidak, tidak, tidak. Heri teorimu sangat salah, mungkin setengah salah? Aku tak tahu. Yang jelas aku bukan hantu, dan dari banyak catatan buku ini berjalan aku dapat mengatakan jika kau juga bukan hantu. Nah… masalahnya apa fenomena ini? Mari sebaiknya kita tinjau kembali. ]
★★★
[ 09 Agustus, Senin.
Baik saja untukku. Tapi jika buku ini tidak terkutuk, dan tak salah satu pun dari kita bukan hantu, maka apa? Mau mulai dari bagaimana caranya kita mendapat buku ini Lita? ]
★★★
[ 10 Agustus, Selasa.
Aku sebenarnya merasa heran dengan kecepatan kau beradaptasi dengan fenomena aneh ini. Tapi ya, mengapa tidak? Untukku itu dari apa yang dulunya toko buku. Banyak buku tapi sudah usang, namun aku menemukan buku ini yang masih terlihat dalam kondisi baik, jadi aku mengambilnya. Dan untukmu? ]
★★★
[ 11 Agustus, Rabu.
Maksudku, manusia adalah jenis makhluk yang beradaptasi, jadi yah……. Ngomong-ngomong untukku itu adalah saat aku pergi secara acak di beberapa tempat, aku menemukan buku ini di pajang di depan sebuah toko. Barang antik katanya, jadi harganya lumayan mahal, walau begitu aku membelinya karena menurutku akan bagus untuk menjadi buku harian. ]
★★★
[ 12 Agustus, Kamis.
Jadi kau adalah jenis orang yang seperti itu yah, hmm……. Nah, menyangkut topik yang kita bicarakan, karena tempat kita mendapat buku berbeda jadi bisa di katakan jika buku yang kita pegang juga berbeda, kan? Jika kita mengasumsikan ide itu di tambah dengan fenomena aneh yang ada, maka bukankah kemungkinannya dapat di persempit sedemikian rupa……? ]
★★★
[ 13 Agustus, Jumat.
Ada apa dengan ‘hmm…….’ di sana? Tapi tunggu. Aku mendapat sebuah ide, hanya saja benar-benar liar. Bahkan mungkin lebih gila dari teori buku ini terkutuk……. ]
★★★
[ 14 Agustus, Sabtu.
Menarik. Memang benar jika kita menggabungkan semua petunjuk yang ada kemungkinan itu juga dapat di ambil sebagai titik terang, jikalau…… ]
………
……
Buku Diari kami terhubung dalam satu.
……
………