Orang bilang,aku adalah gadis yang super duper beruntung hidup dengan terlahir kaya dan bergelimang harta lalu punya 13 kakak lelaki yang tampan nan amat kompeten.
Yaa aku sangat bersyukur akan hal itu. Aku memang tidak kekurangan apapun bahkan kasih sayang dari mereka semua. tapi, yang terlihat indah tak seindah kenyataannya. Kalian tahu? Saking sayangnya mereka dengan ku, aku sampai-sampai tak juga memiliki kekasih. Jangan kan kekasih, teman lelaki saja tidak. Oh good bahkan di umur 23 ku sekarang, aku masih jomblo akut. Apa lagi kalau bukan karena 13 kakak lelaki ku, yang amat sangat luar biasa itu.
Setiap aku dekat dengan pria, pasti semua dari mereka tak akan mau lagi bertemu atau pun berteman dengan ku setelah duduk dengan kakak-kakak ku, terutama kakak pertama ku.Tak pernah ada yang bertahan,entah apa yang para kakak ku katakan.Aku tahu dan mengerti mereka amat menyayangi ku, karena mungkin aku adalah anak perempuan satu-satunya. Tapi,Kalau kaya gini terus aku berani jamin kalau aku akan seumur hidup menjomblo.Ish sial.
Oke, baiklah aku akan perkenalkan ke 13 kakak lelaki ku.
~ini kakak pertama ku.
Julukannya alpha leader.Tentang kepemimpinan nya,tak perlu di ragukan lagi.Ia orang yang amat paling benci kekalahan. Karena ia adalah anak pertama maka dari itu Moms dan dad yang saat ini memutuskan tinggal di LA untuk mengurus bisnis milik kami lainnya di sana, memberikan semua tanggung jawab sepenuhnya pada kakak pertama ku di kota besar ini. Ah satu yang ku lupa, di luar an sana ia juga terkenal menyeramkan bahkan akan kekuasaan nya tapi juga tentunya berwibawa.Tapi Gak lagi-lagi deh aku mengenalkan teman cowok ku pada kakak ku ini. aku begitu ngeri sendiri karena belum apa-apa ia sudah berhasil melayangkan pukulan pada teman lelaki ku.
~Nah kakak kedua ku,
Ia memiliki Julukan paduka, karena kepopulerannya di sebuah negri sakura bak seseorang dengan kekuasaannya. Selain itu tak main-main perihal tentang Kecerdikan nya, ia tipe orang yang bahkan rela mempertaruhkan semuanya agar untuk bisa menang. Selain itu ia juga selalu di payungi keberuntungan.Jika dengan kakak kedua ku ini, ia justru membuat semua pria yang dekat dengan ku terkena sikis mental semua. Hingga tak ada yang berani dekat dengan ku.
~Sementara kakak ketiga ku,
Juluka yang tersemat dan melekat untuk nya adalah gentleman,aku mengakui nya sendiri. Ia adalah yang palingg shuabar banget di antara kakak-kakak ku lainnya, bahkan ketika marah sekalipun dia masih tetap begitu lembut. Tapi kekaleman nya itu akan berubah 180% menjadi gila kalau bergabung dan bersekutu dengan kakak kedua ku, tak salah kalau mereka berdua memang sering di juluki twins evil.
Suatu ketika, aku pernah mengenalkan seorang teman cowok yang sedang dekat denganku pada kakak ketiga ku ini. Karena aku rasa ia lebih better dari pada kedua kakak ku sebelumnya yang di atas itu. Tapi ternyata aku salah besar, saat itu kami tengah ngops (ngopi) manja di salah satu cafe. Awalnya semua berjalan normal tapi setelah sekembalinya aku dari toilet dengan senyum yang masih mengembang manis di sudut bibir ku itu,aku di buat tercengang mendengar perkataannya dari sudut tempat aku berdiri,
"apa yang bisa saya lihat dari mu? Ada yang bisa di banggakan diri mu? Jika ingin dekat dengan adik ku jelas harus punya value. Mau di kasih makan apa nanti adikku".
