Dia adalah YueYi yang dikenal dengan parasnya yang jelek, hitam yang membuat orang-orang membencinya apalagi cowo yang seperti meremehkan dirinya itu, karena fisiknya.
YueYi memiliki keluarga yang utuh, punya papa, mama, nenek, dan kakek. Terdengar sangat menyenangkan bukan? Namun pemikiran kalian salah! Laut yang tenang belum tentu isinya akan setenang itu juga.
Keluarga YueYi memiliki banyak usaha, uang, harta, aset dan bahkan banyak rumah, hingga kebutuhan dirinya bidang material sangat terpenuhi tanpa kekurangan sedikitpun.
Namun suatu saat YueYi berumur 7 tahun tepat kelas 2 Sd mendapati bahwa orangtuanya meninggalkannya di rumah, orangtua yue sedang menuju keluar kota mengurus bisnis keluarga mereka yang sedang memiliki masalah. Meninggalkan yue tinggal bersama kakek dan neneknya.
Semenjak itu orangtuanya pulang setengah tahun sekali dan paling lama 2 tahun sekali, seiring waktu yue bener-bener sudah terbiasa mendapatkan hal itu, seperti pertemuan maka ada perpisahan.
Kini yue tumbuh tanpa dampingan orangtuanya hanya bersama nenek kakek nya hingga tumbuh menjadi remaja tak suka suara bising, yue tak membenci orangtuanya karena semua yang mereka lakukan hanya demi untuk anaknya apalagi yue anak semata wayangnya.
Semakin remaja karakter yue terbentuk menjadi lebih acuh tak acuh, diam, tak banyak bicara, cuek, dingin namun balik semuanya itu yue memiliki sisi kejam seperti seorang pembunuh tanpa mandang bulu.
2 tahun kemudian...
Yue dibawa oleh orangtuanya ke luar kota di kota X saat tepat yue lulus dengan cepat, sebenarnya tujuan orangtuanya membawa keluar kota bahwa kabar ada yang menyukai putrinya, orangtua yue tak ingin putrinya menikah di usia yang begitu muda.
Dan orangtua yue mendaftarkan ke smk favorite di kota tersebut dan beberapa bulan masuk sekolah menjalani kehidupan dengan senang, ini pertama kalinya buat yue bahwa mendapatkan kasih sayang orangtuanya hingga
Suatu saat yue melihat 1 keluarga bermain ditaman terlihat bukan orang yang ada namun mereka tertawa bebas dengan buah hatinya yang kira kira umur 7 tahun tanpa ada rasa beban di matanya.
"Hahahaha...apakah takdir begitu kejam padaku?!" Yue tertawa sendiri dengan memegang minuman di tangannya yang masih belum terbuka dan cepat langsung membukanya dengan tergesa gesa.
Glukk...glukk
Yue menenguk minuman itu dengan melihat lihatnya dengan seksama ternyata langsung habis diminum saat keadaan sedang hancur.
"Bukan salah takdir itu, mereka hanya menjalankan apa yang seharusnya terjadi! Semua kehidupan ini sudah ada dibuku takdir, ini bukan salahnya!" Kata yue berjalan meninggalkan keluarga kecil bahagia dibawah sinar bulan.
Yue melangkah taman yang lumayan bukit yang di penuhi dengan rumput khas taman yang begitu rapi, yue berjalan lalu duduk di ayunan bawah pohon.
Disana jauh lebih tenang dan sepi, angin berhembus, cahaya bukan menerangi malam, bintang bintang berkelap kedip dan dedaunan terdiam angin malam yang lewat itu.
Yue melihat bulan itu "Sejujurnya mentalku sangat terluka, tidak dirawat orangtuanya sendari kecil, jika ada pilihan aku hanya ingin hidup di era dunia kultiviasi yang kuat menang dan lemah kalah!" Senyum yue dan khayalan nya tak mungkin terjadi.
"Sebenarnya aku ingin membenci orangtuaku namun...aku tak bisa...sungguh konyol hahaha" yue tertawa dengan hatinya yang sakit sangat sakit hingga meneteskan air matanya.
"Jika kau memberikan aku pilihan...aku ingin hidup didunia dimana kultiviasi sangat penting...aku hanya butuh sahabat seperti keluarga hingga hubungan sampai kemanapun tanpa berubah ubah!" Menutup mata yue dengan ayunan yang bergerak.
Saat yue sedang mengomel omel dengan menyalahkan dirinya tak jauh dari sana terlihat ada sesosok pria tegak dengan memakai baju berwarna paduan emas dan putih terus memnadangi punggung yue lalu tersenyum.
"Yue...jika saatnya kau akan kembali di tempat yang seharusnya...dan kembali ke sisiku! Hingga waktu memisahkan kita, aku berjanji padamu! Kau harus bertahan" suara pelan tak terdengar oleh yue namun entah kenapa yue merasa dirinya harus menyelesaikan skenario di dunia ini.
"Yue...jangan lupakan aku! Kita akan bertemu lagi jika sudah waktunya...selamat tinggal!" Suara yang menggema kecil membuat yue membuka mata langsung melihat sekitarnya, ternyata sesok cowo tadi sudah menghilang hanya yue sendiri saat ini.
"Apa aku salah dengar?!" Yue berpikir keras dan berkata "Sudahlah mungkin aku sedang halusinasi!" Yue membuang pikirannya negatif itu.
Bersambung....
Part 2?