—Aku menyengat rantai dengan listrik yang mengalir.
Rantai hancur! Orang-orang terkejut. Aku mencoba untuk melarikan diri! Berayun dari satu bangunan ke bangunan lain.
“Apa kau pikir kau dapat lari dari diriku?”
“Geh…!?”
Kembali di susul. Terkejut! Mendapat serangan!!
“Baiklah… mari lakukan negosiasi!”
“……Untuk apa?”
Aku mencoba untuk berbicara saat masih berusaha untuk melarikan diri. Namun tetap di serang satu arah dengan dia yang tak sedikit pun mencoba untuk mendengarkan!?
“Bagaimana dengan, aku akan mengajarimu cara menjadi seorang Super Hero, dan kau dapat membiarkan aku lolos!”
“Itu bodoh. Aku bukan Spider-Man, aku tak dapat menjadi seorang Super Hero.”
Saran ditolak dengan cepat! Beberapa serangan datang!! Aku menghindarinya, tapi glitch ini sangat mengganggu! Apa kau serius!? Aku terjatuh… menabrak beberapa hal… namun dengan sigap kembali berlari.
“Tapi, kau tak harus selalu menjadi Spider-Man untuk menjadi seorang Super Hero!”
“Hanya diam saja, aku tak sepertimu. Aku buruk. Aku Villian. Aku Prowler…. Di dunia ini satu-satunya, dan selalu seperti ini.”
Pukulan telak! Aku jatuh di atas suatu bangunan. Berguling-guling, berhenti dengan posisi berbaring, dan berhasil di tahan.
Dengan hening kami saling menatap. Aku mencoba untuk berbicara.
“Kau tahu…. Tak lama di beberapa waktu ini, orang-orang yang sama sepertiku mengatakan jika aku ini adalah sebuah kesalahan. Jika kekuatan yang kumiliki ini tidak seharusnya menjadi milikku… melainkan milikmu. Memang mungkin jika peristiwa tertentu tidak terjadi dan laba-laba itu menggigitmu, kau mungkin memiliki kekuatan ini tuk menjadi seorang Spider-Man dan menyelamatkan ayahmu. Dan — dan mungkin aku yang malah akan menjadi lebih seperti dirimu."
"…………"
"Tapi, kau tahu… walau aku berbalik dan menjadi sepertimu — menjadi Prowler, jika salah satu orang yang aku kenal, atau orang yang kucintai, atau mungkin keluargaku, bahkan orang-orang yang tak kukenal di depan mataku dalam bahaya… aku tak akan ragu menggunakan kekuatan itu tuk membantu mereka. Aku merasa jika… ini semua bukan tentang julukan yang mereka katakan padaku, tetapi ini semua tentang apa yang sebenarnya ingin aku lakukan."
"Kita berbeda—"
"Memang kami berbeda! Tapi, jika kau memiliki hati untuk bersusah pawah menyelamatkan seseorang……. Bukankah tidak apa-apa hanya untuk di saat itu kau menyebut dirimu sendiri Super Hero?"
Dia tampak kesal! Dia mencoba mencengkram kepalaku, membuatku kehilangan kesadaran!
"……Cukup berbicara?"
"Tunggu, tunggu, tunggu!"
Dia berhenti…? Sepertinya pamannya meneleponnya. Tak tahu dengan jelas, namun sepertinya ibunya dalam bahaya…. Dia tampak khawatir.
"……Bagus, sepertinya nyawamu terselamatkan, hanya untuk saat ini."
Dia melepasku, lalu berjalan pergi meninggalkanku. Apa yang harus aku lakukan? Aku dapat pergi mencari jalan pulang, tapi…….
"…Aku ikut denganmu."
"Bukan urusanmu."
"Aku tahu. Tapi, aku hanya tak dapat pergi begitu saja…."
"……Terserah kau."