Kata orang dunia itu luas, dunia itu indah, dan masih banyak lagi yang kudengar tentang dunia, mungkin menurut mereka melihat dunia itu hal yang sudah biasa dan dapat dilihat oleh semua orang, tapi untuk orang sepertiku bisa melihat dunia hanya dalam sekedip mata sudah membuatku sangat bahagia, meskipun itu tidak mungkin terjadi, aku berkata begitu karena aku adalah seorang tunanetra sejak lahir.
Kenalin namaku Rena Sinata panggil saja aku Rena, aku sudah menjadi tunanetra sejak lahir, aku juga tidak tahu kenapa aku bisa menjadi tunanetra, aku mulai menyadari aku tidak bisa melihat sejak berumur 5 tahun, waktu itu orang-orang sedang membicarakan tentang langit yang indah, karena penasaran aku bertanya kepada mamaku.
'ma, langit itu apa?’
'langit itu, benda yang ada di atas sana nak'
'kenapa saya tidak bisa melihatnya ma?’
'itu karena kamu masih kecil nak, tunggu kamu besar nanti kamu pasti bisa melihatnya’.
Waktu itu aku sangat tidak sabar untuk cepat tumbuh besar supaya aku dapat melihat langit yang mereka bicarakan, tapi tahun demi tahun sudah aku lewati dan sekarang aku sudah berumur 18 tahun dan aku masih tidak dapat melihat langit yang kala itu orang-orang bicarakan, sekarang aku tahu kalau aku itu tunanetra atau yang biasa orang sebut buta.
18 tahun aku lalui hanya dengan berada di rumah, aku tidak diizinkan untuk keluar dari rumah oleh kedua orang tuaku, aku tidak bisa bersekolah seperti anak-anak umum pada lainnya, jangankan sekolah teman saja aku tidak punya, 18 tahun ini saya lalui hanya sendiri di kamar yang tidak pernah saya tahu bentuk dan luasnya seperti apa.
Aku sering bertanya pada diriku sendiri, untuk apa aku dilahirkan, untuk apa aku hidup, jika terlahir seperti ini bukannya lebih baik dari awal aku tidak dilahirkan, ingin mengakhiri nyawaku sendiri saja aku tidak bisa, aku tidak tahu di mana letak pisau berada, tidak tahu di mana tali berada, jika digambarkan aku ini seperti seorang boneka hidup yang berada di suatu kamar.
Suatu hari ibuku mengajak aku pergi ke taman dekat rumahku berada, ibu mengajakku karena melihat diriku yang depresi di kamar setiap hari, aku menerima ajakan ibu, karena aku berpikir meskipun aku tidak bisa melihat sinar mentari, setidaknya aku bisa merasakan sinarnya.
sesampainya di taman ibu menyuruhku duduk sebentar di sebuah kursi sambil menunggu dia membeli air untuk kami minum bersama, sembari menunggu ibu pergi membeli minum lebih baik aku melakukan suatu kegiatan seperti mendengar musik.
'hi' ucap seseorang bersuara pria kepadaku’.
‘kamu siapa?' tanyaku padanya.
'aku orang yang akan membuatmu tersenyum dan bahagia’.
‘jangan ngelawak deh kamu, mana ada orang yang bisa melakukan hal seperti itu’.
‘kata siapa ga ada, buktinya ini ada’.
'siapa? , Buktinya ap?’.
'aku lah masa orang lain, buktinya nanti kamu lihat deh’.
Entah siapa orang aneh ini, dia datang dan berkata akan membuatku tersenyum dan bahagia, ternyata masih ada orang aneh seperti dia di dunia ini.
'eh ada nak vito' .
‘iya Bu, aku lagi ganggu anak ibu nih’.
Terdengar suara ibu yang baru saja datang dari membeli minum sedang berbicara dengan pria tersebut, yang aku dengar namanya adalah Vito.
‘kok ibu kenal pria menyebalkan ini sih bu?’ tanyaku pada ibu.
'tentu saja, dia kan orang yang mau membuat mu tersenyum' jawab ibu.
‘kok ibu jadi ikutan kek dia sih, kalian nyebelin ah' ucapku.