Uwah.Aku tak habis pikir,di sana pula aku sudah mendapati kakak ku yang kedua tengah gabung duduk dengan tatapan senyum sinis nya dan tangan yang di lipat di dadanya melihat teman cowok ku itu. Detik berikutnya tanpa penjelasan ataupun kata. temen cowok ku pergi secepat kilat dan esoknya tak jua kunjung menghubungi ku. aku benar-benar di buat tercengang dengan tingkah gila nya kedua kakak twins evil ku itu.
aku pernah berpikir bahwa cukup mereka bertiga sang tahta tertinggi saja yang seperti itu. tidak dengan ke sepuluh kakak ku lainnya, paling tidak jangan terlalu bermasalah. Tapi sayangnya lagi-lagi aku salah.
~Oke baiklah lanjut saja. pada kakak ke empat ku,
Orang yang berpikir jika dirinya adalah orang yang paling normal di antara kami semua yang katanya abnormal.Tapi sejujurnya ia adalah orang yang begitu random. Kadangkala ia gak ngelucu tapi justru kegaring an nya itu yang sering kali buat aku bergidik ngeri.
~ Dan kalau ini kakak ke lima ku,
Si paling fanatik dengan harimau, sampai-sampai menyebut dirinya sebagai harimau. Aku suka geleng-geleng kepala karena selalu mendengar nya menyebut dirinya itu adalah harimau dan semua barang nya tentu terkait berbau harimau. Selain itu dia juga salah satu tipikal berrandom ria.
Ah cerita tentang kakak kelima ku ini, ia itu sering sekali kepo siapa saja teman-teman cowok yang dekat dengan ku. Setelah itu ia akan mengadukannya pada kakak tertua kami dan memprovokasi kan nya. Hal hasil lagi dan lagi aku tak akan pernah bisa memiliki kekasih ataupun teman cowok karena di boikot. Nyebelin bukan.
~Nah kalau ini kakak ke enam ku,
Ia memiliki Julukan putra mahkota, lantaran kerap sekali semua keinginannya selalu terturuti. Seakan punya gravitasi agar kami menurutinya meski enggang. Nyatanya itu memang benar, ketika ia memintaku untuk segera pulang pada pesta teman lelaki ku dengan tatapan dingin nya yang membuat aku mau tak mau pun akhirnya pulang di jemput dengan nya. Padahal pestanya saja juga belum di mulai, tau gitu mending aja sekalian aku tidak pergi dan gak sia-sia in mempercantik diri begitu cantik. Ishh!
~ Ini kakak ku yang ke tujuh,
Aku menjuluki nya maniak kerja. Kakak ku yang ini orang nya selalu to the poin.
Ia teguh dengan pendiriannya dan konsisten. Tampak tak ada yang begitu aneh kan dengan nya, tapi. Selalu ada kata tapi yang ikut serta, ia turut ikut Andil dalam kegilaan para kakak-kakak ku lainnya tentang pria yang dekat dengan ku. Melelahkan bukan. Ets tapi ini belum berakhir karena masih ada enam kakak ku lainnya lagi.
~Langsung saja. ini kakak ku yang ke delapan,

Aku menyebutnya sebagai si paling realita. Belum apa-apa pembahasan nya sudah amat begitu serius memperlihatkan ku akan kenyataan. Jika aku menentang dan tetap ingin berkencan lalu mengeluh-eluh kan teman pria ku. Ia seringkali bicara, "coba saja. Cobalah. Bukankah kau memang harus dapat lebih banyak pengalaman langsung. Meskipun kau belajar dengan giat, tak ada yang bisa mengalahkan pengalaman nyata. Pengalaman mengalahkan segalanya. " Ujarnya. Membuat ku terdiam kesal.
" Kalau ini kakak ku yang ke sembilan,
Si miliader, aset di mana-mana dan multitasking. Hampir tidak ada yang aneh dari nya, tapi aku angkat tangan saat mendengar ia dengan segala ceramah pidatonya yang dari A-Z itu. Sungguh. Kala itu aku baru hanya wacana ingin izin pergi dengan teman-teman ku, dan setelah ia mengetahui jika ada lelaki nya. aku malah jadinya seperti di introgasi bak seorang maling yang tertangkap. Benar-benar membuat ku gak mood berdebat saking capeknya.
