namanya adalah Annas,tapi diapanggilnya nanas. aku juga sebenernya bingung kenapa dia dipanggil nanas.
aku kenal dia dikenali dengan temanku Ayu,tapi sialnya Ayu sudah pindah keluar kota, bukan dibandung lagi melainkan Jakarta. aku terjebak dengan sikapnya Annas yang selalu saja kasar kepadaku.
kita pacaran baru dua minggu dan dia sudah berani main tangan denganku. aku tidak berani dengannya, aku pernah minta putus saja dia langsung menyiksaku sampai aku menangis.
dan waktu itu dia juga pernah bilang keaku kalau dia itu paling benci sama orang yang kalau lagi diluar atau dimana mana sama dia orang itu ngajakin pulang,Annas juga bilang kalau temennya juga tidak ada yang ngajakin pulang ketika sedang ngumpul dengan dia, mungkin karena sifat kerasnya yang membuat temennya malas kalau sampe ribut hanya karena masalah sepele.
dimalam itu juga ketika kita lagi makan di caffe tapi diluar, aku pura pura tidur karna kalau aku minta pulang pasti dia akan sangat kasar lagi denganku. aku mendengar Annas mengucapkan kalimat. " gua sayang banget anjir sama Allea ". terus dibalas dengan Gilang," terus mau sampai kapan lu akting buat bersikap kasar sama dia?". dilanjutin dengan Aldi, " gua rasa dia orang baik, jangan keseringan dikasarin ngerinya trauma".
" gua cuma mau ngetes dia ". Annas melihat keseliling, " udah malem,pulang aja yu". kata dia lagi.
Gilang membangunkan dirinya dari duduk, " bangunin aja kali ya?". "eh jangan gila kasian". kata Aldi.
aku merasakan ada yang membopongku dan," biar gue bopong aja".
galama kemudian kita sampai dimobil. "lu berdua dibelakang ya, Allea biar ditengah, biar dia selonjoran".
"ok, lu duluan di masuk". kata Gilang.
aku merasakan aroma nafas yang sangat dekat denganku, aroma minyak wangi yang wanginya sangat wangi juga,ketika aku sedang diposisi tidurkan oleh Annas
mobil berlaju dengan pelan. aku sebenarnya masih melek,tetapi aku pura pura tidur aja. sesampainya dirumah lagi lagi Annas membopongku, dia memencet kan bel rumah dan langsung masuk kedalam untuk menghantarkan aku ke dalam kamar,ketika pintunya dibuka oleh bibi. kenapa bibi?karena,mom and dad lagi ngurusin bisnisnya di Australi.
karena kebetulan aku lelah dan pegal akhirnya aku tidur beneran saja. tetapi sebelum itu aku mendengar Annas mengucapkan kalimat, " maaff ya bi ". kata bibi, "tidak apa apa den".
Yap!,Annas bukan sekali dua kalinya kerumahku. dia sering kali ketika dia lagi ingin menjemputku untuk main. SETIAP HARI.
aku masih nganggur. dia musisi,dan aku ga diijinin untuk kerja dengan papah karena aku anak kesayangannya. dan karena aku anak satu satunya.
usiaku 19 dan dia 20. beda setahun. tapi postur tubuh kita sangat berbeda. dia tinggi aku pendek.
keesokan harinya aku bangun. tidak ada chat or call dari Annas sama sekali?.
aku ngechat dia, " kok aku dikamar? ".
" tadi malem Gilang yang gendong kamu ".
dia berbohong.
"cepet mandi jem sepuluh gue jemput".
hah jam sepuluh?!sekarang aja udah jam 9.45 aku baru bangun dan belum ngapa ngapain,gimananih.
"i-iya".