Itulah awal mula diriku bertemu dengan pria menyebalkan bernama Vito itu, setelah kejadian itu dia setiap hari pergi mengunjungiku dirumah, entah dari mana dia tahu alamat rumahku, tapi jujur saja semenjak dia datang menyelinap ke kehidupanku, aku merasa setidaknya sudah memiliki seorang teman.
Hari demi hari, bulan demi bulan telah berlalu, dan aku sudah terbiasa dengan sifat menyebalkannya itu.
‘Ren, jika kamu bisa melihat apa yang ingin kau lihat?’ tanya Vito padaku.
'tentu saja melihat semua sesuatu yang belum pernah aku lihat' jawabku.
'jika kamu bisa melihat, aku ingin kamu mewarnai kehidupanmu dengan segala sesuatu yang kamu lihat, karena semenjak pertama bertemu denganmu, aku melihat warna yang ada dalam dirimu hanyalah hitam, jadi jika kamu sudah bisa melihat aku ingin kamu mewarnai warna hitam itu menjadi berbagai warna, seperti warna bahagia, warna kesedihan dan warna-warna lainnya.
‘kenapa kamu sangat yakin bahwa aku suatu hari bisa melihat?’.
‘tentu saja aku yakin, itu karena aku ada disini' .
Pembicaraan itu, menjadi pembicaraan terakhir aku dan Vito, setelah itu aku tidak pernah lagi mendengar suaranya.
Singkat cerita dua tahun pun berlalu.
Sekarang aku sudah berumur 20 tahun, dan kabar yang lebih bahagia dari pada aku yang berumur 20 tahun, yaitu aku baru saja mendapatkan donor mata dari seseorang yang tidak ingin namanya disebutkan, hal pertama yang ingin kulihat saat pertama kali membuka mata adalah langit biru yang sejak dari lama ingin kulihat, setelah itu aku melihat semua hal yang belum pernah aku lihat sebelumnya.
Singkat cerita, aku menemukan pujaan hatiku yang sudah siap ingin melamar dan menikahiku, aku bertemu dengannya saat aku sedang melihat matahari ditaman dekat rumahku, dia orangnya baik dan tentunya tampan.
Satu hari sebelum hari pernikahanku , mama menyuruhku untuk mendoakan orang yang sudah mendonorkan matanya ini.
'memangnya mama tahu, siapa yang mendonorkan mata ini untuk ku?’ tanyaku pada mama.
‘tentu saja, dia adalah orang yang membuatmu tersenyum dan bahagia seperti ini' jawab mama.
‘maksud mama , calon mempelai ku?, Tapi kan dia masih punya mata ma’.
‘coba kamu ingat-ingat lagi nak, dia itu orang nya aneh dan nyebelin, dan dia orang pertama yang mau menjadi temanmu nak’.
Tiba-tiba air mataku perlahan jatuh, kenapa aku sampai bisa melupakan dia, jadi selama ini yang mendonorkan mata padaku adalah Vito, jadi ini adalah alasan kenapa dia tidak pernah lagi datang menemuiku?.
‘kemana vino sekarang ma' tanya ku pada mama.
‘jiwanya sudah bersama Tuhan disana, tetapi dia masih ada bersamamu nak' jawab mama.
‘mana bisa dia bersamaku ma, jika dia sudah tidak ada' ucapku pada mama sembari menangis.
'bukti dia masih ada bersamamu adalah kedua matamu itu nak, dia itu orang yang sudah mempunyai penyakit sejak lama, dia berpikir untuk berguna bagi orang lain sebelum dia meninggal, dan waktu itu kebetulan dia bertemu dengan mama saat ditaman, dan kami berbicara cukup banyak termasuk tentang dirimu, dan dari hari itu dia sudah menyiapkan matanya untuk didonorkan kepada mu nak, dia berkata orang sepertimu itu harus tersenyum dan bahagia, satu hari setelah dia mendonorkan matanya untukmu, penyakit lamanya kambuh dan dia dinyatakan meninggal' ucap mama.
.....
Hari ini adalah hari paling bahagiaku, karena ini adalah hari pernikahanku dengan dia, ya dia adalah orang yang berhasil membuatku tersenyum dan bahagia.
.....
'apa yang kamu doakan untuknya nak?’ tanya mama padaku.
'aku berdoa, supaya aku yang lain bisa bertemu dengan dia yang lain dalam keadaan normal, dan aku dengan dia bisa menjalin ikatan cinta, serta hidup bahagia selamanya’.