" Nah kalau yang ini kakak ku yang ke sepuluh,

Si manusia super duper random, paling riwuh bin rame. ia menyebut dirinya moodvirus. Karena sering kali buat sekitar nya jadi mood booster dengan kerandomannya. Si paling merasa tersakiti saat mengetahui jika aku diam-diam sedang berkencan. " De, kamu ko tega banget gak ngenalin ke kakak. kamu gak anggep kakak? Tega banget. Kakak si sedih. Parah. Ade yang selama ini kakak sayang dan cinta ko bisa ya ngelakuin hal kaya gini sama kakaknya. Hari ini kakak kehilangan satu-satunya adik cantik ku " Katanya yang akan terus berkata seperti itu dalam beberapa jam. Aku pusing di buatnya,
" Oke lanjut, ini kakak ke sebelas ku.

Si tukang ngegas. Yang suka ngeulti, tak kalah randomnya. Aku beneran ampun-ampunan kalau dia udah barengan sama kakak ke lima dan kakak ke sepuluh ku ini bersatu, tentu saja kehebohan dan kegila yang amat gak waras akan segera tercipta. Pernah waktu itu, aku sedang dekat dengan kakak senior ku di kampus. Ceritanya si kakak senior ku itu mau traktir aku, karena aku udah bantuin dia wawancara tugas kampus. Aku sudah sempat nolak, soalnya kaya udah capek banget sama kakak-kakak ku yang udah pasti gak akan tinggal diem. Tapi karena si kakak senior ku itu terus maksa dengan dalil gak enak. Hal hasil aku pun akhirnya mengiyakan. Jujur, sejujurnya ia pria yang tampan, keren dan juga pinter. Cowok populer di kampus yang sering di Gandrungin semua satu wanita kampus.
Saat itu kami sudah duduk menikmati pesanan kami di cafe dengan dekorasi yang klasik tapi nyaman sekali. Kami berdua juga asik ngobrol- ngobrol, tapi saat itu tiba-tiba tiga orang pria duduk bergabung di meja ku tanpa tahu malu.
" Sayang, sedang apa kau di sini hah? " Ujar nya manja yang merangsek duduk di samping ku sambil merangkul. Tentu saja pupil mata ku seketika membulat sebulat-bulat nya. Ya kalian tahu siapa? Tentu itu adalah ketiga kakak ku.
" Sayangg..." Seru kakak ke sepuluh ku itu yang terus memepet dan merangkul ku semakin mesra. Aku menghela nafas Benar-benar jengah, sungguh. Aku melirik kakak senior ku yang sudah menyeringitkan dahinya melihat kami.
" Ck. Gak ada apa-apanya. Gak ada ambang-ambang punya nyawa sembilan si " Ujar kakak kesebelas ku yang tak henti hentinya menelaah dari atas sampai bawah melihat kakak seniorku itu.
" Woi lu suka harimau gak? " Ucap kakak ke lima ku, yang hanya di balas kebingungan oleh kakak senior ku.
" Shtt tadinya gua bakal sedikit berbaik hati kalo lu suka sama harimau. Tapi sayangnya kayanya ngga. " Ucapnya kembali
Aku menghela nafas lelah, " Kak, kenalin mereka ini adalah ka... "
" pacarnya. " Sahut kakak ke sepuluh ku, repleks menoleh tersenyum padaku.
" Kenapa sayang... " Serunya kembali mencium pipiku dengan mesra.
" Oh Sorry. kayanya aku duluan cabut aja ya. Thanks nih untuk bantuan nya " ujar kakak senior ku itu padaku. Lalu melesat pergi.
Lagi-lagi aku hanya menghela nafas.
" Puas. Kalian udah puas kan! " Ucap ku pergi meninggalkan mereka dengan kedongkolan.
~Oke lanjut, kalau sekarang ini adalah kakak ku yang ke duabelas,
Selalu menjunjung tinggi kebebasan. Ia adalah the real konsep bebas yang sesungguhnya. Dia gak peduli tentang penilaian manusia lain, ia hanya menjalankan hidupnya sesuai dengan apa yang dirinya inginkan tanpa penyesalan. Saking bebasnya, aku kadang sampai bingung kalau harus ngobrol dengan nya. Tapi ia juga suka over protective dengan tiba-tiba suka ngechat dan nunjukin bukti foto ku kalau aku melenceng pergi. Macam paparazi.
~ Dan nah ini adalah kakak lelaki ku yang terakhir. Kakak ke tiga belas ku.

Aku dengan nya hanya beda setahun, terkadang justru aku merasa sedikit kasihan dengan nya karena sering kali ternistakan oleh keduabelas kakak kami. Kakak ku yang satu ini sering sekali suka mengumpat kata-kata, " Auh! gak ada gunanya punya 12 kakak. " Gumamnya ketika di julidin. Bukannya karena mereka gak sayang tapi karena mereka memang suka sekali menggoda kakak bungsu ku ini. Maklum si bungsu gak jadi. karena aku lahir hehe. Karena perbedaan umur kita yang hanya berjarak setahun, jadi ia yang kadang cukup ngertiin aku. Ia selalu bilang gini kalau aku lagi kesel dengan sikap kakak-kakak tertua kami itu, " Gua cuma bisa bilang sabar. Banyak-banyakin sabar aja dah ya de." Ucapnya dengan santai tapi cukup gak enak di denger di telingaku.
Tahun-tahun berikutnya terus berlanjut dengan segala banyaknya drama, masih tentang overprotektifnya para 13 kakak ku itu yang masih menolak keras aku punya kekasih. Hingga suatu hari yang luar biasa, ada seorang pangeran yang mampu bertahan dan mau stay di dalam dunia ku. Yang cukup tangguh menghadapi ke 13 kakak lelaki ku itu. Ia gak melesat kabur saat lebih dulu duduk dengan tiga tahta tertinggi yaitu ketiga kakak tertua ku. meskipun di introgasi habis-habisan bak mafia pengedar narkotika. dengan pertanyaan-
pertanyaan yang aku sendiri gemetar mendengar nya. Takut jika nantinya ia pun akan sama seperti yang lainnya.
Jika kalian berpikir, kalau itu artinya ke 13 kakak ku sudah menerima pangeran tampan itu menjadi kekasih ku. Itu salah besar. Mereka memang mengizinkan aku pergi dengannya sesekali. tapi itu juga melalui proses yang cukup melelahkan.
Suatu hari, di pagi yang cerah aku sudah tampil begitu rapih. Pagi ini aku akan pergi dengan pangeran tampan yang akan menjemput ku. Tepatnya kita akan pergi jalan-jalan saja. tanpa para kakak ku tahu, karena aku izinnya ingin mencari beberapa buku-buku referensi. Aku menuruni anak tangga menuju meja makan,
" Morning.. " ucap ku lalu mengecup pipi kakak tertua ku,
" Morning cantik " Sahutnya tersenyum.
lalu aku pun juga mengabsen mengecup pipi para kakak-kakak ku yang sudah berada di meja makan untuk ritual sarapan pagi bersama.
" Oh astaga. Morning! " Seru kakak ke sebelas ku menggulung tangan kemejanya bergabung, begitu pula kakak ke Lima ku. Dan tak lama pun di susul dengan kakak ke sepuluh ku.
" Morning Ade cantik ku. " Ujarnya mencium pipiku.
Aku menyeringit melihat mereka bertiga yang sudah begitu rapih, " tumben banget pagi-pagi kakak bertiga udah rapih begini. " Ujar ku melihat mereka
" Iyalah. Kan mau ikut jalan sama kamu de " seru kakak ke lima ku mengigit roti milikinya.
" Hah! Apa? Gimana-gimana maksud nya? " Sahut ku melihat mereka.
Tingtung... Tingtung.. bunyi bel rumah kami yang mampu mengalihkan pandangan ku dari ketiga kakak ku itu.
" Nah ayoo. " Ujar kakak ke Lima ku sigap menyelesaikan sarapan nya.
" Dih tunggulah. Suruh dia tunggu bentar." Ucap kakak ke sebelas ku yang masih menikmati sarapannya
" kalian mau kemana si? " Seru ku melihat ketiga kakak ku itu sambil meminum jus jeruk dan bangkit,
" mereka mau ikut kamu lah de. " Ujar kakak kedua ku
" Haha jadi konsep nya ngedate apa piknik? " Ucap kakak ke tiga belas ku tertawa
" Kak. Apaan si ini. Kan katanya aku boleh pergi berdua. Terus kenapa mereka bertiga ikut? " Ujar ku protes melihat kakak pertama ku
" Kenapa tanya kakak. Kan mereka yang mau ikut de " sahut kakak pertama ku
" Ishh pokoknya gak ada ikut - ikutan titik. Ih rese banget " Ucap ku berjalan keluar.
Sesampai aku di luar, tentunya aku sudah mendapati sang pangeran itu yang tersenyum manis padaku.
" Kita langsung jalan aja. " Seru ku
" Tapi, apa gak sebaiknya aku ketemu kakak-kakak kamu. "
" Gak usah. Yuk. "
" ets Tunggu. Uwah kakak Jadi Gak sabar jalan " Ujar kakak kesepuluh, yang di sapa ramah dan hormat oleh sang pangeran.
Aku melirik Kakak ku,
" Gapapa kan? " Seru kakak ku tak tahu malu melihat pangeran ku itu
" It's oke. Dengan senang hati. " Sahut sang pangeran tersenyum.
" Sorry lama. Yuk jalan. " Ucap ke dua kakak ku yang bergabung juga.
Ouhh !! aku berteriak dalam hati. ini mau sampai kapan ya seperti ini?. Hari itu aku benar-benar gak mood sama sekali, bayangin aja gimana rasanya sepanjang hari.
~ esok harinya...
" De, kamu masih belum putus? " Tanya kakak ke sepuluh ku setelah kemarin. Seperti biasa mereka melakukan hal-hal yang gak lazim.
" Apaan si dateng-dateng. " Ucap ku yang masih begitu kesal tak beralih dari tab gambar Design ku.
" Beluman juga, nyawan nya sembilan kali. " Ujar kakak ke sebelas ku
" Udahlah apa mau di biarin aja mereka pacaran." Sahut kakak ke sepuluh ku lagi
" Tapi perlu kita bilangin kakak tertua dulu. Biar rame ga si yuk! " Seru kakak ke lima ku
" Ish kompor amat? Gak sekalian aja kalian gabung tuh sama ibu-ibu kompleks " sahut ku masih kesal
" Siapa yang pacaran? " Tanya kakak ke enam membanting pantat nya di sofa
" Ade lu tuh kak. " Ucap kakak ke sebelas ku
" Kalian tuh yaa! Terus aja teruss " ujar ku kesal penuh penekanan
" Sabar ya de. Sekali lagi sabar aja dah. Gua aja sampai kebal " Sahut dari kakak ke tiga belas ku yang ikut gabung di ruangan Santai keluarga kami.
" Siapa yang pacaran hah? Gak ada ya de!, bukan karena kakak izinin kamu pergi sama dia, berarti kakak dan yang lainnya setuju dengan dia " Ucap kakak pertama ku dengan nada dingin.
" Ishh! " Umpat ku, lalu melirik para kakak ku yang saat ini berada di ruang santai.
Kakak pertama ku dengan melipat tangannya di dada melihat ku,
" Uhf udah lah gak ada harapan. Fixs ini mah seumur hidup aku bakalan jomblo. " Dumel ku
" Kita akan siapin seribu pria terbaik buat kamu. Gyu koneksi mu banyak bukan." Ucap kakak pertama ku pada kakak delapan ku yang seorang miliarder aset di mana-mana itu.
" Tentu. Kau bisa memilih nya, atau aku akan pilihkan? "
" Ouh! Lupakan saja! " Ucap ku lelah melangkah pergi.
Brugh!! Aku menutup pintu kamar ku dengan amat sangat kencang. Tanda lelah dan protesku tentu nya.
Entah sampai mereka akan begitu? Tapi Kalau mereka begitu terus. aku sungguh berani jamin seumur hidup ku, aku bakalan gak laku-laku.
Jadi apa kalian masih berpikir enak menjadi aku?
Eum Bagaimana menjelaskan nya ya. mungkin aku adalah bak burung yang hidup di dalam sarangkar, di rawat, di sayangi, di cintai dan tak kekurangan apapun tapi tetap saja tak merasa bebas.
Sekian, terimakasih.